4141
Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan KeadilanIus Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan KeadilanEra Revolusi Industri 4.0 menuntut inovasi yang mahal dan harus dilindungi. Salah satu langkah perlindungan inovasi adalah dengan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Indikasi Geografis sebagai salah satu bentuk Hak Kekayaan Intelektual memiliki nilai ekonomi, sehingga perlu mendapatkan perlindungan hukum. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Yuridis Normatif. Indikasi Geografis adalah tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis, termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi keduanya, memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan. Untuk mendapatkan perlindungan Indikasi Geografis, perlu diajukan permohonan kepada Menteri. Konsep perlindungan terhadap Indikasi Geografis bersifat komunal, sehingga pemohon dapat berasal dari lembaga yang mewakili masyarakat di suatu wilayah geografis tertentu yang memanfaatkan sumber daya alam, barang kerajinan tangan, atau hasil industri, atau dari pemerintah daerah provinsi atau kabupaten/kota.
Indikasi Geografis di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, setelah sebelumnya diatur dalam beberapa undang-undang yang telah dicabut.Indikasi Geografis merupakan tanda yang menunjukkan asal suatu barang atau produk yang memiliki reputasi, kualitas, dan karakteristik khusus karena faktor lingkungan geografis, termasuk alam dan manusia.Perlindungan Indikasi Geografis bersifat komunal dan diberikan setelah pendaftaran resmi, dengan menerapkan asas first to file.
Pertama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 dalam melindungi produk lokal dari klaim pihak asing, terutama di daerah yang memiliki potensi Indikasi Geografis namun belum mendaftarkan produknya. Kedua, penting untuk mengkaji bagaimana lembaga masyarakat lokal dapat diperkuat kapasitasnya dalam mengelola dan mempertahankan hak atas Indikasi Geografis secara kolektif, agar tidak bergantung pada pemerintah daerah semata. Ketiga, perlu dikembangkan model pendampingan hukum berbasis komunitas guna membantu petani atau pelaku usaha mikro di daerah terpencil dalam proses pendaftaran dan penegakan hak Indikasi Geografis, mengingat kompleksitas prosedur dan keterbatasan akses informasi hukum. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi saran dalam paper yang cenderung fokus pada aspek regulasi, dengan menekankan aspek operasional, partisipatif, dan inklusif dalam perlindungan hak komunal. Dengan demikian, perlindungan Indikasi Geografis tidak hanya menjadi kewenangan formal negara, tetapi juga dijalankan secara aktif oleh masyarakat sebagai pemilik sebenarnya dari produk tersebut.
| File size | 93.71 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
4141 Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, pengumpulan data melalui studi pustaka, dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwaPenelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, pengumpulan data melalui studi pustaka, dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
4141 Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki adalah kesepakatan yang mengakhiri konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia.Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki adalah kesepakatan yang mengakhiri konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia.
4141 Keberadaan partai politik lokal di Aceh diakui secara resmi dan sah, sejalan dengan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) antara Pemerintah RepublikKeberadaan partai politik lokal di Aceh diakui secara resmi dan sah, sejalan dengan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) antara Pemerintah Republik
POLNAMPOLNAM Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei melalui lemabaran kuisioner yang dibagikan kepada 35 responden lalu diolah menggunakanMetode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei melalui lemabaran kuisioner yang dibagikan kepada 35 responden lalu diolah menggunakan
PELITABANGSAPELITABANGSA Bagian utama pendukung bangunan seperti pondasi, balok, pelat lantai, dinding, atap, dan sistem struktur menjadi objek kajian, serta perubahan lingkunganBagian utama pendukung bangunan seperti pondasi, balok, pelat lantai, dinding, atap, dan sistem struktur menjadi objek kajian, serta perubahan lingkungan
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Analisis ini meliputi tinjauan terhadap peraturan perundang-undangan terkait, studi kasus, serta teori perlindungan hukum dan data pribadi. PerlindunganAnalisis ini meliputi tinjauan terhadap peraturan perundang-undangan terkait, studi kasus, serta teori perlindungan hukum dan data pribadi. Perlindungan
4141 Namun, yang terpenting untuk dipahami adalah ketentuan hukum Islam yang berlaku di Indonesia memerlukan urgensi kesetaraan hukum dan untuk menutupi kekosonganNamun, yang terpenting untuk dipahami adalah ketentuan hukum Islam yang berlaku di Indonesia memerlukan urgensi kesetaraan hukum dan untuk menutupi kekosongan
4141 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan kewenangan pengadilan negeri dalam memeriksa dan memutus sengketa bisnis yang mengandungPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan kewenangan pengadilan negeri dalam memeriksa dan memutus sengketa bisnis yang mengandung
Useful /
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Program psikoedukasi yang melibatkan diskusi interaktif dan simulasi terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan keterampilan remaja dalam mengenali sertaProgram psikoedukasi yang melibatkan diskusi interaktif dan simulasi terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan keterampilan remaja dalam mengenali serta
UNKRISWINAUNKRISWINA Seluruh siswa IPA kelas XII SMA Negeri 3 Waingapu pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 mengikuti penelitian ini. Sampel penelitian ini adalah 36Seluruh siswa IPA kelas XII SMA Negeri 3 Waingapu pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 mengikuti penelitian ini. Sampel penelitian ini adalah 36
UNKRISWINAUNKRISWINA Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan duaJenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan dua
POLNAMPOLNAM Metode yang digunakanan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik ini digunakan untuk mengetahui pengelola pemeliharaan dan perawatan terhadap gedung. DariMetode yang digunakanan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik ini digunakan untuk mengetahui pengelola pemeliharaan dan perawatan terhadap gedung. Dari