STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA
JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC JakartaJELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC JakartaKata makian sering digunakan dalam film untuk menyampaikan emosi, menciptakan humor, atau mengekspresikan konflik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kata makian, jenis-jenisnya, dan motif penggunaan makian dalam film We Have a Ghost yang disutradarai oleh Christopher B. Landon. Studi ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data yang dikumpulkan. Analisis mengungkapkan terdapat 58 kejadian kata makian yang dikategorikan ke dalam empat tipe: ekspletif (30), abusif (6), humoris (9), dan bantu (13). Temuan juga menunjukkan tiga motif makian: psikologis (42), sosial (10), dan linguistik (6). Hasil ini menyoroti fungsi makian sebagai alat linguistik untuk ekspresi karakter dan keterlibatan penonton dalam film tersebut.
Penelitian ini mengidentifikasi 58 kejadian kata makian dalam film We Have a Ghost, mengkategorikannya ke dalam empat tipe (ekspletif, abusif, humoris, bantu) dan tiga motif (psikologis, sosial, linguistik).Temuan menunjukkan bahwa makian berfungsi sebagai alat linguistik untuk mengekspresikan karakter serta memengaruhi keterlibatan penonton.Penulis menyarankan agar penelitian selanjutnya memperluas fokus pada ekspresi makian, bahasa tubuh, dan kata tabu dalam konteks film.
Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana ekspresi non‑verbal seperti gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan intonasi memperkuat makna kata makian dalam film, dengan menguji apakah kombinasi verbal‑nonverbal meningkatkan dampak emosional penonton. Selanjutnya, studi komparatif antar genre film dapat mengkaji perbedaan jenis dan frekuensi makian serta motifnya, misalnya membandingkan film horor dengan komedi, untuk memahami pengaruh genre terhadap fungsi sosial dan psikologis makian. Akhirnya, penelitian interdisipliner yang menggabungkan analisis linguistik dan psikologi dapat menyelidiki bagaimana kata tabu yang bersifat budaya mempengaruhi persepsi moral penonton, serta mengembangkan kerangka kerja untuk mengkategorikan kata taboo berdasarkan tingkat sensitivitas budaya dan dampaknya pada interaksi sosial dalam konteks media visual.
| File size | 212.93 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UncenUncen The growth of tibia epiphyseal cartilages were observed histologically using Erlichs Haematoxylin-Eosin Stain. The result of this study indicated thatThe growth of tibia epiphyseal cartilages were observed histologically using Erlichs Haematoxylin-Eosin Stain. The result of this study indicated that
PresUnivPresUniv Temuan ini menunjukkan bahwa kerangka kerja tersebut relevan dan dapat disesuaikan untuk berbagai lingkungan organisasi, serta memberikan dasar bagi pengembanganTemuan ini menunjukkan bahwa kerangka kerja tersebut relevan dan dapat disesuaikan untuk berbagai lingkungan organisasi, serta memberikan dasar bagi pengembangan
UNHASUNHAS Hal ini menunjukkan kepada negara bahwa pemenuhan hak tersebut bersifat wajib, sekaligus menunjukkan perlunya penerapan mekanisme kontrol yang efektifHal ini menunjukkan kepada negara bahwa pemenuhan hak tersebut bersifat wajib, sekaligus menunjukkan perlunya penerapan mekanisme kontrol yang efektif
MARANATHAMARANATHA Kelompok usia 51-60 tahun merupakan kelompok usia paling prevalen pada pasien kanker payudara, dengan kejadian yang menurun setelah usia 60 tahun. SebagianKelompok usia 51-60 tahun merupakan kelompok usia paling prevalen pada pasien kanker payudara, dengan kejadian yang menurun setelah usia 60 tahun. Sebagian
UNYUNY Penggunaan bahan ajar saja tidak cukup untuk meningkatkan kemampuan pembuktian. perlu dipadukan dengan model pembelajaran yang aktif, seperti pembelajaranPenggunaan bahan ajar saja tidak cukup untuk meningkatkan kemampuan pembuktian. perlu dipadukan dengan model pembelajaran yang aktif, seperti pembelajaran
KKPKKP ornatus yang dikumpulkan di 6 dan 5 pelabuhan penangkap ikan di Indonesia, masing‑masing, disekuensing. Urutan homolog dari Samudra Hindia dan Samudraornatus yang dikumpulkan di 6 dan 5 pelabuhan penangkap ikan di Indonesia, masing‑masing, disekuensing. Urutan homolog dari Samudra Hindia dan Samudra
UMBUMB Kemudian Ekman dan Wallace Friesen mengembangkan sebuah alat untuk mengukur pergerakan pada wajah yang disebut Facial Action Coding System (FACS). FACSKemudian Ekman dan Wallace Friesen mengembangkan sebuah alat untuk mengukur pergerakan pada wajah yang disebut Facial Action Coding System (FACS). FACS
INABJINABJ Metode: Studi dengan desain potong lintang analitik dilakukan. Diagnosis HCC dan LC dilakukan menggunakan kriteria klinis dan temuan yang diperoleh dariMetode: Studi dengan desain potong lintang analitik dilakukan. Diagnosis HCC dan LC dilakukan menggunakan kriteria klinis dan temuan yang diperoleh dari
Useful /
UINUIN 40 tahun 2014 tentang Asuransi telah diberlakukan, undang-undang ini masih mengonseptualisasikan asuransi sebagai lembaga perlindungan. Undang-undang asuransi40 tahun 2014 tentang Asuransi telah diberlakukan, undang-undang ini masih mengonseptualisasikan asuransi sebagai lembaga perlindungan. Undang-undang asuransi
UNYUNY Hasil menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan meningkatkan kedua variabel dibandingkan pembelajaran konvensional.Hasil menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan meningkatkan kedua variabel dibandingkan pembelajaran konvensional.
UNYUNY Penggunaan perangkat (silabus dan RPP) pada uji coba terbatas memperoleh respon sangat baik dari observer serta respon sangat setuju dari peserta didik,Penggunaan perangkat (silabus dan RPP) pada uji coba terbatas memperoleh respon sangat baik dari observer serta respon sangat setuju dari peserta didik,
UINUIN Sampel kulit pisang kering dihidrolisis menggunakan asam sulfat 2% pada suhu 121°C selama 15 menit, kemudian difermentasi dengan Saccharomyces cerevisiaeSampel kulit pisang kering dihidrolisis menggunakan asam sulfat 2% pada suhu 121°C selama 15 menit, kemudian difermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae