UNTARUNTAR

Jurnal Kontemporer AkuntansiJurnal Kontemporer Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran arus kas bebas, kesulitan keuangan dan leverage terhadap manajemen laba, dan pengaruh tata kelola yang baik sebagai variabel pemoderasi terhadap earning management pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2017-2019. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling dan data yang valid adalah 321 perusahaan. Teknik pengolahan data menggunakan analisis regresi moderasi yang dibantu oleh program Eviews Versi 12.0 dan Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa financial distress dan leverage tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba, arus kas bebas memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap earning management serta GCG dalam penelitian ini hanya mampu memoderasi pengaruh arus kas bebas terhadap earning management namun GCG tidak mampu memoderasi pengaruh kesulitan keuangan dan leverage terhadap manajemen laba.

Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan dengan free cash flow yang tinggi memberikan gambaran bahwa dividen yang akan dibagikan serta kemampuan pengembangan perusahaan di masa depan semakin baik.Perusahaan dengan tingkat free cash flow rendah akan berusaha melakukan praktik manajemen laba karena tingkat free cash flow yang rendah merupakan sinyal tidak baik bagi perusahaan yang tidak ingin diketahui oleh para investor.Namun, GCG sebagai variabel moderasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peran dewan komisaris independen dalam perusahaan akan memperkecil penyimpangan yang ada dan memperlemah pengaruh free cash flow terhadap manajemen laba.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas periode penelitian dan sektor perusahaan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pengaruh faktor-faktor terhadap manajemen laba. Kedua, penelitian dapat menambahkan variabel lain yang diduga mempengaruhi manajemen laba, seperti pertumbuhan penjualan, harga saham, dan beban pajak, untuk meningkatkan kemampuan model dalam menjelaskan variasi data. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi lebih dalam mengenai peran dan efektivitas dewan komisaris independen dalam mengawasi praktik manajemen laba, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti komposisi dewan, independensi komisaris, dan mekanisme pengawasan yang diterapkan. Dengan demikian, penelitian lanjutan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam memahami kompleksitas manajemen laba dan peran tata kelola perusahaan yang baik dalam mengendalikan praktik tersebut.

Read online
File size455.97 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test