UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Intubasi dapat menyebabkan fluktuasi hemodinamik seperti peningkatan tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, tekanan arteri rata, dan denyut jantung. MgSO4 dan lidokain dapat digunakan sebagai obat premedikasi untuk mengurangi respons hemodinamik terhadap intubasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas pemberian intravena MgSO4 30 mg/kgBB dengan lidokain 1,5 mg/kgBB untuk mencegah fluktuasi hemodinamik setelah intubasi endotrakeal. Penelitian uji coba terkontrol acak ganda ini dilakukan pada 52 pasien yang memenuhi kriteria inklusi yang menjalani operasi dengan anestesi umum menggunakan tabung endotrakeal. Subjek dibagi menjadi kelompok A yang menerima pemberian intravena MgSO4 30 mg/kgBB dan kelompok B yang menerima pemberian intravena lidokain 1,5 mg/kgBB. Fluktuasi hemodinamik dicatat 1 menit setelah intubasi. Subjek yang menerima MgSO4 memiliki peningkatan SBP, DBP, MAP, dan HR yang lebih rendah dibandingkan dengan yang menerima lidokain. Pemberian intravena MgSO4 30 mg/kgBB lebih efektif daripada pemberian intravena lidokain 1,5 mg/kgBB dalam mencegah fluktuasi hemodinamik setelah intubasi endotrakeal.

Pemberian intravena MgSO4 30 mg/kgBB lebih efektif daripada pemberian intravena lidokain 1,5 mg/kgBB dalam mencegah fluktuasi hemodinamik setelah intubasi endotrakeal.Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua agen, MgSO4 30 mg/kgBB dan lidokain 1,5 mg/kgBB, dapat digunakan untuk meredam respons hemodinamik akibat intubasi.Namun, pemberian MgSO4 dosis 30 mg/kgBB secara intravena lebih efektif dalam menurunkan fluktuasi hemodinamik dibandingkan lidokain 1,5 mg/kgBB secara intravena.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dosis optimal MgSO4 dan lidokain dalam mencegah fluktuasi hemodinamik pada berbagai populasi pasien, termasuk pasien dengan komorbiditas atau yang menjalani prosedur bedah tertentu. Kedua, penting untuk menyelidiki mekanisme molekuler yang mendasari efek perlindungan MgSO4 dan lidokain terhadap fluktuasi hemodinamik, yang dapat membuka jalan bagi pengembangan strategi terapeutik yang lebih bertarget. Ketiga, penelitian prospektif dapat mengevaluasi dampak jangka panjang dari premedikasi dengan MgSO4 atau lidokain terhadap hasil klinis, seperti kejadian kardiovaskular atau morbiditas pascaoperasi.

Read online
File size302.62 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test