STTBEREASTTBEREA

LOGIA: Jurnal Teologi PentakostaLOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta

Keadaan politik pada masa Intertestamental tidak dapat dipisahkan dari keadaan politik di Perjanjian Lama, dan sangat berpengaruh pada keadaan politik di Perjanjian Baru. Keadaan politik juga membentuk konsep Bangsa Israel tentang Mesias dan kerajaan Mesianik yang sudah dijanjikan oleh para Nabi sebelum akhirnya Tuhan seolah diam pada masa intertestamental. Kondisi politik yang berubah ubah sangat mempengaruhi pemikiran bangsa Israel. Perubahan kekuasaan dari Persia ke Romawi membuat bangsa Israel mengharapkan sosok Mesias seperti Alexander Agung atau raja raja lain. Helenisme yang ada membuat bangsa Israel meyakini bahwa Mesias akan menyatukan Israel yang sudah terpecah. Gerakan Makabe yang sempat meledak, membuat bangsa Israel mengharapkan ada pemulihan harga diri sebagai sebuah bangsa pilihan. Namun konsep kerajaan Mesianik seperti itu ternyata tidak terjadi dan kenyataannya Yesus sang Mesias datang untuk menaklukkan dosa, menyatukan manusia dalam kebenaran, memulihkan hubungan dengan Allah dan membangun kerajaan Allah bagi manusia.

Kondisi politik bangsa Israel sangat mempengaruhi konsep mereka tentang Mesias dan Kerajaan Mesianik-Nya.Kondisi politik pada perjanjian lama menimbulkan pengharapan akan kehadiran Mesias sesuai dengan Nubuatan para Nabi.Kondisi Politik di zaman Intertestamental membentuk konsep pengharapan bangsa Israel terhadap Mesias, yaitu sang Mesias akan menjadi Penakluk, Pemersatu, dan Pemulih.Pada akhirnya, Yesus datang bukan sebagai Mesias yang diharapkan, melainkan sebagai Mesias yang menaklukkan dosa, memulihkan hubungan dengan Allah, dan membawa kerajaan Allah.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana konsep kerajaan Mesianik yang berkembang pada masa Intertestamental memengaruhi interpretasi terhadap Yesus sebagai Mesias dalam berbagai denominasi Kristen. Selain itu, studi komparatif mengenai dampak politik dan sosial dari kekaisaran Romawi terhadap perkembangan gerakan-gerakan keagamaan pada masa itu, termasuk gerakan Yahudi dan Kristen awal, dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam. Terakhir, penelitian mengenai bagaimana konsep Mesias dalam tradisi Yahudi kontemporer dipengaruhi oleh sejarah politik dan teologis masa Intertestamental juga akan sangat menarik. Penelitian-penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode sejarah kritis, analisis tekstual, dan pendekatan sosiologis untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang kompleksitas hubungan antara politik, agama, dan harapan mesianik dalam konteks sejarah dan budaya yang berbeda.

  1. Pengaruh Keadaan Politik Terhadap Konsep Kerajaan Mesianik Pada Masa Intertestamental | Miraji |. pengaruh... sttberea.ac.id/e-journal/index.php/logia/article/view/47Pengaruh Keadaan Politik Terhadap Konsep Kerajaan Mesianik Pada Masa Intertestamental Miraji pengaruh sttberea ac e journal index php logia article view 47
Read online
File size754.47 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test