UMSUMS
Riset Akuntansi dan Keuangan IndonesiaRiset Akuntansi dan Keuangan IndonesiaArtikel ini membahas potensi kebingungan antara analisis fundamental (FA) dan investasi nilai (VI) dalam analisis saham, khususnya menekankan ketergantungan berlebihan pada rasio keuangan yang dapat menyamarkan perbedaan mereka. Artikel ini memeriksa peran skor f, yang dikembangkan oleh Piotroski sebagai indikator VI, yang sering salah ditafsirkan dalam konteks FA [1]. Dengan menganalisis pemanfaatannya dalam literatur akademik, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana skor f harus dipahami sebagai alat investasi nilai dan berkontribusi pada kerangka kerja yang lebih jelas yang membedakan kedua pendekatan tersebut, sehingga meningkatkan upaya penelitian dan pendidikan di masa depan. Artikel ini menggunakan analisis bibliometrik. Studi kami menemukan bahwa meskipun skor f sering dikaitkan dengan metrik FA, tujuannya yang dimaksudkan sebagai ukuran VI lebih relevan. Selain itu, kami mengkategorikan indikator investasi nilai menjadi Single Value Investing Indicators (SVII) dan Combined Value Investing Indicators (CVII), berdasarkan karya-karya dasar Graham & Dodd dan Lakonishok et al. [2], [3]. Temuan ini menunjukkan bahwa skor f Piotroski lebih tepat diklasifikasikan sebagai CVII dan lebih efektif dalam memprediksi return abnormal ketika digunakan dalam kerangka investasi nilai daripada analisis fundamental.
Studi ini membahas potensi kebingungan antara analisis fundamental (FA) dan investasi nilai (VI) dengan memeriksa penerapan skor f Piotroski (2000).Analisis bibliometrik kami mengungkapkan bahwa meskipun skor f sering digunakan dalam konteks FA, ia lebih tepat dikategorikan sebagai kerangka kerja VI.VI berfokus pada identifikasi saham yang undervalue, sedangkan FA cenderung menilai kinerja keuangan perusahaan tanpa mempertimbangkan kesalahan penilaian saham.Selain itu, kami mengidentifikasi dua kelompok teoritis yang mendasari pengembangan indikator investasi nilai.Kelompok pertama berasumsi bahwa perilaku investor rasional, mencakup teori seperti Hipotesis Pasar Efisien dan Teori Ekspektasi Rasional.Kelompok kedua, yang berakar dalam Keuangan Perilaku, menyatakan bahwa perilaku investor dipengaruhi oleh faktor-faktor irasional, yang menyebabkan inefisiensi pasar yang berkelanjutan.Kelompok-kelompok ini menyediakan kerangka kerja yang berbeda untuk penggunaan indikator investasi nilai.Studi kami lebih lanjut mengkategorikan indikator ini menjadi Single Value Investing Indicators (SVII) dan Combined Value Investing Indicators (CVII), berdasarkan karya-karya dasar Graham & Dodd (1934) dan Lakonishok et al.Kami mengidentifikasi bahwa meskipun skor f sering digunakan dalam konteks FA, ia lebih tepat dikategorikan sebagai Combined Value Investing Indicator (CVII).Pembeda antara kategori ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih jelas tentang bagaimana skor f harus diterapkan dalam investasi nilai.Secara keseluruhan, studi ini menyempurnakan diferensiasi antara FA dan VI, memberikan wawasan yang berharga untuk upaya penelitian dan pendidikan di masa depan.Pertama, ia fokus hanya pada artikel yang diindeks Scopus, yang dapat menyebabkan pengecualian penelitian yang relevan dari basis data lain.Kedua, analisis bibliometrik mengandalkan kata kunci tertentu yang terkait dengan skor f, mungkin mengabaikan studi yang menggunakan terminologi alternatif.Penelitian lebih lanjut dapat memperluas dataset dan menguji penerapan empiris indikator investasi nilai.
Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi bagaimana skor f Piotroski dapat digunakan secara efektif dalam kerangka investasi nilai. Studi ini menunjukkan bahwa skor f lebih tepat dikategorikan sebagai Combined Value Investing Indicator (CVII), sehingga penelitian lebih lanjut dapat fokus pada pengembangan strategi investasi nilai yang memanfaatkan skor f secara optimal. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak penggunaan skor f dalam konteks analisis fundamental. Meskipun penelitian ini menunjukkan bahwa skor f lebih relevan dengan investasi nilai, masih ada potensi kebingungan dalam literatur akademik. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana skor f dapat digunakan secara efektif dalam analisis fundamental, dan bagaimana perbedaan antara kedua pendekatan dapat dikomunikasikan dengan lebih jelas. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan kerangka kerja teoritis yang lebih komprehensif untuk investasi nilai. Studi ini mengidentifikasi dua kelompok teoritis yang mendasari pengembangan indikator investasi nilai, tetapi masih ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut. Penelitian lebih lanjut dapat fokus pada penyatuan teori-teori ini dan pengembangan kerangka kerja yang lebih holistik untuk investasi nilai, yang dapat menjadi panduan yang lebih jelas bagi peneliti dan pendidik di masa depan.
