UMSUMS

Indigenous: Jurnal Ilmiah PsikologiIndigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi

Latar Belakang: Bukti mengenai efektivitas Terapi Naratif masih terbatas dan bervariasi di berbagai kelompok usia, kondisi psikologis, dan konteks budaya; oleh karena itu, tinjauan sistematis diperlukan untuk mengintegrasikan temuan dari berbagai studi guna pemahaman yang lebih komprehensif. Tujuan: Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Terapi Naratif dalam mengurangi masalah psikologis di semua kelompok usia berdasarkan bukti dari studi yang telah diterbitkan sebelumnya. Metode: Sebuah tinjauan sistematis dilakukan terhadap 20 artikel dengan desain Uji Coba Terkontrol Acak (RCT) yang diperoleh dari database akademik utama. Pemilihan studi dilakukan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Partisipan penelitian meliputi anak-anak (≤17 tahun), remaja (18–25 tahun), dewasa (26–59 tahun), dan lansia (≥60 tahun) dari berbagai pengaturan klinis dan komunitas di berbagai negara. Hasil: Dari 20 studi yang dianalisis, 18 menunjukkan hasil yang signifikan (p < .05) dengan ukuran efek sedang hingga besar (Cohens d = .5–1.6), sementara 2 studi tidak signifikan. Nilai p tertinggi yang tercatat adalah .019, dan nilai t tertinggi adalah −9.46 (p < .001). Efektivitas terbesar diamati pada anak-anak dengan kecemasan dan penyintas trauma, disertai peningkatan efikasi diri, citra diri, hubungan sosial, dan kualitas hidup. Kesimpulan: Terapi Naratif efektif dalam mengurangi gejala psikologis seperti depresi, kecemasan, PTSD, dan kesepian, sekaligus meningkatkan efikasi diri, citra diri, dan kualitas hidup di berbagai usia dan budaya. Terapi ini fleksibel, adaptif, dan relevan untuk praktik keperawatan psikiatri, menjadikannya intervensi berbasis bukti yang direkomendasikan baik di pengaturan klinis maupun komunitas. Temuan ini memiliki implikasi praktis untuk layanan kesehatan mental dan pengembangan kebijakan dalam konteks pasca-pandemi, terutama di pengaturan dengan sumber daya terbatas.

Tinjauan komprehensif ini menunjukkan bahwa Terapi Naratif efektif dalam mengurangi masalah psikologis seperti depresi, kecemasan, PTSD, dan kesepian, sekaligus meningkatkan efikasi diri, citra diri, dan kualitas hidup di berbagai usia dan budaya.Proses perubahannya melibatkan refleksi naratif, restrukturisasi kognitif, dan pemberdayaan individu untuk menemukan makna hidup, yang berkontribusi pada pembangunan identitas positif dan resiliensi emosional.Oleh karena itu, Terapi Naratif direkomendasikan sebagai pendekatan berbasis bukti yang adaptif dan relevan untuk praktik keperawatan jiwa, cocok untuk diterapkan di lingkungan klinis maupun komunitas.

Penelitian lanjutan mengenai efektivitas Terapi Naratif dapat menjelajahi beberapa arah yang krusial untuk memperdalam pemahaman dan praktik klinisnya. Pertama, mengingat ulasan ini menemukan sebagian besar studi bersifat jangka pendek, sangat penting untuk melakukan studi kohort longitudinal yang lebih besar guna mengukur keberlanjutan efek Terapi Naratif terhadap resiliensi emosional dan efikasi diri pada individu, setidaknya satu hingga dua tahun pasca-intervensi. Ini akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung pemeliharaan hasil positif dan apakah manfaatnya berkurang seiring waktu, yang belum sepenuhnya terjawab. Kedua, meskipun ulasan ini menyentuh mekanisme perubahan seperti refleksi naratif dan pemberdayaan, ada kebutuhan mendesak untuk secara eksplisit menguji peran mediasi perubahan identitas dan peningkatan efikasi diri dalam hubungan antara partisipasi terapi dan perbaikan gejala psikologis. Studi uji coba terkontrol acak (RCT) dengan pengukuran mediator yang cermat dapat mengungkap bagaimana proses internal ini memengaruhi hasil terapi pada berbagai kelompok usia dan kondisi. Ketiga, mengingat variasi konteks budaya dan kurangnya pertimbangan terhadap pengaruh sosioekonomi dalam beberapa studi, penelitian masa depan harus fokus pada pengembangan dan evaluasi Terapi Naratif yang diadaptasi secara budaya. Penting untuk membandingkan efektivitas adaptasi spesifik di antara populasi dengan latar belakang sosioekonomi yang beragam, khususnya di lingkungan dengan sumber daya terbatas, untuk memastikan relevansi dan aksesibilitas terapi yang lebih luas. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya akan memperkaya basis bukti Terapi Naratif, tetapi juga memandu pengembangan intervensi yang lebih personal, berkelanjutan, dan relevan secara sosial.

  1. Effectiveness of Narrative Therapy in Addressing Psychological Challenges: A Systematic Review of Randomised... journals2.ums.ac.id/indigenous/article/view/13778Effectiveness of Narrative Therapy in Addressing Psychological Challenges A Systematic Review of Randomised journals2 ums ac indigenous article view 13778
  2. The Association Between Trauma Centrality and Posttraumatic Stress Among Syrian Refugees: The Impact... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0886260520926311The Association Between Trauma Centrality and Posttraumatic Stress Among Syrian Refugees The Impact journals sagepub doi 10 1177 0886260520926311
Read online
File size495.81 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test