UMGUMG
Jurnal Perikanan Pantura (JPP)Jurnal Perikanan Pantura (JPP)Indonesia merupakan salah satu negara penghasil tuna terbesar di dunia, dengan Tanjung Benoa sebagai salah satu pusat pendaratan tuna di Bali. Keberhasilan penangkapan tuna menggunakan pancing ulur sangat dipengaruhi oleh jenis umpan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan jenis umpan terhadap hasil tangkapan tuna (Thunnus spp.) di perairan Tanjung Benoa. Metode yang digunakan adalah experimental fishing dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan tiga perlakuan umpan, yaitu cumi-cumi, ikan layang, dan udang, masing-masing dengan sembilan kali ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis umpan berpengaruh signifikan terhadap jumlah dan berat hasil tangkapan tuna (p<0,05). Umpan cumi-cumi menghasilkan tangkapan tertinggi dengan total 74 ekor (528,24 kg), diikuti ikan layang sebanyak 49 ekor (362,63 kg), sedangkan umpan udang tidak menghasilkan tangkapan. Dengan demikian, cumi-cumi merupakan umpan paling efektif dalam penangkapan tuna menggunakan pancing ulur di perairan Tanjung Benoa.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan jenis umpan pada pancing ulur berpengaruh terhadap hasil tangkapan tuna di Perairan Tanjung Benoa.Cumi-cumi terbukti menjadi jenis umpan yang paling efektif dalam meningkatkan hasil tangkapan tuna dibandingkan dengan ikan layang dan udang.Oleh karena itu, penggunaan umpan cumi-cumi direkomendasikan untuk memaksimalkan hasil tangkapan tuna di wilayah tersebut.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengkaji pengaruh ukuran dan kondisi umpan (segar atau beku) terhadap hasil tangkapan tuna. Selain itu, penting untuk meneliti pengaruh waktu penangkapan dan kedalaman perairan terhadap efektivitas umpan yang digunakan. Studi lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi penggunaan umpan buatan sebagai alternatif umpan alami, serta menganalisis interaksi antara jenis umpan dengan faktor lingkungan seperti suhu air dan arus laut. Pengembangan penelitian mengenai preferensi jenis umpan berdasarkan siklus hidup dan perilaku makan tuna juga akan memberikan wawasan yang berharga bagi nelayan dan pengelola perikanan. Terakhir, penelitian tentang potensi penggunaan teknologi seperti sensor dan pemodelan prediktif untuk menentukan jenis umpan yang paling efektif berdasarkan kondisi perairan secara real-time dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan perikanan tuna di Tanjung Benoa.
| File size | 810.83 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
DINUSDINUS Saat ini media sosial Instagram menjadi ruang pameran bagi sebagian besar fotografer untuk menunjukkan ciri khas dan keindahan objek yang diambilnya, termasukSaat ini media sosial Instagram menjadi ruang pameran bagi sebagian besar fotografer untuk menunjukkan ciri khas dan keindahan objek yang diambilnya, termasuk
MSTI INDONESIAMSTI INDONESIA Daerah pantai Indramayu memiliki sumber daya perikanan yang melimpah namun menghadapi ancaman seperti penangkapan berlebih, polusi laut, dan degradasiDaerah pantai Indramayu memiliki sumber daya perikanan yang melimpah namun menghadapi ancaman seperti penangkapan berlebih, polusi laut, dan degradasi
METROMETRO Forum Selapanan berfungsi sebagai platform pendidikan dan konsolidasi sosial-ekonomi, memperkuat motivasi moral dan solidaritas kolektif. Dampak transformasionalForum Selapanan berfungsi sebagai platform pendidikan dan konsolidasi sosial-ekonomi, memperkuat motivasi moral dan solidaritas kolektif. Dampak transformasional
PRINPRIN Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berupa pelatihan dan coaching langsung, observasi lapangan, wawancara dengan nelayanMetode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berupa pelatihan dan coaching langsung, observasi lapangan, wawancara dengan nelayan
UM MetroUM Metro Pendekatan ini efektif dalam membangun kesadaran akan tanggung jawab lingkungan, dalam menciptakan generasi yang peduli terhadap kelestarian sumber dayaPendekatan ini efektif dalam membangun kesadaran akan tanggung jawab lingkungan, dalam menciptakan generasi yang peduli terhadap kelestarian sumber daya
UNSULBARUNSULBAR Pembangunan sektor pertanian harus memperhatikan keseimbangan ekologi, salah satunya melalui sistem pertanian terintegrasi. Kecamatan Tompobulu, KabupatenPembangunan sektor pertanian harus memperhatikan keseimbangan ekologi, salah satunya melalui sistem pertanian terintegrasi. Kecamatan Tompobulu, Kabupaten
UNSULBARUNSULBAR Metode yang digunakan adalah teknik observasi lapangan dan analisis data deskriptif kualitatif. Selama musim peneluran tahun 2024 (Februari sampai Agustus),Metode yang digunakan adalah teknik observasi lapangan dan analisis data deskriptif kualitatif. Selama musim peneluran tahun 2024 (Februari sampai Agustus),
UMRAHUMRAH Ikan nila (Oreochromis niloticus) menjadi salah satu komoditas perikanan yang memiliki peluang pengembangan sektor perikanan budidaya air tawar jangkaIkan nila (Oreochromis niloticus) menjadi salah satu komoditas perikanan yang memiliki peluang pengembangan sektor perikanan budidaya air tawar jangka
Useful /
UNSULBARUNSULBAR Namun, partisipasi peternak dalam program asuransi ini masih rendah secara keseluruhan. Tingkat partisipasi peternak dipengaruhi oleh beberapa faktor internalNamun, partisipasi peternak dalam program asuransi ini masih rendah secara keseluruhan. Tingkat partisipasi peternak dipengaruhi oleh beberapa faktor internal
UNSULBARUNSULBAR Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Perikanan, Universitas Sulawesi Barat. Benih ikan nila yang digunakan dalam penelitian yaitu 3-5 cm, denganPenelitian dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Perikanan, Universitas Sulawesi Barat. Benih ikan nila yang digunakan dalam penelitian yaitu 3-5 cm, dengan
UMRAHUMRAH adalah bakteri patogen penyebab wabah penyakit yang mematikan dan paling berbahaya dalam budidaya udang. Kandungan hidrogen peroksida dan ion silver dalamadalah bakteri patogen penyebab wabah penyakit yang mematikan dan paling berbahaya dalam budidaya udang. Kandungan hidrogen peroksida dan ion silver dalam
UMRAHUMRAH Sedangkan prevalensi terendah terdapat pada insang dengan nilai prevalensi sebesar 12% termasuk dalam kategori sering. Nilai derajat infeksi terdapat kulitSedangkan prevalensi terendah terdapat pada insang dengan nilai prevalensi sebesar 12% termasuk dalam kategori sering. Nilai derajat infeksi terdapat kulit