SEANINSTITUTESEANINSTITUTE

INFOKUMINFOKUM

Penelitian ini menganalisis transmisi narasi gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Sulawesi yang dipimpin oleh Kahar Muzakkar (1953-1965) ke dalam ideologi kelompok teroris kontemporer di wilayah tersebut. Dengan menggunakan metode historis dalam kerangka Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini mengungkapkan mekanisme transmisi melalui jaringan kekerabatan, pendidikan informal, dan peredaran literatur yang memitologisasi sejarah perlawanan ini. Temuan menunjukkan bahwa narasi DI/TII telah disesuaikan dan disintesiskan dengan ideologi transnasional seperti ISIS, menghasilkan legitimasi historis-emosional bagi kelompok seperti Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Proses glokalisasi jihad ini mengonfirmasi bahwa pendekatan kontra-terorisme di Sulawesi harus mempertimbangkan secara kritis akar-akar historis dan memori konflik lokal, selain menanggapi narasi global.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindakan teroris kontemporer di Sulawesi tidak dapat dipahami hanya sebagai produk ideologi transnasional yang diimpor seperti ISIS, tetapi sebagai hasil dari proses transmisi narasi yang panjang dan kompleks, di mana narasi, simbol, dan memori kolektif pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di bawah Kahar Muzakkar (1953-1965) telah dibangkitkan kembali, disesuaikan, dan disintesiskan dengan diskursus jihad global.Melalui saluran seperti keluarga, pendidikan informal, peredaran literatur, dan aktivitas ideologis, narasi perlawanan terhadap negara yang dianggap sekuler dan ideal untuk mendirikan negara Islam telah berhasil ditransmisikan dari generasi ke generasi, memberikan dasar historis dan emosional yang mendalam untuk legitimasi kelompok seperti Mujahidin Indonesia Timur (MIT).Proses glokalisasi di mana ideologi transnasional disuntikkan ke dalam narasi lokal yang sudah memiliki daya tarik menjelaskan mengapa radikalisme kekerasan terus berkembang di wilayah tersebut, sekaligus mengungkapkan kelemahan pendekatan kontra-terorisme yang hanya fokus pada dekonstruksi narasi global tanpa mengatasi akar historis traumatis yang lokal.Oleh karena itu, upaya perdamaian dan pencegahan terorisme di Sulawesi di masa depan harus melibatkan secara kritis reinterpretasi inklusif, membuka ruang untuk dialog tentang memori kolektif yang bermasalah, dan menawarkan narasi alternatif yang lengkap tentang DI/TII dan konsekuensinya, sehingga luka-luka historis lama tidak terus-menerus dieksploitasi untuk memperpanjang siklus kekerasan baru.

Untuk memahami kompleksitas terorisme di Sulawesi, penelitian lanjutan dapat fokus pada studi kasus kelompok-kelompok teroris lokal seperti MIT, meneliti lebih dalam bagaimana narasi DI/TII disesuaikan dan disintesiskan dengan ideologi global. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran pendidikan informal dan literatur dalam memfasilitasi transmisi narasi ini. Dengan memahami transmisi narasi ini, upaya deradikalisasi dan kontra-terorisme dapat menjadi lebih efektif dan sensitif terhadap konteks lokal.

  1. Muslim-Christian Conflict and the Rise of Laskar Jihad: Tracing Islamophobia in Central Sulawesi –... doi.org/10.21043/QIJIS.V10I2.8776Muslim Christian Conflict and the Rise of Laskar Jihad Tracing Islamophobia in Central Sulawesi Ae doi 10 21043 QIJIS V10I2 8776
  2. Kitab Keagamaan, Fundamentalisme dan Pemberontakan: Analisis Peran Kahar Muzakar dalam Gerakan DI/TII... ejournal.uksw.edu/sami/article/view/8564Kitab Keagamaan Fundamentalisme dan Pemberontakan Analisis Peran Kahar Muzakar dalam Gerakan DI TII ejournal uksw edu sami article view 8564
Read online
File size219.34 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test