UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI
Jurnal Teknologi Informasi dan KomputerJurnal Teknologi Informasi dan KomputerBank sampah adalah suatu tempat yang digunakan mengumpulkan sampah-sampah yang sudah dipilah- pilah. Antusias masyarakat yang tinggi menjadi nasabah bank sampah berbanding terbalik dengan keadaan sebenarnya dimana masih sedikit masyarakat yang menjadi nasabah bank sampah. Hal yang menjadi kendala masyarakat adalah mengumpulkan sampah sendiri dan menyetornya ke pihak pengelola bank sampah. Proses pengumpulan sampah ini haruslah dilakukan secara optimal agar tujuan dari dibentuknya bank sampah dapat tercapai dan pertumbuhan nasabah bank sampah meningkat. Maka untuk mengatasi masalah penjemputan sampah dilakukan pencarian rute terbaik untuk distribusi bank sampah menggunakan Travelling Salasmen Problem (TSP). Metode optimasi untuk penentuan jalur terbaik menggunakan algoritma genetika. Algoritma genetika merupakan metode dengan memanfaatkan variable kecepatan disetiap jalur yang mempengaruhi waktu tempuh disetiap jalan dan memanfaatkan proses seleksi alamiah yang dikenal dengan proses evolusi, proses perkawinan silang atau fungsi crossover, mutasi maupun perbaikan individu. Hasil dari penelitian pencarian rute terbaik distribusi bank sampah menggunakan Travelling Salesman Problem (TSP) menunjukkan rute terbaik yang harus dilalui bank sampah kota Denpasar pada generasi ke 6 dengan waktu tempuh 331 menit.
Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian dengan sistem yang telah dibuat, disimpulkan bahwa pencarian rute terbaik distribusi bank sampah studi kasus kota Denpasar dapat diselesaikan menggunakan Travelling Salesman Problem (TSP).Hasil penelitian menunjukkan rute terbaik yang harus dilalui bank sampah kota Denpasar ditemukan pada generasi ke-6 dengan waktu tempuh 331 menit.Selain itu, waktu pelayanan yang merepresentasikan kromosom terbukti efektif dalam menghasilkan rute yang lebih pendek dan efisien.
Penelitian ini telah berhasil menunjukkan potensi besar dalam mengoptimalkan rute distribusi bank sampah menggunakan Algoritma Genetika, namun masih banyak ruang untuk pengembangan yang lebih lanjut agar dapat diterapkan secara lebih luas dan komprehensif. Sebagai arah penelitian lanjutan, pertama, akan sangat menarik untuk mengevaluasi bagaimana model optimasi rute ini berkinerja jika diterapkan pada skala yang jauh lebih besar, misalnya mencakup seluruh wilayah metropolitan dengan ratusan titik bank sampah dan mempertimbangkan aspek dinamis seperti penambahan nasabah atau lokasi baru secara berkala. Studi ini bisa menginvestigasi adaptabilitas algoritma terhadap perubahan topologi jaringan dan volume data yang lebih besar, serta potensi untuk memproses informasi lalu lintas real-time guna menghasilkan rute yang adaptif terhadap kondisi jalan yang tidak menentu. Kedua, penting untuk memperluas kriteria optimasi agar tidak hanya terpaku pada waktu tempuh atau jarak terpendek. Penelitian masa depan dapat mempertimbangkan optimasi multi-objektif, yang secara bersamaan meminimalkan biaya operasional seperti bahan bakar dan tenaga kerja, memaksimalkan kapasitas kendaraan pengumpul, dan menjaga kepuasan nasabah dengan menawarkan jendela waktu penjemputan yang lebih fleksibel dan dapat diandalkan. Ini akan memerlukan penambahan variabel baru ke dalam model dan mungkin pengembangan fungsi fitness yang lebih kompleks. Terakhir, sebuah studi komparatif untuk membandingkan efektivitas Algoritma Genetika dengan metode optimasi lain seperti Algoritma Koloni Semut (Ant Colony Optimization), Simulated Annealing, atau bahkan pendekatan hibrida akan sangat bermanfaat. Perbandingan ini dapat menilai tidak hanya kualitas solusi yang dihasilkan dalam hal efisiensi rute, tetapi juga kecepatan konvergensi algoritma, kebutuhan komputasi, dan kemampuan mereka dalam menangani berbagai kendala dunia nyata. Dengan demikian, kita bisa mengidentifikasi algoritma atau kombinasi algoritma mana yang paling cocok untuk berbagai skenario distribusi bank sampah yang kompleks.
