UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Low Back Pain merupakan permasalahan kesehatan umum di seluruh dunia yang sering kali mengakibatkan keterbatasan aktivitas dan absensi dari pekerjaan.. Metode: Metode penelitian ini adalah analitik observasional pengembilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 97 responden. Data merupakan data primer dari kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden.. Hasil: Hasil penelitian menunjukan beberapa faktor yang menyebabkan kejadian Low Back Pain pada pekerja laundry yaitu: usia, posisi tubuh, dan repetisi yang menyebabkan kejadian low back pain. Didapatkan hasil p-value berturut-turut p = 0,795, p = 0,010, p = 0,001. Faktor yang signifikan mempengaruhi kejadian Low Back Pain adalah Posisi Tubuh dan Repetisi, sedangkan Usia tidak signifikan.. Simpulan: Berdasarkan hasil korelasi Chi-Square Terdapat hubungan yang signifikan antara Posisi Tubuh Dan Repetisi dengan kejadian low back pain, sedangkan Usia tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap kejadian Low Back Pain pada pekerja laundry.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar pekerja laundry mengalami ketidaknyamanan posisi tubuh dan melakukan gerakan repetitif lebih dari 4 kali per menit, yang berkorelasi signifikan dengan kejadian Low Back Pain (LBP), dengan banyak pekerja melaporkan LBP ringan hingga berat.Secara spesifik, posisi tubuh dan repetisi gerakan terbukti menjadi faktor risiko utama yang signifikan terhadap kejadian LBP, di mana semakin tinggi ketidaknyamanan posisi dan frekuensi repetisi, semakin besar risiko LBP.Namun, usia pekerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian LBP pada pekerja laundry.

Mengingat bahwa penelitian ini telah mengidentifikasi posisi tubuh dan gerakan repetitif sebagai faktor risiko signifikan untuk Low Back Pain pada pekerja laundry, penting untuk melanjutkan studi dengan pertanyaan yang lebih mendalam dan komprehensif. Sebuah arah penelitian yang menarik adalah menyelidiki bagaimana program intervensi ergonomis yang dirancang khusus untuk lingkungan kerja laundry dapat secara efektif mengurangi tingkat kejadian Low Back Pain. Misalnya, studi lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan alat bantu kerja ergonomis, pelatihan postur tubuh yang benar, atau rotasi tugas untuk mengurangi gerakan repetitif, serta dampaknya terhadap kesehatan pekerja dan produktivitas mereka dalam jangka panjang. Selain itu, mengingat keterbatasan penelitian ini yang hanya melihat beberapa faktor, penelitian di masa depan dapat memperluas cakupan dengan mengidentifikasi faktor risiko lain yang disebutkan dalam literatur sebelumnya, seperti indeks massa tubuh (IMT), durasi kerja, tingkat stres, atau kondisi kesehatan umum pekerja, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih holistik. Hal ini dapat membantu dalam memahami bagaimana berbagai faktor ini saling berinteraksi dan berkontribusi terhadap risiko Low Back Pain secara keseluruhan. Terakhir, karena penelitian ini mengandalkan data kuesioner, akan sangat bermanfaat untuk melakukan penelitian yang menggunakan metode pengukuran yang lebih objektif. Misalnya, dapat dilakukan observasi langsung atau analisis biomekanik untuk mengukur secara presisi pola posisi tubuh dan frekuensi gerakan repetitif yang berisiko, sehingga dapat mengembangkan pedoman kerja ergonomis yang lebih akurat dan berbasis bukti untuk industri laundry. Dengan demikian, kita bisa merumuskan strategi pencegahan yang lebih efektif dan terukur.

Read online
File size260.18 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test