JPR PNPJPR PNP

Jurnal Ilmiah Poli RekayasaJurnal Ilmiah Poli Rekayasa

Candlenut (Aleurites moluccana L. Wild) is an economically valuable plantation commodity in Indonesia; however, post-harvest handling is largely conducted using conventional shelling methods, which are inefficient and often cause seed damage, reducing quality and market value. Previous studies have investigated operational parameters of double roll shellers, such as rotational speed, roll spacing, and hopper width, yet most focused on one or two parameters in isolation, without comprehensively assessing the relationship between production capacity, shelling effectiveness, and kernel quality, nor comparing machine performance with traditional methods used by farmers. This research addresses that gap by designing and evaluating a double roll candlenut sheller made of ST37 steel with a target capacity of 82 kg/hour, considering production capacity, shelling efficiency, and kernel quality simultaneously. The design process included literature review, physical and mechanical characterization of candlenuts, structural and transmission system design, and calculations for power requirements and component safety. Results indicated that the maximum force required to shell two candlenuts simultaneously is 3,418.46 N, with a total machine power of 4,012.80 W (≈5.38 hp); applying a service factor of 1.2, a 6.5 hp gasoline engine was selected. Shafts, pulleys, V-belts, and gears were designed to ensure torque, shear stress, and deflection remain within safe limits. The machine operates at a roll speed of 150 rpm, achieves the targeted production capacity, and reduces kernel damage, thereby increasing the value of candlenuts for farmers. This integrated design approach provides a practical and efficient alternative to conventional shelling methods.

Penelitian ini menghasilkan alat pemecah kulit kemiri tipe double roll berbahan ST37 dengan kapasitas 82 kg/jam yang mampu memecahkan kemiri secara efektif dan efisien.Alat ini menghasilkan gaya maksimum hingga 1.709 N untuk memecahkan dua butir kemiri sekaligus, dengan daya pemecahan sebesar 3.756 W dan total daya yang dibutuhkan sistem mencapai sekitar 4.Secara keseluruhan, alat ini menunjukkan kinerja yang stabil dan konsisten, memberikan solusi mekanis yang lebih efisien dibandingkan metode manual.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi desain bilah pada rol terhadap efisiensi pemecahan dan tingkat kerusakan biji kemiri, termasuk pengujian berbagai bentuk dan sudut bilah untuk menemukan konfigurasi optimal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem kontrol otomatis untuk menjaga kecepatan putar rol dan aliran kemiri secara konstan, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mengurangi fluktuasi kualitas hasil pemecahan. Ketiga, penting untuk mengkaji penggunaan material alternatif selain ST37 untuk komponen mesin, seperti material komposit atau paduan aluminium, guna mengurangi berat mesin dan meningkatkan efisiensi energi, serta menganalisis dampak penggunaan material tersebut terhadap kekuatan dan ketahanan mesin dalam jangka panjang. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi pengolahan kemiri yang lebih maju dan berkelanjutan.

Read online
File size680.35 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test