LENTERADUALENTERADUA

JNANALOKAJNANALOKA

Sebagai riset yang dilakukan menggunakan kajian fenomenologi ini dimaksud untuk mengungkap terkait pengalaman serta pemaknaan langsung seseorang ketika berpartisipasi pada aktivisme digital. Fenomena yang disajikan pada penelitian ini mengenai aktivisme digital. Dengan menggunakan teori Connective action dari Bennet dan Sergberg, penelitian ini dijelaskan dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun pengungkapan dari penelitian menelaah Bagaimana pengalaman masyarakat Kota Serang berpartisipasi menyalurkan permasalahan publik melalui media digital. Berdasarkan analisis dan pengolahan hasil temuan, maka simpulan pada penelitian ini adalah bahwa aktivisme digital di Kota Serang mencerminkan aspek-aspek kunci dari teori Connective Action. Individu menggunakan media sosial untuk mengekspresikan keresahan mereka secara personal, namun efek kolektif dari ekspresi ini, yang disatukan oleh penggunaan hashtag bersama, membawa perubahan koordinasi koneksi.

Aktivisme digital di Kota Serang didorong oleh pelayanan publik yang buruk, mendorong warga untuk mengekspresikan keresahan dan mencari solusi kolektif melalui media sosial.Media sosial menjadi platform utama untuk interaksi dan kolaborasi dalam menghadapi permasalahan.Ekspresi personal yang digabungkan dengan penggunaan hashtag menciptakan efek kolektif yang kuat, memungkinkan koordinasi dan perubahan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih dalam dampak aktivisme digital terhadap perubahan kebijakan publik di Kota Serang, dengan meneliti bagaimana aspirasi yang disampaikan melalui media sosial dapat diterjemahkan menjadi tindakan konkret oleh pemerintah. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk memahami peran moderasi dan disinformasi dalam aktivisme digital, serta bagaimana hal ini memengaruhi efektivitas gerakan sosial. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada perbandingan aktivisme digital di Kota Serang dengan daerah lain di Indonesia, untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan gerakan sosial berbasis digital, serta bagaimana perbedaan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas aktivisme digital secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini penting untuk dilakukan guna memahami dinamika aktivisme digital di Indonesia dan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk memperjuangkan hak-hak mereka dan mendorong perubahan sosial yang positif.

  1. Aktivisme Kelas Menengah Berbasis Media Sosial: Munculnya Relawan dalam Pemilu 2014 | Jati | Jurnal Ilmu... journal.ugm.ac.id/jsp/article/view/24795Aktivisme Kelas Menengah Berbasis Media Sosial Munculnya Relawan dalam Pemilu 2014 Jati Jurnal Ilmu journal ugm ac jsp article view 24795
  2. Cyberaktivisme: Aktivisme Digital Pada Masyarakat Kota Serang | JNANALOKA. aktivisme digital masyarakat... doi.org/10.36802/jnanaloka.2025.v6-no2-67-77Cyberaktivisme Aktivisme Digital Pada Masyarakat Kota Serang JNANALOKA aktivisme digital masyarakat doi 10 36802 jnanaloka 2025 v6 no2 67 77
  3. Dataset - Kampanye Aktivisme Digital (2016-2021) - Mendeley Data. dataset kampanye aktivisme digital... data.mendeley.com/datasets/7df348mt6p/1Dataset Kampanye Aktivisme Digital 2016 2021 Mendeley Data dataset kampanye aktivisme digital data mendeley datasets 7df348mt6p 1
Read online
File size744.65 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test