JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu SosialJurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi lahan perkebunan kelapa sawit yang terletak di Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, dengan melakukan pembobotan dan pelapisan peta serta melihat dukungan nilai ekonomi. Dengan menggunakan analisis Kesesuaian Lahan yang kemudian dicocokkan atau dipadukan dengan matriks kesesuaian lahan dan kemampuan lahan yang dimiliki Kecamatan Basidondo, diperoleh arahan penggunaan lahan potensial. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan geografis yang digunakan adalah Pendekatan Spasial. Penelitian ini menggunakan teknik observasi dan pengumpulan tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kelapa sawit di wilayah penelitian terdapat 1 (satu) subkelas, yaitu: Kelas S2 (cukup sesuai) pada SPL 3 dengan luas lahan 115.939,80 ha, dan untuk SPL 4 dengan luas lahan 11.151,500 ha, umumnya dibatasi oleh retensi hara (f), hara tersedia (n), dan genangan air. Kelas S3 (sesuai Marginal) terdapat pada SPL 1 dengan luas lahan 215.648,99 ha dan SPL 2 dengan luas lahan 442.386,00 ha, umumnya dibatasi oleh retensi hara (f), bahaya erosi (e) kemiringan lereng, hara tersedia (n).

Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk perkebunan kelapa sawit di daerah penelitian adalah sebagai berikut.1) Kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kelapa sawit di daerah penelitian terdapat 1 (satu) subkelas yaitu.Kelas S2 (cukup sesuai) pada SPL 3 dengan luas lahan 115.939,80 ha, dan untuk SPL 4 dengan luas lahan 11.151,500 ha, umumnya dibatasi oleh retensi hara (f), hara tersedia (n), dan banjir.2) Setelah dilakukan upaya perbaikan pada SPL 1,2,3,4 melalui pengapuran, pemupukan organic dan anorganik, pembuatan teras individu, pembuatan jalur pembuangan genangan banjir, penanaman tanaman penutup tanah maka didapatkan subkelas potensial Kelas S2 (cukup sesuai) dengan faktor pembatas yaitu retensi hara (f), hara tersedia (n) dan bahaya erosi (e).

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh berbagai jenis kapur dolomit terhadap peningkatan pH tanah dan ketersediaan hara pada lahan dengan kesesuaian marginal, dengan fokus pada dosis aplikasi yang optimal untuk perkebunan kelapa sawit. Kedua, penelitian mengenai efektivitas berbagai jenis tanaman penutup tanah dalam mengurangi erosi dan meningkatkan kelembapan tanah pada berbagai kemiringan lereng di wilayah penelitian perlu dilakukan, dengan mempertimbangkan jenis tanaman yang adaptif terhadap kondisi iklim dan tanah setempat. Ketiga, penelitian mengenai penerapan sistem drainase yang efektif untuk mengatasi masalah genangan air pada lahan perkebunan kelapa sawit, dengan mempertimbangkan biaya, efisiensi, dan dampak lingkungan dari berbagai alternatif sistem drainase, akan memberikan informasi penting bagi petani dan pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas lahan.

Read online
File size229.38 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test