UNESAUNESA

Jurnal Manajemen InformatikaJurnal Manajemen Informatika

Pengelolaan inventaris barang hasil penertiban oleh Satpol PP Kota Surabaya mengalami beberapa kendala, khususnya terkait dengan sistem yang digunakan dalam mencatat dan pengelolaan barang di gudang. Berdasarkan hasil analisis pada sistem E-Gudang sebelumnya, Usability sistem E-Gudang mencapai skor 64 yang mana masuk kategori Poor, sehingga signifikan. Untuk mengindikasikan perlunya perbaikan mengatasi masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Barang Teratur (SIBATUR) berbasis website. Melalui website ini dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan inventaris barang dengan fokus pada perbaikan usability. Pengembangan ini menggunakan metode ABC Analysis untuk mengelompokkan barang inventaris ke dalam tiga kategori yakni A,B, dan C. Pengujian terhadap sistem SIBATUR dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing dan kuesioner SUS untuk mengevaluasi peningkatan usability. Hasilnya SIBATUR telah berhasil memenuhi tujuan utamanya, yakni meningkatkan efisiensi dalam mekanisme pencatatan barang dan memperbaiki kelemahan pada sistem E-Gudang.

Berdasarkan proses pengembangan dan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Sistem Barang Teratur (SIBATUR) berbasis website yang diterapkan di Satpol PP Kota Surabaya berhasil meningkatkan efisiensi dalam mekanisme pencatatan barang masuk dan keluar di gudang Tanjungsari milik Satpol PP Kota Surabaya.Sistem ini mampu menggantikan sistem yang telah ada sebelumnya yakni E-Gudang yang masih memiliki keterbatasan dalam operasionalnya seperti pencatatn manual, keterbatasan fitur pelaporan, serta tidak adanya klasifikasi prioritas barang.Melalui wawancara yang telah dilakukan oleh petugas gudang dan admin bidang Sekretariat, ditemukan beberapa permasalahan yang menjadi pengembangan SIBATUR, seperti tidak adanya pencatatan barang keluar, informasi data jumlah barang yang tidak berfungsi dengan baik, dan laporan data barang.Adanya permasalahan tersebut telah diatasi dalam website SIBATUR dengan struktur menu yang lebih terorganisir dan berfungsi dengan baik.Dari sisi usability, hasil pengujian menggunakan System Usability Scale (SUS) menunjukkan hasil skor 70.5, yang masuk dalam kategori Good atau Baik.Sedangkan pada pengujian Blackbox Testing menujukkan bahwa hasil pengujian mendapatkan nilai 100% karena fungsi telah berhasil dilakukan.Hal ini menandakan bahwa sistem mudah digunakan dan diterima dengan baik oleh pengguna.Selain itu, adanya penerapan metode ABC Analysis juga terbukti membantu dalam penataan barang di gudang secara sistematis dan efektif di gudang Tanjungsari, sehingga hal ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat dalam manajemen inventaris.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Fokus pada aspek pemeliharaan sistem secara berkala untuk memastikan performa website tetap stabil dan manajemen data agar tidak terjadi penumpukan informasi. (2) Pertimbangkan peningkatan kapasitas penyimpanan, khususnya untuk dokumentasi visual barang, jika di kemudian hari data terus meningkat akibat terjadinya penertiban. (3) Mengembangkan fitur-fitur tambahan seperti sistem notifikasi dan pengingat untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen inventaris.

  1. Sistem Informasi Kepegawaian Mengunakan Metode Agile Development di CV. Angkasa Raya | Jurnal Teknologi... doi.org/10.34010/jati.v12i1.6622Sistem Informasi Kepegawaian Mengunakan Metode Agile Development di CV Angkasa Raya Jurnal Teknologi doi 10 34010 jati v12i1 6622
Read online
File size819.84 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test