JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Periode postpartum tubuh mengalami perubahan fisiologis dan psikologis. Adaptasi psikologis diperlukan untuk pencapaian peran baru sebagai seorang ibu. Sebagian ibu postpartum tidak berhasil menyesuaikan diri dan mengalami postpartum blues pada primipara. Penelitian ini bertujuan menganalisis . Metode penelitian survei analitik dengan menggunakan The One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian adalah ibu primipara hari ke 3-10 di wilayah Puskesmas Mojo Kediri. Jumlah sampel 30 orang primipara dengan metode pengambilan purposive sampling. Teknik analisis bivariat paired t-test dan analisis multivariat menggunakan Oneway Anova (α=5%). Instrumen yang digunakan adalah skor Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Terapi musik karawitan (p value=0,001, p value<α), keroncong (p value=0,001, p value<α), dan degung (p value=0,003, p value<α) efektif dalam mencegah postpartum blues pada ibu primipara. Analisis Oneway Anova menunjukkan pvalue karawitan 0,001 = pvalue keroncong 0,001. Terapi musik karawitan sama efektifnya dengan terapi musik keroncong daripada terapi musik degung. Diharapkan terapi musik menggunakan keroncong, karawitan dan degung menjadi salah satu program di pelayanan kesehatan dalam mencegah terjadinya postpartum blues pada ibu primipara.

Terapi musik karawitan dan keroncong sama efektifnya dalam mencegah terjadinya postpartum blues pada ibu primipara daripada terapi music degung.Terapi musik karawitan efektif mencegah terjadinya postpartum blues (skor EPDS) pada ibu primipara.Terapi musik keroncong efektif mencegah terjadinya postpartum blues (skor EPDS) pada ibu primipara.Terapi musik degung efektif mencegah terjadinya postpartum blues (skor EPDS) pada ibu primipara.

Berdasarkan hasil penelitian, terapi musik karawitan, keroncong, dan degung terbukti efektif dalam mencegah postpartum blues pada ibu primipara. Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut efek terapi musik terhadap kesehatan mental ibu pasca melahirkan. Apakah terapi musik dapat mengurangi gejala depresi postpartum yang lebih serius? Apakah ada jenis musik tertentu yang lebih efektif daripada yang lain dalam mencegah atau mengurangi gejala postpartum blues? Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menilai efektivitas terapi musik dalam meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi stres pada ibu pasca melahirkan. Apakah terapi musik dapat membantu ibu tidur lebih nyenyak dan mengurangi kecemasan yang sering dialami selama periode postpartum? Penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada dampak terapi musik terhadap hubungan ibu dan bayi. Apakah terapi musik dapat meningkatkan ikatan emosional dan interaksi positif antara ibu dan bayinya? Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi intervensi yang efektif untuk mendukung kesehatan mental ibu pasca melahirkan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Read online
File size293.03 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test