UNIBUNIB
Jurnal EngganoJurnal EngganoPengelolaan ekosistem mangrove dalam menunjang ekonomi masyarakat pesisir dewasa ini menjadi penting dan menjadi sebuah perhatian khusus dikarenakan oleh fungsi dan peran hutan mangrove yang beraneka ragam. Ekosistem Mangrove di Desa Mojo mengalami perubahan luasan dikarenakan kegiatan rehabilitasi, faktor alam dan faktor manusia seperti pemukiman, tambak, dan penggunaan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis mangrove dan struktur vegetasi di ekosistem mangrove Desa Mojo, Kabupaten Pemalang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposif (Purposive Sampling Method) dengan metode sample plot untuk pengamatan struktur dan komposisi vegetasi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 3 spesies mangrove yaitu jenis Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora mucronata. Kondisi vegetasi mangrove di Desa Mojo pada tingkat pohon didominasi oleh Avicennia marina dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 153,24, vegetasi mangrove pada tingkat anakan didominasi oleh Rhizophora mucronata dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 171,404 sedangkan pada tingkat semai tidak ditemukan mangrove di dalam transek.
Vegetasi mangrove yang ditemukan terdiri dari tiga spesies, yaitu Avicennia marina, Avicennia alba, dan Rhizophora mucronata.Pada tingkat pohon, Avicennia marina menjadi spesies dominan dengan Indeks Nilai Penting sebesar 153,24.Pada tingkat anakan, Rhizophora mucronata mendominasi dengan Indeks Nilai Penting sebesar 171,404, sedangkan tidak ditemukan semai dalam transek pengamatan.
Pertama, perlu diteliti faktor lingkungan apa yang menghambat tumbuhnya semai mangrove di Desa Mojo, mengingat tidak ditemukannya semai dalam transek padahal vegetasi pohon dan anakan sudah berkembang. Kedua, penting untuk mengkaji interaksi spesies dominan seperti Avicennia marina dan Rhizophora mucronata dalam kompetisi ruang dan sumber daya, serta bagaimana hal ini memengaruhi regenerasi alami mangrove. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi tentang keberlanjutan rehabilitasi mangrove dengan mengevaluasi efektivitas peran kelompok masyarakat Pelita Bahari dalam jangka panjang, termasuk dinamika sosial dan tekanan eksploitasi lokal yang dapat mengancam keberhasilan restorasi ekosistem.
| File size | 404.1 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
DAARULHUDADAARULHUDA Data yang digunakan merupakan data yang diperoleh melalui berbagai sumber, seperti peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, jurnal ilmiah, buku, websiteData yang digunakan merupakan data yang diperoleh melalui berbagai sumber, seperti peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, jurnal ilmiah, buku, website
POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA Penelitian menggunakan pendekatan survei yang dilaksanakan pada Agustus - Oktober 2024 di Bone Bolango Provinsi Gorontalo dan Bolaang Mongondow SelatanPenelitian menggunakan pendekatan survei yang dilaksanakan pada Agustus - Oktober 2024 di Bone Bolango Provinsi Gorontalo dan Bolaang Mongondow Selatan
MASOEMUNIVERSITYMASOEMUNIVERSITY Diharapkan website ini meningkatkan efektivitas promosi wisata, memperluas jangkauan, dan mendorong partisipasi aktif warga serta keberlanjutan programDiharapkan website ini meningkatkan efektivitas promosi wisata, memperluas jangkauan, dan mendorong partisipasi aktif warga serta keberlanjutan program
ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peran Dinas Pariwisata dalam mengembangkan pariwisata di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode yang digunakanPenelitian ini bertujuan untuk menentukan peran Dinas Pariwisata dalam mengembangkan pariwisata di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Metode yang digunakan
IUQIBOGORIUQIBOGOR Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman moderat terhadap ajaran agama yang dapat mendorong interaksi sosial yang harmonis sehingga menciptakan lingkunganPenelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman moderat terhadap ajaran agama yang dapat mendorong interaksi sosial yang harmonis sehingga menciptakan lingkungan
UNSULBARUNSULBAR cervicornis di atas 90 % pada kedua Pulau. Adapun laju pertumbuhan karang di Pulau Barrang Lompo adalah 2,6 mm per minggu sementara di Pulau Barrang Caddicervicornis di atas 90 % pada kedua Pulau. Adapun laju pertumbuhan karang di Pulau Barrang Lompo adalah 2,6 mm per minggu sementara di Pulau Barrang Caddi
UNTAG SMDUNTAG SMD Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran perhitungan biaya pada akhir waktu pelaksanaan pekerjaan, dengan menggunakan metode Earned Value sebagaiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran perhitungan biaya pada akhir waktu pelaksanaan pekerjaan, dengan menggunakan metode Earned Value sebagai
SEMINAR IDSEMINAR ID Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada masa pandemi Covid-19 ditujukan kepada masyarakat kurang mampu di wilayah yang terdampak peristiwa ini. KegiatanKegiatan pengabdian kepada masyarakat pada masa pandemi Covid-19 ditujukan kepada masyarakat kurang mampu di wilayah yang terdampak peristiwa ini. Kegiatan
Useful /
UNSULBARUNSULBAR Rumput laut merupakan golongan makroalga atau ganggang yang termasuk dalam kelompok tumbuhan berklorofil dan termasuk tanaman tingkat rendah. Rumput lautRumput laut merupakan golongan makroalga atau ganggang yang termasuk dalam kelompok tumbuhan berklorofil dan termasuk tanaman tingkat rendah. Rumput laut
UNSULBARUNSULBAR Hasil pengamatan penelitian yang berlangsung selama 30 trip didapatkan volume persentase hasil tangkapan tertinggi yaitu 53 % jenis ikan tongkol lisongHasil pengamatan penelitian yang berlangsung selama 30 trip didapatkan volume persentase hasil tangkapan tertinggi yaitu 53 % jenis ikan tongkol lisong
UNSULBARUNSULBAR Penurunan kualitas lingkungan perairan sangat berperan terhadap munculnya berbagai penyakit dan gangguan kesehatan karang, yang berdampak pada gangguanPenurunan kualitas lingkungan perairan sangat berperan terhadap munculnya berbagai penyakit dan gangguan kesehatan karang, yang berdampak pada gangguan
UNGUNG Dari hasil kegiatan tersebut disepakati bahwa untuk kegiatan selanjutnya lebih difokuskan pada pembuatan produk olahan ikan, pengemasan, dan pemasaran.Dari hasil kegiatan tersebut disepakati bahwa untuk kegiatan selanjutnya lebih difokuskan pada pembuatan produk olahan ikan, pengemasan, dan pemasaran.