ADPETIKISINDOADPETIKISINDO
Moderation | Journal of Islamic Studies ReviewModeration | Journal of Islamic Studies ReviewArtikel ini mengkaji Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kesetaraan dalam Syariah menurut Yudian Wahyudi dan Abdullahi Ahmed An-Naim. Menurut An-Naim, HAM bersifat universal sebagai standar etika minimum yang harus dipenuhi oleh semua sistem hukum, termasuk hukum Islam. Syariah harus direformasi agar tidak bertentangan dengan prinsip kesetaraan gender, kebebasan beragama, dan non-diskriminasi. An-Naim tidak ragu untuk secara langsung mengkritik teks-teks hukum Islam klasik. Sementara itu, Yudian menyajikan gaya pendekatan hukum Islam yang bersumber dari khazanah Islam, yaitu ushul fiqh, bukan hermeneutika. Menurutnya, maqasid sharia adalah metode yang tepat dalam eksplorasi (al-istinbati) dan penerapan (at-tabiqi) hukum Islam. Dengan demikian, perbedaan antara Yudian dan An-Naim terletak pada tingkat radikalisme metodologis dan dasar legitimasi normatif. Yudian cenderung mempertahankan kesinambungan dengan tradisi ushul fiqh dan otoritas teks, sementara An-Naim lebih berani dalam mendekonstruksi struktur normatif syariah klasik. Namun, keduanya sepakat bahwa formalisasi syariah sebagai hukum negara bukanlah solusi ideal bagi masalah umat Islam modern. Secara teoritis, sintesis pemikiran Yudian dan An-Naim membuka peluang model reformasi hukum Islam yang lebih komprehensif.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembaruan pemikiran Islam kontemporer berkembang dalam beragam pendekatan, tergantung konteks sosial, epistemologis, dan tujuan normatif.Yudian menawarkan model integrasi Islam dan negara melalui maqashid syariah, selaras dengan Pancasila dan pluralisme Indonesia.An-Naim menghadirkan pemikiran kritis-transformatif yang menekankan HAM universal dan perlunya reformasi syariah.Sintesis kedua pemikiran ini membuka peluang model reformasi hukum Islam yang komprehensif, menggabungkan pendekatan kontekstual dan komitmen terhadap keadilan universal.
Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, serta mempertimbangkan saran penelitian lanjutan yang telah ada, beberapa ide penelitian baru dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai implementasi konkret gagasan Yudian Wahyudi dan Abdullahi Ahmed An-Naim dalam kebijakan hukum dan sosial di Indonesia, khususnya terkait isu-isu sensitif seperti hukum keluarga dan kebebasan beragama. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan model ijtihad kontemporer yang mampu menjembatani antara tradisi ushul fiqh dan prinsip-prinsip HAM universal, dengan mempertimbangkan konteks budaya dan nilai-nilai lokal. Ketiga, penting untuk mengkaji secara kritis peran negara dalam melindungi kebebasan beragama dan hak-hak minoritas dalam konteks pluralisme agama di Indonesia, serta merumuskan kebijakan yang efektif untuk mencegah diskriminasi dan intoleransi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan wacana Islam kontemporer dan perumusan kebijakan publik yang adil, inklusif, dan berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan.
| File size | 360.99 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Theoretically, Al-Shatibis approach makes an important contribution to strengthening the methodological legitimacy of maqashid in the study of ushul fiqhTheoretically, Al-Shatibis approach makes an important contribution to strengthening the methodological legitimacy of maqashid in the study of ushul fiqh
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO 2) SAK merupakan bangsawan Kerajaan Moghul India, serta salah satu keturunan Nabi Muhammad Saw dari jalur Husein bin Ali RA, sedangkan KYW merupakan anak2) SAK merupakan bangsawan Kerajaan Moghul India, serta salah satu keturunan Nabi Muhammad Saw dari jalur Husein bin Ali RA, sedangkan KYW merupakan anak
UMPOUMPO Tradisi ziarah merupakan suatu proses yang cair dan berubah-ubah, di mana peziarah mencari makna religius melalui kunjungan ke makam Mbah Priok. ZiarahTradisi ziarah merupakan suatu proses yang cair dan berubah-ubah, di mana peziarah mencari makna religius melalui kunjungan ke makam Mbah Priok. Ziarah
UMPOUMPO Kepulangan mereka memberikan kontribusi positif bagi diri sendiri, keluarga, dan pemerintah, terutama melalui peningkatan remitansi. Namun, muncul masalahKepulangan mereka memberikan kontribusi positif bagi diri sendiri, keluarga, dan pemerintah, terutama melalui peningkatan remitansi. Namun, muncul masalah
UMPOUMPO Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis multikulturalisme yang dapat mewujudkan sikap moderasi beragamaPenelitian ini bertujuan untuk menentukan model pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis multikulturalisme yang dapat mewujudkan sikap moderasi beragama
UMPOUMPO Penelitian ini menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi pendidikan dan pembentukan karakter, terutama dalam perspektif Islam. Keluarga yang harmonisPenelitian ini menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi pendidikan dan pembentukan karakter, terutama dalam perspektif Islam. Keluarga yang harmonis
UMPOUMPO Penelitian ini menunjukkan bahwa program kemandirian seperti pembuatan batik, kerajinan keset, dan peternakan ayam kampung berhasil meningkatkan kemandirianPenelitian ini menunjukkan bahwa program kemandirian seperti pembuatan batik, kerajinan keset, dan peternakan ayam kampung berhasil meningkatkan kemandirian
Useful /
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Yudian mengedepankan pendekatan kontekstual, dengan menekankan pentingnya penggabungan nilai-nilai Islam dalam sistem pendidikan nasional Indonesia melaluiYudian mengedepankan pendekatan kontekstual, dengan menekankan pentingnya penggabungan nilai-nilai Islam dalam sistem pendidikan nasional Indonesia melalui
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Pendekatan Hallaq memberikan peringatan teoretis penting mengenai bahaya mereduksi hukum Islam menjadi instrumen negara. Tulisan ini menunjukkan bahwaPendekatan Hallaq memberikan peringatan teoretis penting mengenai bahaya mereduksi hukum Islam menjadi instrumen negara. Tulisan ini menunjukkan bahwa
STIKESEUBSTIKESEUB Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, melibatkan 72 responden. Data dikumpulkanPenelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, melibatkan 72 responden. Data dikumpulkan
UINUIN Di sisi lain, sharia yang secara substansial mencerminkan kesetaraan dan keadilan dapat diklaim sebagai hukum modern. Kajian ini menganalisis bagaimanaDi sisi lain, sharia yang secara substansial mencerminkan kesetaraan dan keadilan dapat diklaim sebagai hukum modern. Kajian ini menganalisis bagaimana