UNIGALUNIGAL

Jurnal Keperawatan GaluhJurnal Keperawatan Galuh

Jerawat merupakan masalah kulit yang umum terjadi pada remaja dan dapat memengaruhi kepercayaan diri serta kesehatan kulit. Salah satu faktor eksternal yang diduga berperan terhadap timbulnya jerawat adalah perilaku perlindungan terhadap sinar matahari (sun protection behavior), yang mencakup penggunaan tabir surya, pakaian pelindung, serta kebiasaan menghindari paparan sinar matahari langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sun protection behavior dengan kejadian acne vulgaris pada siswa Sekolah Menengah Pertama di Jatinangor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Jatinangor pada tahun 2025 dengan jumlah responden sebanyak 295 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Sun Protection Behavior Scale (SPBS) dan kuesioner Global Acne Grading Systems (GAGS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki perilaku perlindungan terhadap sinar matahari dalam kategori tinggi dan mengalami jerawat dalam kategori ringan. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai r = −0,065 dan p = 0,265, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sun protection behavior dengan kejadian acne vulgaris. Dapat disimpulkan bahwa munculnya jerawat lebih banyak dipengaruhi oleh faktor internal, seperti perubahan hormon dan kebersihan wajah, dibandingkan faktor eksternal berupa paparan sinar matahari. Diperlukan edukasi berkelanjutan mengenai perawatan kulit agar kesadaran remaja dalam menjaga kesehatan kulit dapat meningkat sejak dini.

Siswa SMPN 1 Jatinangor menunjukkan sun protection behavior dalam kategori tinggi, meskipun penerapannya belum sepenuhnya konsisten, terutama pada siswa laki-laki yang kurang dibandingkan perempuan.Tingkat acne vulgaris berada pada kategori ringan dan lebih dipengaruhi oleh faktor internal seperti perubahan hormon, produksi sebum, kebersihan wajah, serta pola hidup remaja.Hasil penelitian menegaskan bahwa perilaku perlindungan terhadap sinar matahari tidak menjadi faktor dominan dalam timbulnya jerawat, menekankan sifat multifaktorial acne vulgaris yang melibatkan interaksi faktor fisiologis, kebiasaan perawatan kulit, dan gaya hidup.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor eksternal lain seperti pengaruh pola makan atau aktivitas fisik terhadap kejadian jerawat. Selain itu, perlu dilakukan studi banding antara remaja di wilayah semi-perkotaan dan perkotaan untuk memahami perbedaan kontribusi lingkungan terhadap kondisi kulit. Terakhir, penelitian bisa fokus pada pengembangan strategi edukasi khusus untuk meningkatkan kesadaran remaja laki-laki dalam menjaga kebersihan wajah secara konsisten.

Read online
File size603.78 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test