UPBUPB

Jurnal Agrosains Universitas Panca BhaktiJurnal Agrosains Universitas Panca Bhakti

Tanaman Gramineae merupakan akumulator silika yang membutuhkan senyawa ini untuk tumbuh, berkembang, dan menghasilkan produk. Namun, setiap tahun kandungan silika tanah menurun karena silika tidak memiliki siklus. Petani belum banyak menggunakan pupuk silika karena kurangnya kesadaran akan peran pupuk silika dan harga pupuk silika relatif mahal. Perlu dikembangkan metode pembuatan pupuk silika yang lebih ekonomis dengan mencari bahan baku yang murah atau bahkan gratis. Salah satu sumber yang mengandung banyak silika di alam adalah sekam padi. Dalam penelitian ini, ekstraksi silika dilakukan menggunakan metode sol gel dan dikarakterisasi dengan X-Ray Flourescence (XRF) dan analisis kadar air untuk mencapai kualitas Persyaratan Teknis Minimum (PTM). Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa penambahan pupuk biosilika ke dalam tanah meningkatkan kandungan silika menjadi 65,36% (F1); 69,33% (F2), dan 69,52% (F3) dan hasil analisis kadar air untuk pupuk silika rata-rata 4,67%. Hasil analisis ini telah memenuhi PTM Nomor 209/Kpts/SR.320/3/2018. Efek pemberian pupuk biosilika juga dapat dilihat pada pertumbuhan panjang batang padi yang dapat dilihat dari hari kedua penanaman bibit padi. Hingga hari ke-18, perbedaan panjang batang padi yang diberi pupuk biosilika sekam padi (F1) yaitu 74 cm dengan tanpa pupuk (F0) yaitu 53,3 cm memiliki perbedaan yang sangat signifikan yaitu 20,1 cm.

Limbah biomassa sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk biosilika yang juga akan diaplikasikan pada tanaman padi.Pupuk yang dihasilkan telah memenuhi dua parameter Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Anorganik Nomor 209/Ktps/SR.320/3/2018 yaitu kadar air 4,67% dan kandungan SiO2 65,36-69,52%.Pemberian pupuk biosilika dengan dosis yang tepat (F1) dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi dengan ekspresi tinggi tanaman (cm) hingga berbeda 20 cm dengan tanaman tanpa perlakuan pupuk.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas pupuk biosilika pada berbagai varietas padi dan kondisi tanah yang berbeda, dengan fokus pada pengaruhnya terhadap kualitas bulir padi dan ketahanan terhadap hama penyakit. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi metode ekstraksi silika dari sekam padi, misalnya dengan variasi parameter proses seperti suhu, waktu, dan jenis pelarut, untuk meningkatkan rendemen dan kualitas biosilika yang dihasilkan. Ketiga, penting untuk menginvestigasi mekanisme penyerapan dan pemanfaatan silika oleh tanaman padi, termasuk peran silika dalam meningkatkan efisiensi penggunaan hara dan meningkatkan ketahanan terhadap stres abiotik seperti kekeringan dan salinitas, sehingga dapat memberikan rekomendasi dosis aplikasi pupuk biosilika yang lebih tepat dan optimal.

Read online
File size226.38 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test