UNPARUNPAR
Prosiding Seminar Nasional Fakultas Kedokteran Universitas Palangka RayaProsiding Seminar Nasional Fakultas Kedokteran Universitas Palangka RayaGlukosa darah merupakan sumber energi utama saat berolahraga terutama pada olahraga daya tahan seperti bersepeda, oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran kadar korstisol serum sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa latihan bersepeda sejauh 30 km. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar kortisol serum setelah event bersepeda 30 km pada komunitas pesepeda di Makassar. Metode penelitian adalah quasi eksperimental dengan desain one group pre-test post-test. Pemilihan sampel dengan metode purposive sampling dengan memenuhi kriteria inklusi berupa pesepeda aktif, lama bersepeda lebih dari satu tahun, pria berusia 30-60 tahun, bersedia diambil sampel darah. Kriteria eklusi berupa memiliki riwayat penyakit kardiovaskular dan riwayat hipertensi. Sebanyak 30 orang responden yang dikumpulkan pada suatu waktu untuk pemeriksaan kesehatan awal serta pengambilan darah (pretest). Seminggu kemudian dilakukan event bersepeda sejauh 30 km. Setelah selesai event, responden kembali diperiksa tanda vital dan pengambilan darah kemudian (posttest). Darah yang terkumpul disentrifuse untuk memperoleh serum. Lalu serum diperiksa dengan metode ELISA menggunakan kit kortisol. Hasil, terjadi penurunan kadar kortisol serum secara bermakna sebesar -1,93 µg/dL dari 13,33 µg/dL menjadi 11,34 µg/dL (-14,19%) setelah bersepeda sejauh 30 km. Kesimpulan terdapat perbedaan antara kadar kortisol pretest dan posttest sehingga disimpulkan bahwa bersepeda sejauh 30 km dapat menurunkan kadar kortisol pada pesepeda.
Event bersepeda sejauh 30 km dapat menurunkan kadar kortisol pada pesepeda rekreasi.Ini dapat menjadikan jarak bersepeda sejauh 30 km pada pesepeda rekreasi sebagai alternatif jarak yang aman untuk ditempuh.
Penelitian lanjutan dapat memperkaya pemahaman kita tentang hubungan antara aktivitas bersepeda dan respons stres tubuh, khususnya kortisol. Salah satu arah studi yang menarik adalah menyelidiki bagaimana variasi intensitas dan jarak bersepeda yang berbeda memengaruhi kadar kortisol serum. Misalnya, bisakah kita membandingkan efek bersepeda sejauh 15 km, 30 km, dan 60 km pada kelompok pesepeda yang berbeda, atau bahkan menguji intensitas latihan yang bervariasi (ringan, sedang, berat) untuk melihat apakah ada pola respons kortisol yang optimal atau ambang batas tertentu? Selain itu, penting juga untuk memperluas cakupan subjek penelitian dengan melibatkan beragam kelompok demografi, seperti pesepeda wanita, individu dari rentang usia yang lebih muda atau lebih tua, atau mereka dengan kondisi kesehatan tertentu seperti kelebihan berat badan atau riwayat penyakit kronis. Ini akan membantu kita memahami apakah efek penurunan kortisol ini bersifat universal atau ada perbedaan respons antar kelompok. Akhirnya, studi jangka panjang diperlukan untuk menilai apakah bersepeda secara rutin dapat menghasilkan adaptasi fisiologis yang berkelanjutan terhadap respons stres. Penelitian semacam ini dapat mengamati perubahan kadar kortisol basal serta respons kortisol terhadap latihan setelah periode latihan yang konsisten, misalnya selama beberapa minggu atau bulan. Dengan demikian, kita bisa memahami mekanisme adaptasi tubuh secara lebih mendalam dan mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang manfaat bersepeda dalam mengelola stres.
| File size | 335.88 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Emotional Intelligence dengan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipeHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Emotional Intelligence dengan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe
HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA Intervensi berupa penyuluhan dengan media poster efektif dalam meningkatkan pemahaman keluarga. Pendidikan kesehatan yang sederhana dan visual dapat menjadiIntervensi berupa penyuluhan dengan media poster efektif dalam meningkatkan pemahaman keluarga. Pendidikan kesehatan yang sederhana dan visual dapat menjadi
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA The intervention included health education, handwashing and toothbrushing demonstrations, quizzes, and drawing-based empowerment activities. The resultsThe intervention included health education, handwashing and toothbrushing demonstrations, quizzes, and drawing-based empowerment activities. The results
UNNUUNNU Adolescents who suffer from anaemia can experience changes in their ability to focus on learning, decreased levels of physical fitness, and growth problemsAdolescents who suffer from anaemia can experience changes in their ability to focus on learning, decreased levels of physical fitness, and growth problems
UNNUUNNU Tujuan workshop dan pendampingan identifikasi produk pada jurusan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura untuk menyiapkan para guru untuk mendidikTujuan workshop dan pendampingan identifikasi produk pada jurusan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura untuk menyiapkan para guru untuk mendidik
UNNUUNNU 000 < 0. 05 antara hasil pre-test dan post-test. Ini menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna terhadap hasil pre-test dan post-test mengenai materi000 < 0. 05 antara hasil pre-test dan post-test. Ini menunjukkan terdapat pengaruh yang bermakna terhadap hasil pre-test dan post-test mengenai materi
UNNUUNNU Edukasi cuci tangan dengan demonstrasi diiringi musik pada anak-anak membantu meningkatkan kemampuan anak usia sekolah dalam melakukan cuci tangan sehinggaEdukasi cuci tangan dengan demonstrasi diiringi musik pada anak-anak membantu meningkatkan kemampuan anak usia sekolah dalam melakukan cuci tangan sehingga
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Penyampaian materi dilakukan dengan cara presentasi dengan memanfaatkan teknologi audio visual serta dilengkapi dengan penyampaian bahan ajar edukasi yangPenyampaian materi dilakukan dengan cara presentasi dengan memanfaatkan teknologi audio visual serta dilengkapi dengan penyampaian bahan ajar edukasi yang
Useful /
IMPERIUMINSTITUTEIMPERIUMINSTITUTE Penelitian ini menyimpulkan bahwa penempatan produk Coffee candy dalam drama Korea secara signifikan meningkatkan citra merek dan kesadaran merek. PenempatanPenelitian ini menyimpulkan bahwa penempatan produk Coffee candy dalam drama Korea secara signifikan meningkatkan citra merek dan kesadaran merek. Penempatan
4141 Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Adapun teknik sampel yang digunakan yaitu dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden yang digunakanPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Adapun teknik sampel yang digunakan yaitu dengan teknik purposive sampling. Jumlah responden yang digunakan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Pendekatan ini memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam program kesehatan reproduksi remaja dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasiPendekatan ini memiliki potensi untuk diintegrasikan ke dalam program kesehatan reproduksi remaja dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi
IMPERIUMINSTITUTEIMPERIUMINSTITUTE Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan transkrip wawancara dan catatan dari observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Syariah IndonesiaData yang dikumpulkan dianalisis menggunakan transkrip wawancara dan catatan dari observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Syariah Indonesia