UBHARAJAYAUBHARAJAYA

JURNAL DARING MAHASISWA KOMUNIKASIJURNAL DARING MAHASISWA KOMUNIKASI

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Detik.com dan Okezone.com dalam membingkai berita sidang gugatan kasus proyek reklamasi pantai utara Jakarta, selain itu untuk mengetahui bagaimana media Detik.com dan Okezone.com dalam melihat Objektivitas pemberitaan dalam kasus ini. Dua media online ini dipilih sebagai sasaran penelitian dikarenakan media Detik.com adalah media yang memiliki pengguna situs berita online terbanyak di Indonesia, selain itu media ini terlihat lebih pro terhadap reklamasi. Sedangkan Okezone.com adalah media yang di miliki oleh Hary Tanoesoedibjo dimana media ini bertolak belakang dengan pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis framing model Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki. Penelitian dilakukan dengan mengamati teks media menggunakan empat struktur analisis framing, yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil analisis framing terhadap teks berita memperlihatkan kedua media online ini berbeda. Detik.com lebih menekankan kepada sisi humanis tetapi tidak meninggalkan sisi keberimbangan berita. Sedangkan Okezone.com lebih ke sisi humanis namun latar belakang media itu sendiri lebih mempengaruhi isi pemberitaan yang memperlihatkan lebih ke pro nelayan dalam membingkai pemberitaan Sidang Gugatan Kasus Proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta. Hal ini dapat terlihat dengan cara pemilihan narasumber, latar infomasi dan penyeleksian isu serta penggunaan kata atau kalimat untuk menegaskan sebuah ide dan pandangan tertentu. Hasil analisis di pemberitaan Sidang Gugatan Kasus Proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta ini terlihat Detik.com lebih berimbang dibandingkan Okezone.com.

Dari hasil analisis pembingkaian menggunakan model Pan dan Kosicki, terhadap berita mengenai pemberitaan Kasus proyek reklamasi pantai Utara Jakarta edisi 16 Maret 2017 di media online Detik.com maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut.com dari hasil framing disimpulkan cukup berimbang dikarenakan media ini memberikan pemberitaan kasus proyek reklamasi pantai utara ini melihat dari dua narasumber yang berbeda.Sehingga cara pandang wartawan melihat polemik reklamasi cukup objektif tidak memihak dari kedua belah pihak hal ini terlihat dari hasil framing dan hasil wawancara terhadap narasumber.Pemberitaan yang disajikan lebih mengutamakan sisi humanis dimana pemberitaan lebih melihat bagaimana sikap masyarakat, tetapi keberimbangan media lebih diutamakan dalam pemberitaan kasus ini.com dalam pemberitaan kasus proyek reklamasi ini lebih memihak terhadap nelayan dan juga mengedepankan sisi humanis namun back ground media lebih mempengaruhi isi pemberitaan yang disajikan hal ini dapat terlihat dari pemilihan judul, narasumber dan isi pemberitaan yang lebih mengkritisi proyek ini.com lebih terlihat objektif hal ini di karenakan media ini memberitakan dalam dua sudut pandang yaitu pihak nelayan dan pihak pemrov DKI Jakarta.com lebih tidak objektif hal ini bisa terlihat dari isi pemberitaan, narasumber yang dipilih dan sudut pandang terhadap para nelayan.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Meneliti lebih dalam bagaimana pengaruh ideologi media dalam pemberitaan yang dihasilkan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti latar belakang media dan pandangan politiknya. 2. Melakukan analisis framing pada edisi-edisi berita yang lebih luas, mencakup dua hingga tiga edisi, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang pembingkaian media dalam topik tertentu. 3. Mengembangkan penelitian framing dengan melibatkan media online baru seperti suara.com atau merdeka.com, yang dapat memberikan perspektif yang lebih beragam dan kontribusi bagi penelitian selanjutnya.

Read online
File size458.12 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test