UBAYAUBAYA
Jurnal Bisnis TerapanJurnal Bisnis TerapanThe rapid development of online web-based technology has significantly improved the concept of social media. The field of e-commerce has also undergone a massive evolution leading to the emergence of a new phenomenon known as Social commerce. The high development of Social commerce ultimately makes it easier for users to obtain information and makes it easier for them to shop online. This ultimately gives rise to a phenomenon called impulse buying. This study aims to examine the influence of sales promotion and FOMO on impulse buying and how gender moderate the relationship between sales promotion and impulse buying. The researcher surveyed 110 Indonesian z generation as respondents. The results show that Impulse buying and sales promotion positively affect the impulse buying, and gender moderate the relationship between sales promotion and impulse buying. This finding is line with those studies on the same topics which have conducted before in the last five years.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Fear of Missing Out (FOMO) secara signifikan memengaruhi impulse buying, dan promosi penjualan juga berpengaruh signifikan terhadap impulse buying.Selain itu, gender terbukti memoderasi hubungan antara promosi penjualan dan impulse buying.Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat ketakutan ketinggalan tren dan promosi yang menarik dapat mendorong pembelian impulsif, dan pengaruh ini dapat bervariasi antara laki-laki dan perempuan.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perilaku pembelian impulsif, seperti kepribadian individu, pengaruh teman sebaya, atau karakteristik produk. Selain itu, studi dapat difokuskan pada platform social commerce lainnya selain TikTok untuk melihat apakah hasil penelitian ini konsisten di berbagai platform. Terakhir, penelitian dapat memperluas cakupan dengan mempertimbangkan variabel moderasi tambahan, seperti tingkat pendapatan atau gaya hidup konsumen, untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena impulse buying di era digital. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang perilaku konsumen dapat membantu para pelaku bisnis mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan relevan, serta membantu konsumen membuat keputusan pembelian yang lebih bijak dan terinformasi.
| File size | 438.28 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
BMABERSAMABMABERSAMA Sebaliknya, Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan t hitung < t tabel (-0,623 < 2,178) dan nilai signifikansi > 0,05 (0,545 > 0,05), yang mengindikasikanSebaliknya, Debt to Asset Ratio (DAR) menunjukkan t hitung < t tabel (-0,623 < 2,178) dan nilai signifikansi > 0,05 (0,545 > 0,05), yang mengindikasikan
BMABERSAMABMABERSAMA Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan ketentuan skala Likert. Pengujian meliputi Analisis Deskriptif, Uji Instrumen Data, UjiPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan ketentuan skala Likert. Pengujian meliputi Analisis Deskriptif, Uji Instrumen Data, Uji
UBAYAUBAYA Selain itu, Good Corporate Governance tidak memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan dan manajemen laba, serta tidak memoderasi hubungan antara perencanaanSelain itu, Good Corporate Governance tidak memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan dan manajemen laba, serta tidak memoderasi hubungan antara perencanaan
WIDYADHARMAWIDYADHARMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan komisaris memiliki pengaruh yang negatif terhadap ROE, dewan direksi memiliki pengaruh yang positif terhadap ROE,Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan komisaris memiliki pengaruh yang negatif terhadap ROE, dewan direksi memiliki pengaruh yang positif terhadap ROE,
WIDYADHARMAWIDYADHARMA Hasil penelitian mendapatkan bahwa pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap return on asset, sedangkan debt to asset ratioHasil penelitian mendapatkan bahwa pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap return on asset, sedangkan debt to asset ratio
UTSUTS Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh bukti secara empiris mengenai pengaruh Kompleksitas perusahaan, Reputasi KAP dan Leverage TerhadapPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh bukti secara empiris mengenai pengaruh Kompleksitas perusahaan, Reputasi KAP dan Leverage Terhadap
UBAYAUBAYA Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti kesulitan dalam pencarian dokumen serta perbedaan alamat dokumen antara arsip fisik dan digital yang perluNamun, masih terdapat beberapa kendala seperti kesulitan dalam pencarian dokumen serta perbedaan alamat dokumen antara arsip fisik dan digital yang perlu
UMUSLIMUMUSLIM U yang didedikasikan untuk kecantikan wanita indonesia, diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tren saat ini. Tugas data mining adalah mengumpulkanU yang didedikasikan untuk kecantikan wanita indonesia, diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tren saat ini. Tugas data mining adalah mengumpulkan
Useful /
BMABERSAMABMABERSAMA Pertumbuhan industri kopi di Indonesia berkembang signifikan seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan dan ulasan pelangganPertumbuhan industri kopi di Indonesia berkembang signifikan seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan dan ulasan pelanggan
BMABERSAMABMABERSAMA Secara simultan, kualitas produk dan pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen (F hitung = 92,617 > 3,090; signifikansi 0,000 < 0,05).Secara simultan, kualitas produk dan pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen (F hitung = 92,617 > 3,090; signifikansi 0,000 < 0,05).
BMABERSAMABMABERSAMA Teknik analisis yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil uji t menunjukkan bahwa PerputaranTeknik analisis yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil uji t menunjukkan bahwa Perputaran
UBAYAUBAYA Teknologi komunikasi baru bukan saja mengubah cara perusahaan dan praktisi public relations dalam berkomunikasi dengan publik, tetapi juga mengubah paradigmaTeknologi komunikasi baru bukan saja mengubah cara perusahaan dan praktisi public relations dalam berkomunikasi dengan publik, tetapi juga mengubah paradigma