HKBPHKBP

Jurnal Psikologi Universitas HKBP NommensenJurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan makna hidup. Mahasiswa akhir yang berada dalam kategori remaja akhir memiliki dua tuntutan, pertama dalam lingkup non-akademik, yaitu pencarian makna hidup, dan dalam lingkup akademik, yaitu penyelesaian tugas akhir. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan hubungan antara self-efficacy dan makna hidup pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 102 orang mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self-efficacy dan makna hidup. Temuan ini mengimplikasikan bahwa self-efficacy memiliki peran penting terhadap makna hidup, di mana keberadaan self-efficacy memudahkan individu dalam menemukan makna hidupnya.

Terdapat hubungan antara self-efficacy dengan makna hidup pada mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan skripsi.Semakin tinggi self-efficacy individu, maka semakin tinggi pula makna hidup yang dirasakannya.Sebaliknya, semakin rendah self-efficacy, maka semakin rendah pula makna hidup yang dimiliki.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh jurusan kuliah terhadap hubungan antara self-efficacy dan makna hidup, mengingat bahwa tuntutan akademik dan lingkungan belajar bisa sangat berbeda antar disiplin ilmu. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran jenis kelamin dalam dinamika tersebut, karena laki-laki dan perempuan mungkin memiliki cara berbeda dalam menghadapi stres akademik dan pencarian makna hidup. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian komparatif lintas universitas untuk melihat pengaruh budaya kampus terhadap perkembangan self-efficacy dan pencarian makna hidup, sehingga dapat diketahui apakah dukungan institusi memperkuat atau melemahkan hubungan keduanya. Penelitian lanjutan juga perlu mengontrol variabel-variabel tersebut agar hasilnya lebih mendalam dan generalisasi temuan lebih kuat. Dengan pendekatan yang lebih terkontrol dan komparatif, diharapkan bisa ditemukan faktor-faktor situasional yang memperkuat atau menghambat terbentuknya self-efficacy dan pencarian makna hidup pada mahasiswa akhir. Mengetahui faktor-faktor ini akan membantu dalam merancang intervensi psikologis yang lebih tepat sasaran. Penelitian juga bisa melihat bagaimana pengalaman menulis skripsi secara langsung memengaruhi perubahan self-efficacy dan makna hidup dari waktu ke waktu. Pendekatan longitudinal sangat penting untuk memahami perkembangan dinamis kedua konstruk tersebut. Dengan begitu, kampus bisa lebih proaktif dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa selama masa transisi akhir studi.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0003-066X.54.5.317APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0003 066X 54 5 317
Read online
File size198.08 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test