UM SURABAYAUM SURABAYA
Proceeding Series Universitas Muhammadiyah SurabayaProceeding Series Universitas Muhammadiyah SurabayaReaksi stres akut adalah reaksi emosional atau fisik yang kuat yang dirasakan setelah suatu peristiwa yang menyedihkan. Umumnya reaksi ini akan mereda sebagai bagian dari proses pemulihan tubuh. Masa pandemi Covid-19 selain mempengaruhi fisik juga mempengaruhi psikologis seseorang. Setelah mengalami infeksi Covid-19 pasien juga bisa mengalami trauma akan hal tersebut. Angka kejadian Reaksi stres akut pada pasien covid-19 pada populasi umum cukup tinggi yakni sekitar 7% hingga 53%. Reaksi terhadap trauma akan berbeda setiap anggota keluarga yakni bisa adanya perubahan perilaku, sulit berkonsentrasi, cemas, takut, sedih atau bahkan juga bisa gejala fisik, sakit kepala mual, insomnia. Meskipun tidak mengalami namun kita harus menyadari hal tersebut. Karena reaksi tersebut berbeda-beda sebagai keluarga sering tidak menyadari perubahan akan hal tersebut. Apabila terjadi reaksi tersebut perlunya keluarga memberikan dukungan berkomunikasi dan istirahat yang teratur dan pemantauan secara berkala. Jika tidak ada perbaikan atau reaksi yang cukup kuat maka bisa mencari bantuan dari ahli Kesehatan jiwa.
Reaksi stres akut merupakan respons trauma emosional atau fisik yang kuat setelah peristiwa menyedihkan.Pasien COVID-19 dapat mengalami gangguan psikologis selain gangguan fisik, baik selama maupun setelah infeksi.Reaksi terhadap trauma bervariasi pada setiap individu, dan keluarga seringkali tidak menyadari perubahan yang terjadi.Perencanaan psikologis penting untuk pemulihan trauma, dan bantuan ahli kejiwaan dapat diperlukan jika reaksi berlanjut.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami secara mendalam dampak psikologis jangka panjang COVID-19 pada pasien dan keluarga mereka, termasuk bagaimana faktor-faktor seperti tingkat keparahan penyakit, dukungan sosial, dan mekanisme koping individu memengaruhi proses pemulihan. Selain itu, penting untuk mengembangkan dan menguji efektivitas intervensi psikososial yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pasien COVID-19, seperti terapi berbasis trauma, kelompok dukungan, dan program peningkatan resiliensi. Terakhir, penelitian perlu mengeksplorasi peran teknologi, seperti aplikasi seluler dan platform telehealth, dalam menyediakan akses yang lebih luas dan terjangkau ke layanan kesehatan mental bagi pasien COVID-19, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan mobilitas.
| File size | 333.01 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER Tingkat stres akademik diukur menggunakan kuesioner PAS, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF yang meliputi domain fisik, psikologis,Tingkat stres akademik diukur menggunakan kuesioner PAS, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF yang meliputi domain fisik, psikologis,
UNMUHUNMUH Perempuan di Indonesia menghadapi kerentanan tinggi terhadap masalah kesehatan mental akibat ketidaksetaraan gender, kekerasan berbasis gender, dan kurangnyaPerempuan di Indonesia menghadapi kerentanan tinggi terhadap masalah kesehatan mental akibat ketidaksetaraan gender, kekerasan berbasis gender, dan kurangnya
ACEHPROVACEHPROV Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan rasio albumin kreatinin urin sebelum dan setelah berpuasa pada pasien penyakit ginjal diabetik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan rasio albumin kreatinin urin sebelum dan setelah berpuasa pada pasien penyakit ginjal diabetik.
STIKMKSSTIKMKS Selain itu, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik (senam) dengan pemeriksaan gula darah sewaktu. Hasil ini mengindikasikanSelain itu, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik (senam) dengan pemeriksaan gula darah sewaktu. Hasil ini mengindikasikan
UMKLAUMKLA Nilai p value sebesar 0,000 menunjukkan hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Koefisien korelasi sebesar r = 0,931 menunjukkan bahwa semakinNilai p value sebesar 0,000 menunjukkan hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Koefisien korelasi sebesar r = 0,931 menunjukkan bahwa semakin
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Jumlah sampel adalah 123 perawat yang dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% berdasarkan populasi sebanyak 2. 718 perawat. InstrumenJumlah sampel adalah 123 perawat yang dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% berdasarkan populasi sebanyak 2. 718 perawat. Instrumen
MAHARDIKAMAHARDIKA Tujuan: Menggambarkan proses asuhan keperawatan pada pasien stroke yang diberikan terapi wicara A,I,U,E,O secara langsung dan komprehensif. Metode: PenelitianTujuan: Menggambarkan proses asuhan keperawatan pada pasien stroke yang diberikan terapi wicara A,I,U,E,O secara langsung dan komprehensif. Metode: Penelitian
MARANATHAMARANATHA Pasien berusia ≤50 tahun lebih banyak menunjukkan ekspresi reseptor hormonal positif. Kelompok usia 51-60 tahun merupakan kelompok usia paling prevalenPasien berusia ≤50 tahun lebih banyak menunjukkan ekspresi reseptor hormonal positif. Kelompok usia 51-60 tahun merupakan kelompok usia paling prevalen
Useful /
UMTUMT Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan manajemen bandwidth yang efektif dengan menggunakan metode Per connection queue (PCQ) dan Queue treePenelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan manajemen bandwidth yang efektif dengan menggunakan metode Per connection queue (PCQ) dan Queue tree
UMMUMM Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah penelitian yuridis normatif, menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual.Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah penelitian yuridis normatif, menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual.
MARANATHAMARANATHA Kota Bandung tercatat memiliki angka kejadian yang lebih tinggi dibandingkan kejadian BBLR di Indonesia (18,58%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiKota Bandung tercatat memiliki angka kejadian yang lebih tinggi dibandingkan kejadian BBLR di Indonesia (18,58%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
UMTUMT Percobaan menunjukkan bahwa algoritma fuzzy K-means memiliki performansi yang lebih baik dibandingkan algoritma K-means tradisional. Dengan meningkatkanPercobaan menunjukkan bahwa algoritma fuzzy K-means memiliki performansi yang lebih baik dibandingkan algoritma K-means tradisional. Dengan meningkatkan