UBAYAUBAYA

Jurnal Bisnis TerapanJurnal Bisnis Terapan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan PSAK No. 45 dan pengendalian internal di 32 gereja di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan membandingkan hasil penelitian dengan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan adanya beberapa permasalahan, seperti kurangnya pemisahan tanggung jawab fungsional, belum lengkapnya pencatatan akuntansi, implementasi praktik yang sehat yang kurang memadai, dan kualitas karyawan yang belum sesuai. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai kondisi penerapan PSAK No. 45 dan pengendalian internal di gereja, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan PSAK No.45 dan pengendalian internal di gereja masih menghadapi berbagai tantangan.Pemisahan tanggung jawab fungsional belum dilakukan secara tegas, pencatatan akuntansi belum lengkap, praktik yang sehat belum sepenuhnya diimplementasikan, dan kualitas karyawan perlu ditingkatkan.Oleh karena itu, gereja perlu meningkatkan pemahaman mengenai PSAK No.45, memperkuat sistem pengendalian internal, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar laporan keuangan gereja dapat lebih akurat dan transparan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen pengurus gereja dalam menerapkan standar akuntansi yang baik, dengan fokus pada peran pendidikan dan pelatihan akuntansi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model sistem informasi akuntansi yang disesuaikan dengan kebutuhan gereja, yang tidak hanya mencatat transaksi keuangan tetapi juga menghasilkan laporan yang informatif bagi jemaat dan pemangku kepentingan lainnya. Ketiga, penting untuk meneliti efektivitas program pelatihan dan pendampingan akuntansi yang diselenggarakan oleh pihak eksternal, seperti Ikatan Akuntan Indonesia, dalam meningkatkan kompetensi pengurus gereja dan kualitas pelaporan keuangan gereja secara keseluruhan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan gereja, sehingga dapat membangun kepercayaan jemaat dan mendukung keberlangsungan program pelayanan gereja.

  1. EVALUASI PENERAPAN PSAK NO. 45 DAN PENGENDALIAN INTERNAL GEREJA DI WILAYAH SURABAYA, SIDOARJO DAN GRESIK... doi.org/10.24123/jbt.v5i1.4453EVALUASI PENERAPAN PSAK NO 45 DAN PENGENDALIAN INTERNAL GEREJA DI WILAYAH SURABAYA SIDOARJO DAN GRESIK doi 10 24123 jbt v5i1 4453
Read online
File size553.31 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test