BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL

International Journal of Social ScienceInternational Journal of Social Science

Perkembangan teknologi digital telah menciptakan ruang interaksi baru yang memungkinkan prostitusi daring, salah satunya melalui aplikasi MiChat. Fitur anonimitas dan orang terdekat memudahkan pengguna berinteraksi tanpa identitas jelas, menciptakan celah bagi transaksi seksual tersembunyi. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi digital, dan analisis dokumen untuk memahami bagaimana anonimitas berfungsi sebagai mekanisme kekuasaan. Hasil menunjukkan bahwa bahasa kode seperti “ST/LT, “Open BO, dan “300 up digunakan untuk menyamarkan transaksi, sementara algoritma aplikasi memperkuat hubungan kuasa melalui visibilitas akun. Faktor sosial seperti tekanan ekonomi, gaya hidup konsumtif, dan literasi digital rendah berkontribusi meningkatkan kerentanan remaja. Kesimpulannya, prostitusi daring pada aplikasi MiChat bukan hanya hasil penyalahgunaan individu, melainkan interaksi antara desain teknologi, anonimitas, dan struktur sosial yang mendukung praktik eksploitasi di ruang digital.

Anonimitas aplikasi MiChat menjadi dasar yang memungkinkan prostitusi daring beroperasi secara tertutup, karena kemudahan membuat akun anonim dan fitur orang terdekat menciptakan ruang pertemuan instan yang sulit dideteksi.Di balik anonimitas tersebut, hubungan kuasa terbentuk melalui penguasaan simbol dan algoritma aplikasi, sehingga profil yang aktif dan berada secara geografis dekat lebih mudah ditemukan, sementara pelaku menggunakan strategi digital seperti mengganti nomor telepon untuk menghapus jejak.Fenomena ini sejalan dengan konsep kebutuhan palsu Marcuse, dimana teknologi menciptakan kebutuhan semu dan rasa aman palsu, sementara faktor sosial seperti tekanan ekonomi, gaya hidup konsumer, rendahnya literasi digital, dan pengawasan orang tua yang lemah meningkatkan kerentanan anak dan remaja terhadap eksploitasi tersebut.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi bagaimana modifikasi algoritma pada aplikasi MiChat memengaruhi visibilitas profil yang terlibat dalam prostitusi daring, serta mengidentifikasi fitur desain apa yang dapat menurunkan risiko eksploitasi tanpa mengurangi kegunaan aplikasi bagi pengguna umum. Studi longitudinal yang melibatkan remaja dengan tingkat literasi digital yang beragam dapat menguji apakah program edukasi tentang bahaya anonimitas dan kode-kode seksual mampu menurunkan partisipasi mereka dalam praktik prostitusi online melalui MiChat. Perbandingan antara aplikasi pesan instan yang menyediakan fitur anonimitas, seperti MiChat, WhatsApp, dan Telegram, dapat menyingkap faktor teknis mana yang paling berkontribusi pada penyalahgunaan, sehingga membantu merumuskan kebijakan regulasi yang lebih tepat. Penelitian kualitatif mendalam terhadap korban dan pelaku prostitusi daring dapat memperkaya pemahaman tentang motivasi sosial‑ekonomi, tekanan keluarga, dan kebutuhan konsumtif yang mendorong mereka menggunakan platform anonim, yang selanjutnya dapat dijadikan dasar intervensi sosial. Akhirnya, analisis kebijakan publik yang menggabungkan perspektif teknologi, hukum, dan pendidikan dapat menghasilkan kerangka kerja komprehensif untuk meminimalisir dampak negatif anonimitas digital, sekaligus melindungi kebebasan berkomunikasi di era digital.

  1. BEHIND THE SCENES OF ANONYMOUS: POWER MECHANISMS AND ONLINE PROSTITUTION PRACTICES ON MICHAT | International... bajangjournal.com/index.php/IJSS/article/view/11750BEHIND THE SCENES OF ANONYMOUS POWER MECHANISMS AND ONLINE PROSTITUTION PRACTICES ON MICHAT International bajangjournal index php IJSS article view 11750
Read online
File size395.46 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test