POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)

Anak tunagrahita memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut, termasuk karies gigi, akibat keterbatasan dalam menjaga kebersihan oral. Salah satu alternatif alami yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies Streptococcus mutans adalah daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.), yang diketahui mengandung senyawa aktif antimikroba, yaitu asam oleanolat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) dengan konsentrasi 0% (kontrol), 5%, 15%, 30%, 70% dan 95% terhadap bakteri karies Streptococcus mutans pada anak tunagrahita. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan Pre-Post Control Design. Sampel berupa swab bakteri dari karies gigi anak tunagrahita di SLB-C Dian Grahita Jakarta Pusat, ditanam dalam media nutrient agar. Cakram kertas dicelupkan pada ekstrak daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) dalam berbagai konsentrasi (0%,5%,15%,30%,70% dan 95%) dengan replikasi sebanyak 5 kali dan zona hambat diukur setelah inkubasi selama 2 x 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 30% mulai menunjukkan rata-rata daya hambat 3,4 mm (kategori lemah), sedangkan konsentrasi 95% menghasilkan rata-rata daya hambat 12 mm (kategori kuat). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (p = 0.000), menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan pada seluruh konsentrasi.

) memiliki daya hambat kuat pada konsentrasi 95% terhadap bakteri Streptococcus mutans gigi anak tunagrahita.Namun, diperlukan uji klinis lanjutan terkait dengan dosis, keamanan, efek samping dan regulasi penggunaan daun Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun Jabon berpotensi sebagai agen antimikroba alami, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan konsistensi dan efektivitasnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas ekstrak daun jabon dalam formulasi obat kumur yang lebih praktis dan mudah digunakan oleh anak-anak tunagrahita, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti palatabilitas dan kemudahan aplikasi. Kedua, penelitian mengenai keamanan penggunaan ekstrak daun jabon secara jangka panjang pada anak-anak tunagrahita perlu dilakukan, termasuk evaluasi potensi efek samping dan interaksi dengan obat-obatan lain. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi senyawa aktif spesifik dalam ekstrak daun jabon yang bertanggung jawab atas aktivitas antimikroba, sehingga dapat dilakukan optimasi formulasi dan pengembangan produk yang lebih efektif dan target.

Read online
File size359.47 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test