4141

Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan KeadilanIus Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan

Artikel ini membahas upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi eksploitasi seksual komersial anak (ESKA) di industri pariwisata sebagai bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sadar akan kekerasan seksual terhadap anak. ESKA sering melibatkan berbagai aktor pariwisata, baik domestik maupun asing, yang menempatkan anak pada posisi yang tidak menguntungkan secara fisik dan mental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk ESKA di Indonesia dan langkah-langkah strategis yang telah diambil Indonesia untuk mencegah ESKA terjadi di sektor pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif, dengan menggunakan prinsip-prinsip doktrinal dan teoritis dalam ilmu hukum, serta bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual dengan merujuk pada konsep, prinsip, dan teori yang relevan dengan isu yang dibahas, serta didasarkan pada beberapa program yang telah diimplementasikan oleh pemerintah dengan memaksimalkan peran berbagai pihak yang bertanggung jawab dalam mencegah kasus ESKA.

Eksploitasi seksual komersial anak (ESKA) di sektor pariwisata merupakan ancaman serius bagi anak-anak bangsa dan memerlukan perhatian khusus.Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk melindungi anak-anak dari ESKA, termasuk melalui program-program seperti Kabupaten/Kota Layak Anak, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), dan Wisata Pedesaan Ramah Anak Bebas Eksploitasi.Upaya-upaya ini sejalan dengan prinsip-prinsip keamanan manusia dan bertujuan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan serta perlindungan anak secara komprehensif.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas program-program perlindungan anak yang telah diimplementasikan, khususnya dalam konteks pariwisata, untuk mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan dan peningkatan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang berkontribusi terhadap kerentanan anak terhadap ESKA di sektor pariwisata, sehingga dapat dirumuskan strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran. Ketiga, penting untuk meneliti peran teknologi digital dan media sosial dalam memfasilitasi ESKA, serta mengembangkan mekanisme untuk mengidentifikasi dan menanggapi kasus-kasus ESKA yang terjadi secara online. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya melindungi anak-anak Indonesia dari ancaman ESKA dan menciptakan lingkungan pariwisata yang aman dan berkelanjutan. Penelitian ini perlu dilakukan dengan pendekatan interdisipliner yang melibatkan ahli hukum, psikologi, sosiologi, dan ilmu komunikasi untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang masalah ini.

Read online
File size811.28 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test