MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI

AMMA : Jurnal Pengabdian MasyarakatAMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang merupakan daerah dengan jumlah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) terbanyak, yaitu sekitar 1000 keluarga dibanding desa lain di Kabupaten Deli Serdang. Dari keluarga tersebut, sekitar 950 anak usia sekolah mengalami putus sekolah atau belum memasuki pendidikan formal. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah membangun sistem yang mendukung anak dari keluarga RTSM agar memperoleh pendidikan minimal hingga lulus SMA serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kesehatan bagi anak dan keluarga, karena pendidikan dan kesehatan merupakan modal utama anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Metode yang digunakan meliputi pemberian pembekalan dan sosialisasi kepada ibu RTSM, pemerintah setempat, dan anak usia sekolah mengenai pentingnya pendidikan dan kesehatan; sosialisasi cara memperoleh pendidikan gratis (beasiswa) dan bantuan pemerintah; pendampingan dalam memperoleh peluang dan informasi pendidikan dan kesehatan, bantuan dana pendidikan, serta bimbingan belajar dan buku pendampingan hingga anak lulus SMA; serta pengorganisasian ibu RTSM dan kelompok belajar secara rutin dan terprogram untuk menciptakan sistem yang berkelanjutan.

Program pendampingan terhadap keluarga Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di Desa Percut mampu meningkatkan kesadaran ibu-ibu akan pentingnya pendidikan dan kesehatan bagi anak.Kegiatan sosialisasi dan motivasi berhasil membuka wawasan keluarga dalam menangani anak yang putus sekolah serta mendorong partisipasi aktif dalam proses pendidikan anak.Dengan sistem pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan anak-anak dari keluarga RTSM dapat menyelesaikan pendidikan minimal hingga lulus SMA dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Pertama, perlu diteliti efektivitas pendekatan kelompok belajar berbasis komunitas dalam mempertahankan partisipasi anak usia sekolah dari keluarga sangat miskin, termasuk faktor-faktor sosial dan ekonomi yang memengaruhi keberlanjutannya. Kedua, diperlukan penelitian tentang bagaimana integrasi program bantuan pendidikan dan kesehatan pemerintah dengan pendampingan lokal dapat dioptimalkan untuk meningkatkan akses dan pemanfaatan layanan oleh keluarga miskin. Ketiga, penting untuk mengkaji peran orang tua, khususnya ibu, dalam proses pendidikan anak setelah pendampingan selesai, termasuk motivasi jangka panjang dan hambatan yang muncul, agar dapat dirancang model pendukungan pascaprogram yang berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini dapat membantu memperkuat sistem pendidikan inklusif di daerah tertinggal dan memastikan intervensi tidak hanya bersifat sementara, tetapi membawa perubahan berkelanjutan dalam kesejahteraan keluarga miskin.

Read online
File size562.81 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test