STAIKUSTAIKU

Glosains: Jurnal Sains Global IndonesiaGlosains: Jurnal Sains Global Indonesia

Latar belakang: Kolestasis intrahepatik kehamilan (intrahepatic cholestasis of pregnancy, ICP) merupakan gangguan hati spesifik kehamilan yang ditandai dengan pruritus tanpa lesi kulit primer serta peningkatan kadar asam empedu dan enzim hati. Meskipun sering bersifat reversibel setelah persalinan, ICP memiliki implikasi serius terhadap luaran perinatal, termasuk persalinan prematur, gawat janin, dan kematian intrauterin. Pada kasus ini, pemeriksaan asam empedu serum yang merupakan baku emas diagnosis ICP tidak tersedia di fasilitas pelaporan, sehingga diagnosis ditegakkan berdasarkan kriteria klinis-biokimia. Tujuan: Penelitian kasus ini bertujuan menggambarkan presentasi klinis, temuan laboratorium, perjalanan penyakit, serta pendekatan tatalaksana pada seorang primigravida usia 28 tahun dengan usia kehamilan 33 1 minggu yang didiagnosis ICP di RS Jih Solo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif kualitatif dengan pendekatan klinis observasional. Rekam medis digunakan sebagai sumber data primer, dan analisis dilakukan secara deskriptif-naratif dengan perbandingan terhadap literatur ICP terkini. Hasil: Pasien trimester ketiga mengalami pruritus progresif tanpa ruam disertai perubahan warna urin dan feses. Laboratorium menunjukkan peningkatan AST, ALT, dan hiperbilirubinemia ringan dengan skrining hepatitis negatif. Meskipun kondisi maternal stabil, CTG menunjukkan tanda gawat janin. Pemantauan janin intensif dan evaluasi laboratorium serial dilakukan dengan perbaikan fungsi hati bertahap. Kasus ini menekankan pentingnya deteksi dini ICP dan keputusan obstetri tepat waktu untuk mencegah luaran perinatal merugikan. Kesimpulan: ICP dapat didiagnosis secara klinis dan ditangani secara efektif di fasilitas dengan sumber daya terbatas melalui kewaspadaan klinis, pemantauan biokimia serial, dan pengawasan janin intensif. Temuan ini memberikan kontribusi berupa model diagnostik praktis bagi tatalaksana ICP di fasilitas rujukan dengan keterbatasan sarana laboratorium.

Kolestasis intrahepatik kehamilan (ICP) adalah kelainan obstetri serius dengan implikasi perinatal yang signifikan, di mana gejala maternal ringan tidak selalu berkorelasi dengan perburukan janin.Diagnosis ICP di fasilitas terbatas memerlukan kewaspadaan klinis tinggi, didukung temuan laboratorium yang menunjukkan kolestasis, dan pemantauan janin intensif melalui kardiotokografi.Pendekatan tatalaksana harus individual, mempertimbangkan usia kehamilan, parameter biokimia, dan status janin, dengan pengambilan keputusan obstetri yang tepat waktu melalui pendekatan multidisiplin untuk mengoptimalkan luaran ibu dan janin.

Mengingat tantangan diagnosis kolestasis intrahepatik kehamilan (ICP) di fasilitas dengan sumber daya terbatas, penelitian lanjutan dapat fokus pada validasi model diagnostik klinis-biokimia yang dikembangkan dalam studi kasus ini. Studi kohort prospektif yang melibatkan populasi pasien lebih besar diperlukan untuk menilai keandalan dan generalisabilitas model tersebut dalam mendeteksi ICP serta memprediksi luaran perinatal yang buruk tanpa ketergantungan pada pemeriksaan asam empedu serum. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi secara sistematis peran biomarker alternatif yang lebih mudah diakses dan terjangkau, seperti jenis metabolit atau profil protein tertentu, yang mungkin dapat berfungsi sebagai penanda diagnostik atau prognostik dini untuk ICP dan risiko janin. Penelitian ini dapat mengidentifikasi biomarker yang sensitif dan spesifik untuk melengkapi atau bahkan menggantikan asam empedu serum dalam skrining dan pemantauan. Lebih lanjut, evaluasi mendalam mengenai dampak strategi intervensi obstetri yang didasarkan pada pemantauan janin intensif melalui kardiotokografi (CTG) harian, khususnya pada kasus dengan gejala maternal ringan namun menunjukkan tanda gawat janin, perlu dilakukan. Bagaimana protokol pemantauan CTG yang terstruktur dapat secara optimal memandu penentuan waktu persalinan untuk meminimalkan kematian janin tanpa meningkatkan morbiditas neonatal secara signifikan? Terakhir, penelitian juga dapat menyelidiki kontribusi ultrasonografi Doppler serial, khususnya pada arteri umbilikalis atau duktus venosus, sebagai alat pelengkap untuk deteksi dini kompromi janin pada ICP di fasilitas yang tidak memiliki akses pemeriksaan asam empedu. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, diharapkan dapat tercipta panduan tatalaksana ICP yang lebih robust, adaptif, dan efektif di berbagai tingkat fasilitas kesehatan.

  1. Suspek Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy Tanpa Pemeriksaan Bile Acid: Tantangan Diagnosis di Fasilitas... glosains.staiku.ac.id/index.php/Glosains/article/view/664Suspek Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy Tanpa Pemeriksaan Bile Acid Tantangan Diagnosis di Fasilitas glosains staiku ac index php Glosains article view 664
  2. Cholestasis of pregnancy: effects on maternal and fetal outcome | International Journal of Reproduction,... ijrcog.org/index.php/ijrcog/article/view/8841Cholestasis of pregnancy effects on maternal and fetal outcome International Journal of Reproduction ijrcog index php ijrcog article view 8841
  3. Systematic review and meta-analysis: Evaluating the influence of intrahepatic cholestasis of pregnancy... journals.plos.org/plosone/doi?id=10.1371/journal.pone.0304604Systematic review and meta analysis Evaluating the influence of intrahepatic cholestasis of pregnancy journals plos plosone doi id 10 1371 journal pone 0304604
  4. Key Components of Successful Management of Acute Fatty Liver of Pregnancy: A Case Report and Literature... doi.org/10.7759/cureus.53911Key Components of Successful Management of Acute Fatty Liver of Pregnancy A Case Report and Literature doi 10 7759 cureus 53911
Read online
File size308.82 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test