STIESIASTIESIA

EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan)EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan)

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi akuntan yang dibutuhkan oleh stakeholders perguruan tinggi terkait bidang akuntansi sosial dan lingkungan. Akuntan sangat berperan dalam proses penyusunan dan pelaporan bisnis, mulai dari pelaporan keuangan hingga pelaporan non-keuangan seperti laporan keberlanjutan. Secara global terjadi peningkatan tren pelaporan keberlanjutan, hal ini memberikan dorongan untuk mempersiapkan mahasiswa akuntansi dalam masalah akuntansi sosial dan lingkungan maka pendidikan akuntansi sosial dan lingkungan menjadi relevan di perguruan tinggi. Teori stakeholder dan model kompetensi keberlanjutan profesional sebagai alat analisis untuk memaknai kebutuhan perusahaan sebagai pengguna lulusan perguruan tinggi akan kompetensi profesi akuntan. Data berupa hasil interview dengan para informan yang merupakan pelaku penyusunan laporan keberlanjutan. Urgensi penerapan pendidikan akuntansi sosial dan lingkungan tercermin dari hasil penelitian yang menggambarkan tidak seorangpun pelaksana pelaporan keberlanjutan di institusi adalah seorang akuntan, padahal institusi memerlukan pelaksana yang memiliki kompetensi di bidang akuntansi sosial dan lingkungan. Kompetensi yang dibutuhkan tersebut terdiri dari kompetensi fungsional, kompetensi personal/perilaku, kompetensi pengetahuan/kognitif, dan kompetensi nilai/etika. Penelitian ini berkontribusi bagi perguruan tinggi untuk mengetahui kompetensi keberlanjutan secara spesifik sehingga dapat menjadi acuan dalam peninjauan kurikulum pendidikan akuntansi.

Akuntan memainkan peran penting dalam penyusunan laporan keuangan dan non‑keuangan, termasuk laporan keberlanjutan, sehingga mampu mengukur dampak strategi keberlanjutan terhadap kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan perusahaan.Tren global pelaporan keberlanjutan meningkatkan kebutuhan akan kompetensi akuntansi sosial dan lingkungan, yang meliputi kompetensi fungsional, personal, kognitif, dan nilai/etika.Pendidikan tinggi harus meninjau kurikulum akuntansi untuk memasukkan kompetensi tersebut agar lulusan siap menjadi akuntan yang mendukung akuntabilitas dan kinerja berkelanjutan perusahaan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi modul akuntansi sosial dan lingkungan dalam kurikulum berbasis proyek dapat meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa, dengan menguji perbedaan kemampuan antara kelompok yang mengikuti modul tersebut dan yang tidak. Selanjutnya, studi komparatif antara program akuntansi di universitas Indonesia dan universitas di negara berkembang dapat mengidentifikasi praktik terbaik dalam pengembangan kompetensi keberlanjutan, sehingga memberikan rekomendasi kebijakan nasional untuk standar kurikulum. Terakhir, penelitian kualitatif tentang persepsi perusahaan pertambangan terhadap nilai tambah akuntan yang memiliki kompetensi CSR dapat mengungkap faktor-faktor motivasi perusahaan dalam merekrut lulusan dengan kompetensi sosial‑lingkungan, sehingga membantu perguruan tinggi menyesuaikan profil lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.

  1. URGENSI PENERAPAN PENDIDIKAN AKUNTANSI BERBASIS AKUNTANSI SOSIAL DAN LINGKUNGAN | EKUITAS (Jurnal Ekonomi... doi.org/10.24034/j25485024.y2018.v2.i1.3484URGENSI PENERAPAN PENDIDIKAN AKUNTANSI BERBASIS AKUNTANSI SOSIAL DAN LINGKUNGAN EKUITAS Jurnal Ekonomi doi 10 24034 j25485024 y2018 v2 i1 3484
Read online
File size290.62 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test