UMBJMUMBJM

Journal of Nursing and Health EducationJournal of Nursing and Health Education

Gangguan jiwa merupakan suatu kondisi yang saat ini sering ditemui di masyarakat Indonesia. Salah satu gangguan jiwa yang paling banyak ditemui di masyarakat adalah skizofrenia. Salah satu gejala skizofrenia yang sering muncul adalah perilaku kekerasan. Dampak yang ditimbulkan oleh pasien yang mengalami perilaku kekerasan adalah kehilangan kontrol atas dirinya, dimana pasien akan dikuasai oleh rasa amarahnya sehingga pasien dapat melukai diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Risiko perilaku kekerasan merupakan gejala dari pasien skizofrenia yang dapat dikontrol melalui terapi psikoreligius. Salah satu bentuk terapi psikoreligius adalah terapi zikir. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis asuhan keperawatan pada pasien risiko perilaku kekerasan dengan penerapan terapi zikir di ruang perawatan jiwa RSUD H Hasan Basry Kandangan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan kasus tunggal. Hasil penerapan terapi zikir pada pasien dengan Risiko Perilaku Kekerasan dengan hasil evaluasi skor RUFA perilaku kekerasan menurun dari skor 13 menjadi skor 4 dalam 3 hari intervensi. Dengan kemudahan implementasi dan manfaat yang besar, akan sangat efektif untuk diterapkan. Penerapan terapi zikir merupakan metode yang efektif untuk mengontrol perilaku kekerasan, namun perlu diberikan edukasi kepada pasien pada tahap persiapan dan kondisi pasien stabil atau dalam keadaan yang dapat mendengarkan instruksi dari perawat agar proses pelaksanaan maksimal.

Penerapan terapi zikir merupakan salah satu metode yang efektif untuk mengontrol perilaku kekerasan.Edukasi perlu diberikan kepada pasien saat tahap persiapan dan kondisi pasien harus stabil agar proses pelaksanaan maksimal.Persiapan dari diri pasien, yaitu kemauan dari diri sendiri, sangat penting untuk keberhasilan terapi zikir.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas terapi zikir dalam kombinasi dengan modalitas terapi lain, seperti terapi kognitif perilaku atau terapi kelompok, untuk melihat apakah kombinasi ini dapat memberikan hasil yang lebih optimal dalam mengendalikan perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas terapi zikir dengan terapi psikoreligius lainnya, seperti membaca Al-Quran atau berdoa, untuk mengidentifikasi pendekatan mana yang paling efektif bagi pasien dengan karakteristik yang berbeda. Terakhir, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman subjektif pasien dalam menerima terapi zikir, termasuk persepsi mereka tentang manfaat dan tantangan terapi, serta faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan mereka terhadap terapi, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana terapi zikir dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan individu pasien.

  1. Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok dengan Stimulasi Persepsi terhadap Kemampuan Mengontrol Halusinasi... ji.unbari.ac.id/index.php/ilmiah/article/view/690Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok dengan Stimulasi Persepsi terhadap Kemampuan Mengontrol Halusinasi ji unbari ac index php ilmiah article view 690
Read online
File size201.66 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test