| File size | 324.15 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
ARIKESIARIKESI Sitokin dan Vitamin K pada pasien penyakit Crohn telah dievaluasi untuk menemukan biomarker yang mungkin pada pasien yang didiagnosis dibandingkan denganSitokin dan Vitamin K pada pasien penyakit Crohn telah dievaluasi untuk menemukan biomarker yang mungkin pada pasien yang didiagnosis dibandingkan dengan
UncenUncen Data faktor risiko diperoleh melalui kuesioner wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan dua subtipe HIV-1, yaitu CRF01_AE pada 31 responden (86,1%) danData faktor risiko diperoleh melalui kuesioner wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan dua subtipe HIV-1, yaitu CRF01_AE pada 31 responden (86,1%) dan
UNUSAUNUSA 4%), penyakit jantung (8. 8%), sepsis/DIC (7. 2%), tromboembolis (7. 2%), penyakit ginjal (6. 4%), infeksi bakteri (4%), demam berdarah dengue (4%), gigitan4%), penyakit jantung (8. 8%), sepsis/DIC (7. 2%), tromboembolis (7. 2%), penyakit ginjal (6. 4%), infeksi bakteri (4%), demam berdarah dengue (4%), gigitan
POLTEKHARBERPOLTEKHARBER Upaya mengatasi pandemi covid-19 pun memerlukan pendekatan multi dan interdisiplin yang sinergis. Peningkatan jumlah infeksi virus tidak berbanding terbalikUpaya mengatasi pandemi covid-19 pun memerlukan pendekatan multi dan interdisiplin yang sinergis. Peningkatan jumlah infeksi virus tidak berbanding terbalik
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Kesimpulan: Menjaga jarak dan berolahraga merupakan kebiasaan terbanyak yang dilakukan mahasiswa. Mereka memahami manfaat masker dan cuci tangan namunKesimpulan: Menjaga jarak dan berolahraga merupakan kebiasaan terbanyak yang dilakukan mahasiswa. Mereka memahami manfaat masker dan cuci tangan namun
PUSKOMCERIAPUSKOMCERIA Kesimpulannya, intervensi fisioterapi dengan IR, chest therapi, dan NDT dapat membantu mengurangi masalah yang muncul pada kondisi atelektasis pada anakKesimpulannya, intervensi fisioterapi dengan IR, chest therapi, dan NDT dapat membantu mengurangi masalah yang muncul pada kondisi atelektasis pada anak
UNIVMEDUNIVMED Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan korelasi antara hematokrit, konsentrasi albumin serum, dan keberadaan efusi pleura atau asites, denganTujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan korelasi antara hematokrit, konsentrasi albumin serum, dan keberadaan efusi pleura atau asites, dengan
CERICCERIC Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan metode cluster sampling dengan jumlah sampel sebanyak 104 responden lansia. Sampel penelitian ini rata-rataDesain penelitian ini adalah cross sectional dengan metode cluster sampling dengan jumlah sampel sebanyak 104 responden lansia. Sampel penelitian ini rata-rata
Useful /
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Dari alur pengerjaan sebelumnya dapat ditarik kesimpulan yaitu dapat membantu Ketua STMIK STIKOM Bali dalam mengambil keputusan untuk memberikan penghargaanDari alur pengerjaan sebelumnya dapat ditarik kesimpulan yaitu dapat membantu Ketua STMIK STIKOM Bali dalam mengambil keputusan untuk memberikan penghargaan
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Sistem ini dirancang menggunakan Diagram Context, DFD, Flowchart, ERD, dan Relasi Tabel, serta diimplementasikan dengan MySQL, PHP, dan Bootstrap. DenganSistem ini dirancang menggunakan Diagram Context, DFD, Flowchart, ERD, dan Relasi Tabel, serta diimplementasikan dengan MySQL, PHP, dan Bootstrap. Dengan
UNUSAUNUSA Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Endokrin, Laboratorium Patologi Klinik, Pusat Penelitian Medis Universitas Hasanuddin (HUM-RC), Rumah Sakit UniversitasPenelitian ini dilakukan di Poliklinik Endokrin, Laboratorium Patologi Klinik, Pusat Penelitian Medis Universitas Hasanuddin (HUM-RC), Rumah Sakit Universitas
UNUSAUNUSA Sejak profil FTIR membuktikan bahwa kelompok L. casei mampu menghasilkan eksopolisakarida, maka memiliki potensi yang lebih besar sebagai probiotik. FTIRSejak profil FTIR membuktikan bahwa kelompok L. casei mampu menghasilkan eksopolisakarida, maka memiliki potensi yang lebih besar sebagai probiotik. FTIR