UPBUPB

Jurnal Agrosains Universitas Panca BhaktiJurnal Agrosains Universitas Panca Bhakti

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran distribusi dan margin . Terdapat tiga saluran pemasaran pupuk bersubsidi di desa tersebut, yaitu Saluran Pemasaran I (Distributor, Pengecer Hijau Daun, Kelompok Tani, dan Petani), Saluran Pemasaran II (Distributor, Pengecer Mitra Agro Tani, Kelompok Tani, dan Petani), serta Saluran Pemasaran III (Distributor, Pengecer Mutiara Tani, Kelompok Tani, dan Petani). Margin pemasaran pada masing-masing saluran berbeda, dengan Saluran Pemasaran I memiliki margin pemasaran terendah untuk Pupuk Urea (Rp.150/kg) dan Pupuk NPK (Rp.143/kg), sedangkan Saluran Pemasaran III memiliki margin pemasaran tertinggi untuk Pupuk Urea (Rp.160/Kg) dan Pupuk NPK (Rp.163/Kg).

Penyaluran pupuk bersubsidi di Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, dilakukan melalui lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah daerah.Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti harga yang diterima petani tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan kebutuhan petani tidak sesuai dengan alokasi pupuk bersubsidi yang ditentukan oleh pemerintah.Mekanisme alur pemasaran pupuk bersubsidi di desa tersebut dapat dikelompokkan dalam empat tingkat saluran distribusi, yaitu Distributor – Pengecer – Kelompok Tani – Petani.Margin pemasaran terbesar diperoleh oleh Saluran Pemasaran II, sedangkan Saluran Pemasaran I memiliki margin pemasaran terkecil.Keuntungan lembaga pemasaran juga bervariasi, dengan Saluran Pemasaran II memiliki keuntungan terbesar untuk Pupuk Urea dan NPK.

Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi distribusi pupuk bersubsidi, penelitian selanjutnya dapat fokus pada analisis rinci mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi harga eceran tertinggi (HET) dan alokasi pupuk bersubsidi. Selain itu, studi komparatif antara berbagai saluran pemasaran dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi pemasaran yang optimal. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam distribusi pupuk bersubsidi, seperti penggunaan sistem informasi geografis (GIS) untuk memantau dan mengelola distribusi pupuk secara lebih efektif.

Read online
File size172.75 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test