4141

Jurnal Bisnis Dan Kajian Strategi ManajemenJurnal Bisnis Dan Kajian Strategi Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis . Populasi penelitian ini berjumlah 976 siswa dan siswi SMK Negeri 1 Pati serta jumlah sampel yang diteliti sebanyak 120 siswa dengan menggunakan metode purposive sampling, dan data diolah menggunakan AMOS 24. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha. Terdapat pengaruh negatif tetapi tidak signifikan antara variabel motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel self efficacy terhadap minat berwirausaha. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel pengetahuan kewirausahaan dan motivasi berwirausaha terhadap self efficacy.

Pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha, artinya semakin tinggi pengetahuan kewirausahaan siswa, semakin tinggi pula minat mereka untuk berwirausaha.Motivasi berwirausaha berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap minat berwirausaha, yang menunjukkan bahwa motivasi tinggi belum tentu meningkatkan minat karena adanya ketakutan terhadap risiko dan keterbatasan modal.Self efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha dan juga menjadi mediator yang memperkuat pengaruh pengetahuan dan motivasi kewirausahaan terhadap minat berwirausaha.

Pertama, perlu diteliti bagaimana ketakutan terhadap risiko dan kegagalan secara spesifik memengaruhi motivasi dan minat berwirausaha siswa SMK, agar dapat dikembangkan program pelatihan mental kewirausahaan yang lebih efektif. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang dampak pendampingan usaha dan akses permodalan mikro terhadap penguatan self efficacy dan minat berwirausaha di kalangan siswa SMK yang memiliki motivasi tinggi namun terkendala sumber daya. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran mata pelajaran kewirausahaan di sekolah dalam membangun pengetahuan dan kepercayaan diri siswa, termasuk model pembelajaran apa yang paling efektif dalam mengintegrasikan teori dan praktik langsung. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai faktor psikologis dan struktural yang memengaruhi minat berwirausaha, sehingga kebijakan dan kurikulum pendidikan vokasi dapat dirancang lebih tepat sasaran. Dengan memahami akar penyebab kurangnya minat berwirausaha, sekolah dan pemerintah daerah dapat merancang intervensi yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun keyakinan diri dan dukungan nyata bagi calon wirausaha muda. Fokus pada aspek emosional dan praktis dari kewirausahaan diharapkan dapat mengubah persepsi siswa bahwa berwirausaha bukan hanya pilihan terakhir, melainkan jalur karier yang layak dan dapat dijangkau. Penelitian lanjutan sebaiknya melibatkan pendekatan kualitatif mendalam untuk memahami pengalaman pribadi siswa, serta studi longitudinal untuk melihat perkembangan minat dari waktu ke waktu. Selain itu, penting untuk mengevaluasi efektivitas program inkubator bisnis sekolah atau pelatihan berbasis proyek nyata dalam meningkatkan self efficacy. Kolaborasi antara sekolah, dunia usaha, dan lembaga keuangan mikro bisa menjadi fokus penelitian berikutnya untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang mendukung. Dengan demikian, penelitian ke depan tidak hanya menguji hubungan variabel, tetapi juga memberikan solusi berbasis bukti untuk memperkuat kesiapan berwirausaha lulusan SMK.

Read online
File size631.91 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test