- Financial assessment of the Indian retail sector: understanding the future direction of the industry... inderscienceonline.com/doi/abs/10.1504/IJMFA.2021.117770Financial assessment of the Indian retail sector understanding the future direction of the industry inderscienceonline doi abs 10 1504 IJMFA 2021 117770
- .:: Natural Sciences Publishing ::.. natural sciences publishing user journal statistics applications... doi.org/10.18576/jsap/100213Natural Sciences Publishing natural sciences publishing user journal statistics applications doi 10 18576 jsap 100213
- "What is New in Value Investing? A Systematic Literature Review" by Florencia Roca. value investing... doi.org/10.46671/2521-2486.1018What is New in Value Investing A Systematic Literature Review by Florencia Roca value investing doi 10 46671 2521 2486 1018
- The fundamentals of momentum investing: European evidence on understanding momentum through fundamentals... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/acfi.12462The fundamentals of momentum investing European evidence on understanding momentum through fundamentals onlinelibrary wiley doi 10 1111 acfi 12462
| File size | 431.84 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STIALANMAKASSARSTIALANMAKASSAR Namun, implementasi WFA di sektor publik menghadapi tantangan seperti kesiapan infrastruktur digital, keamanan data, dan perubahan budaya kerja. PenelitianNamun, implementasi WFA di sektor publik menghadapi tantangan seperti kesiapan infrastruktur digital, keamanan data, dan perubahan budaya kerja. Penelitian
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Visualisasi overlay menyoroti tema penelitian yang muncul seperti e-governance, keberlanjutan, dan keterlibatan warga, yang mendapatkan momentum signifikanVisualisasi overlay menyoroti tema penelitian yang muncul seperti e-governance, keberlanjutan, dan keterlibatan warga, yang mendapatkan momentum signifikan
BDKJAKARTABDKJAKARTA Sebanyak 987 artikel dianalisis untuk mengidentifikasi tren penelitian, tema dominan, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan PjBLSebanyak 987 artikel dianalisis untuk mengidentifikasi tren penelitian, tema dominan, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan PjBL
UPG45NTTUPG45NTT Dalam menganalisis makna, penelitian kontekstual menemukan beberapa jenis makna yang digunakan dalam lirik lagu, yaitu gaya bahasa kiasan. Penelitian iniDalam menganalisis makna, penelitian kontekstual menemukan beberapa jenis makna yang digunakan dalam lirik lagu, yaitu gaya bahasa kiasan. Penelitian ini
UPIUPI Salah satu perangkat lunak yang umum digunakan adalah SPSS yang digunakan untuk menganalisis data yang membantu peneliti dalam menghitung data sehinggaSalah satu perangkat lunak yang umum digunakan adalah SPSS yang digunakan untuk menganalisis data yang membantu peneliti dalam menghitung data sehingga
UM MetroUM Metro Kendati demikian, teknologi ini memiliki potensi besar untuk diagnosis, terapi, dan perawatan kesehatan mental, sehingga penelitian lebih lanjut tetapKendati demikian, teknologi ini memiliki potensi besar untuk diagnosis, terapi, dan perawatan kesehatan mental, sehingga penelitian lebih lanjut tetap
UMMUMM terakhir, studi lebih dalam bisa membandingkan bagaimana para sarjana Muslim dan non-Muslim memahami konsep hak asasi manusia dalam konteks Al-Quran, apakahterakhir, studi lebih dalam bisa membandingkan bagaimana para sarjana Muslim dan non-Muslim memahami konsep hak asasi manusia dalam konteks Al-Quran, apakah
E JOURNALLPPMUNSAE JOURNALLPPMUNSA Kesimpulan: Terdapat peningkatan keterampilan dan efikasi diri mahasiswa setelah diberikan pembelajaran metode simulasi BHD. Metode pembelajaran simulasiKesimpulan: Terdapat peningkatan keterampilan dan efikasi diri mahasiswa setelah diberikan pembelajaran metode simulasi BHD. Metode pembelajaran simulasi
Useful /
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Conclusion: Diet and nutritional status have a significant relationship with stunting events. Efforts are needed to improve balanced nutrition educationConclusion: Diet and nutritional status have a significant relationship with stunting events. Efforts are needed to improve balanced nutrition education
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Variasi pusat perawatan menimbulkan tantangan dalam pemantauan terapi. Skor rata‑rata gejala klinis (6,41 %) hampir mencapai ambang perhatian klinis,Variasi pusat perawatan menimbulkan tantangan dalam pemantauan terapi. Skor rata‑rata gejala klinis (6,41 %) hampir mencapai ambang perhatian klinis,
UPIUPI Siswa memantau dan mencatat perubahan suhu dari waktu ke waktu. Kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat secara signifikan setelah diberi perlakuanSiswa memantau dan mencatat perubahan suhu dari waktu ke waktu. Kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat secara signifikan setelah diberi perlakuan
UMSUMS Dampak implementasi IFRS 17 juga bervariasi antara perusahaan asuransi jiwa dan umum syariah, terutama terkait risiko berbasis modal (RBC) perusahaan danDampak implementasi IFRS 17 juga bervariasi antara perusahaan asuransi jiwa dan umum syariah, terutama terkait risiko berbasis modal (RBC) perusahaan dan