JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthKadarzi adalah gerakan yang berkaitan dengan Program Kesehatan dan Gizi Keluarga, yang merupakan bagian dari Upaya Peningkatan Gizi Keluarga. Kadarzi, dalam arti lain, berarti sikap dan perilaku keluarga dapat secara mandiri mewujudkan kondisi gizi terbaik yang tercermin dalam konsumsi makanan yang beragam dan gizi seimbang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu balita dengan perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita berusia 1-5 tahun dengan total sampel 86 responden, menggunakan teknik sampling purposive. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Juli 2018 di wilayah kerja Puskesmas Batu Aji di Batam, 2018. Hasil uji statistik diperoleh nilai p 0,000 <0,05, sehingga Ho ditolak. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi). Ibu balita diharapkan untuk aktif bertukar informasi tentang pentingnya Keluarga Sadar Gizi untuk menentukan status gizi anak di bawah lima tahun dan untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan anak.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 86 ibu yang memiliki balita, diperoleh hasil sebagai berikut.7%) responden sudah menerapkan Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) di Wilayah Kerja Puskesmas Batu Aji Kota Batam 2018.3%) responden memiliki sikap positif tentang Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) di Wilayah Kerja Puskesmas Batu Aji Kota Batam 2018.Lebih dari setengah (93%) responden memiliki pengetahuan baik tentang Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) di Wilayah Kerja Puskesmas Batu Aji Kota Batam 2018.Ada hubungan yang signifikan (p-value = 0,000) antara pengetahuan ibu tentang Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) dengan Perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) di Wilayah Kerja Puskesmas Batu Aji Kota Batam 2018.Ada hubungan yang signifikan (p-value = 0,003) antara sikap ibu tentang Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) dengan Perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) di Wilayah Kerja Puskesmas Batu Aji Kota Batam 2018.
Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan beberapa langkah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi perilaku Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi), seperti dukungan sosial dan akses terhadap informasi gizi. Kedua, penelitian ini dapat dikembangkan dengan mengkaji dampak perilaku Keluarga Sadar Gizi terhadap status gizi balita dan kesehatan keluarga secara keseluruhan. Ketiga, penting untuk menyelidiki strategi intervensi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita tentang gizi keluarga, serta memantau dampak jangka panjangnya.
| File size | 267.79 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSUUMSU Meskipun demikian, program telah menghasilkan perubahan positif yang nyata, seperti peningkatan status gizi, stabilitas emosional, kemampuan sosial, danMeskipun demikian, program telah menghasilkan perubahan positif yang nyata, seperti peningkatan status gizi, stabilitas emosional, kemampuan sosial, dan
UMSUMS Desa memiliki potensi berupa 95 kader kesehatan aktif, lahan pekarangan untuk konservasi tanaman obat keluarga (TOGA), serta kelembagaan lokal sepertiDesa memiliki potensi berupa 95 kader kesehatan aktif, lahan pekarangan untuk konservasi tanaman obat keluarga (TOGA), serta kelembagaan lokal seperti
JCEHJCEH Variabel yang diukur adalah pengetahuan dan sikap ibu menggunakan kuesioner, asupan protein harian menggunakan food recall 24 jam, dan status gizi balitaVariabel yang diukur adalah pengetahuan dan sikap ibu menggunakan kuesioner, asupan protein harian menggunakan food recall 24 jam, dan status gizi balita
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Program Studi S1 Logistik mengadakan guna memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkanProgram Studi S1 Logistik mengadakan guna memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry FIS Tsukamoto dapat menghasilkan model pendukung keputusan yang valid yakni memiliki akurasi sebesar 94% dalam menilai status gizi balita, akurasi 91%FIS Tsukamoto dapat menghasilkan model pendukung keputusan yang valid yakni memiliki akurasi sebesar 94% dalam menilai status gizi balita, akurasi 91%
4141 Hal ini ditandai dengan pertumbuhan anak yang lambat, tinggi badan di bawah rata-rata, serta rentan terhadap penyakit karena kekurangan gizi. Menurut hasilHal ini ditandai dengan pertumbuhan anak yang lambat, tinggi badan di bawah rata-rata, serta rentan terhadap penyakit karena kekurangan gizi. Menurut hasil
JQWHJQWH Serta sebagian besar yakni 17 responden (56,7%) terjadi perdarahan post partum. Hasil analisis menggunakan Chi-Square menunjukkan p-value 0,010 yang kurangSerta sebagian besar yakni 17 responden (56,7%) terjadi perdarahan post partum. Hasil analisis menggunakan Chi-Square menunjukkan p-value 0,010 yang kurang
JQWHJQWH Ketumbar merupakan salah satu rempah-rempah yang berkhasiat untuk terapi menurunkan kadar kolesterol. Kandungan asam linoleat, asam oleat, asam palmitat,Ketumbar merupakan salah satu rempah-rempah yang berkhasiat untuk terapi menurunkan kadar kolesterol. Kandungan asam linoleat, asam oleat, asam palmitat,
Useful /
JURKEP POLTEKKESACEHJURKEP POLTEKKESACEH Hasil: Pelaksanaan skrining pertumbuhan dan perkembangan di TK Bungong Jaroe belum optimal, tercermin dari partisipasi orang tua yang rendah yaitu hanyaHasil: Pelaksanaan skrining pertumbuhan dan perkembangan di TK Bungong Jaroe belum optimal, tercermin dari partisipasi orang tua yang rendah yaitu hanya
ABDIMASABDIMAS Selain itu dengan adanya Seminar Stunting mereka menjadi tau berapa jumlah gizi normal yang harus dikonsumsi anak setiap harinya, serta apa yang merekaSelain itu dengan adanya Seminar Stunting mereka menjadi tau berapa jumlah gizi normal yang harus dikonsumsi anak setiap harinya, serta apa yang mereka
JQWHJQWH Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Sedangkan nilai p value kepatuhan komsumsi = 0,048 lebih kecil dari α (0,05). Ada pengaruhSehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Sedangkan nilai p value kepatuhan komsumsi = 0,048 lebih kecil dari α (0,05). Ada pengaruh
JQWHJQWH Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah padaPenelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pada