PENERBITPENERBIT

Metta : Jurnal Ilmu MultidisiplinMetta : Jurnal Ilmu Multidisiplin

Konstruksi realitas sosial di Indonesia sangat dipengaruhi oleh interaksi antara media massa dan media sosial, yang mencerminkan dinamika globalisasi dan budaya lokal yang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana platform media membentuk persepsi publik, identitas budaya, dan norma sosial dalam konteks Indonesia. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menyelidiki bagaimana media massa dan media sosial membingkai masalah dan membangun makna yang beresonansi dengan nilai-nilai masyarakat, tradisi, dan tantangan kontemporer. Temuan ini mengungkapkan bahwa platform media sosial, seperti tiktok dan Instagram, memfasilitasi budaya partisipatif di mana pengguna memadukan narasi global dan lokal, menciptakan realitas hibrida. Realitas hibrida ini mencerminkan negosiasi nilai-nilai tradisional dengan pengaruh modern dan global, terutama dalam membentuk identitas generasi muda. Sebaliknya, media massa sering menyelaraskan pembingkaian masalah sosial dengan kepentingan politik dan ekonomi, memengaruhi persepsi publik melalui narasi selektif. Selain itu, penggunaan bahasa, simbol agama, dan algoritme ditemukan untuk memperkuat norma dan stereotip sosial, menggambarkan peran media dalam membentuk harapan dan perilaku masyarakat. Studi ini menyimpulkan bahwa interaksi antara media tradisional dan digital memainkan peran penting dalam membangun realitas sosial Indonesia. Ini menyoroti perlunya memahami secara kritis pengaruh media untuk menavigasi kompleksitas identitas dan dinamika sosial di dunia yang semakin mengglobal.

Penelitian ini menunjukkan bahwa konstruksi realitas sosial di Indonesia dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara media massa, media sosial, nilai-nilai lokal, dan globalisasi.Media massa dan media sosial berperan penting dalam membentuk persepsi publik, dengan media sosial memberikan platform bagi generasi muda untuk membangun identitas yang menggabungkan nilai global dan lokal.Fenomena realitas hybrid muncul, di mana budaya tradisional, seperti gotong royong, bertemu dengan budaya global melalui media digital, menciptakan dinamika sosial yang terus berkembang.Secara keseluruhan, konstruksi realitas sosial di Indonesia mencerminkan interaksi antara berbagai faktor, baik lokal maupun global, yang terus berkembang dalam menghadapi dinamika teknologi dan perubahan sosial di era digital.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana algoritma media sosial secara spesifik memengaruhi pembentukan opini publik terkait isu-isu politik dan sosial yang sensitif, dengan fokus pada analisis dampak jangka panjang terhadap polarisasi masyarakat. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami bagaimana generasi muda Indonesia menavigasi dan menginterpretasikan narasi yang bertentangan antara nilai-nilai tradisional dan pengaruh globalisasi melalui media sosial, serta bagaimana mereka membangun identitas diri yang otentik di tengah kompleksitas tersebut. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan strategi framing media di Indonesia dengan negara-negara lain yang memiliki konteks budaya dan politik serupa, guna mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam membangun narasi yang inklusif dan berimbang. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran media dalam membentuk realitas sosial di Indonesia, serta mengidentifikasi strategi yang efektif untuk mempromosikan literasi media dan membangun masyarakat yang lebih kritis dan berpartisipasi aktif.

Read online
File size208.15 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test