IFRELIFREL

Green Philosophy: International Journal of Religious Education and PhilosophyGreen Philosophy: International Journal of Religious Education and Philosophy

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi pengetahuan spiritual pribumi ke dalam etika lingkungan modern, dengan menitikberatkan peran kebijaksanaan ekologi tradisional, kosmologi spiritual, dan praktik pengelolaan dalam mempromosikan keberlanjutan. Pandangan dunia pribumi sering menekankan keterkaitan antara manusia, dunia roh, dan alam, memandang hubungan tersebut sebagai sakral dan timbal balik. Makalah ini menyoroti kontribusi filosofis etika lingkungan pribumi, yang kontras dengan kerangka kerja antropocentris Barat, menawarkan perspektif yang lebih holistik, spiritual, dan terjalin budaya mengenai pengelolaan ekologi. Melalui pendekatan komparatif kualitatif, studi ini memeriksa praktik‑praktik pribumi seperti filosofi Anishinaabe tentang mino‑mnaamodzawin dan kepercayaan Sarnaisme komunitas Oraon, menunjukkan bagaimana hubungan spiritual dengan alam menumbuhkan rasa tanggung jawab dan etika lingkungan. Selain itu, penelitian membahas tantangan integrasi prinsip spiritual pribumi ke dalam kerangka akademik dan kebijakan Barat, termasuk isu apropriasi budaya dan pelestarian pengetahuan tradisional. Penelitian lebih lanjut mengeksplorasi strategi kolaborasi yang menekankan pendekatan berbasis komunitas yang menghormati dan mengintegrasikan pengetahuan pribumi ke dalam tata kelola lingkungan global. Integrasi ini dapat menghasilkan praktik lingkungan yang lebih inklusif dan berkelanjutan yang menghormati keseimbangan ekologi serta warisan budaya. Temuan menunjukkan bahwa pengetahuan spiritual pribumi menawarkan wawasan penting untuk menciptakan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan etis dalam menghadapi tantangan lingkungan, serta menyediakan model bagi pengembangan kebijakan masa depan dan strategi ekologi global.

Pandangan dunia spiritual pribumi memberikan kontribusi filosofis yang mendalam bagi etika lingkungan global, menawarkan perspektif holistik dan saling terkait mengenai hubungan manusia–alam.Integrasi pengetahuan spiritual dan ekologi pribumi ke dalam tata kelola lingkungan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif, berbasis komunitas, serta menekankan keseimbangan ekologi dan penghormatan terhadap situs alam sakral.Penelitian selanjutnya perlu menyelidiki cara praktis menjembatani etika lingkungan pribumi dan Barat, mengembangkan kerangka kerja yang menghormati pengetahuan budaya serta ilmiah, dan mengatasi tantangan seperti apropriasi budaya, pelestarian pengetahuan tradisional, dan dekolonisasi tata kelola lingkungan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pertanyaan: bagaimana model berbasis komunitas dapat dioperasionalkan untuk bersama‑sama menciptakan kebijakan lingkungan dengan komunitas pribumi, sehingga suara mereka menjadi bagian integral dalam proses pengambilan keputusan? Selanjutnya, penting untuk mengeksplorasi metodologi apa yang paling efektif dalam menilai dampak kerangka dekolonisasi terhadap pelestarian pengetahuan tradisional, sehingga dapat diukur kontribusinya terhadap keberlanjutan ekosistem. Selain itu, penelitian dapat mengkaji cara merancang platform digital yang aman untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan praktik spiritual ekologi pribumi, sambil melindungi hak kekayaan intelektual dan mencegah penyalahgunaan budaya. Studi‑studi tersebut dapat menggabungkan pendekatan partisipatif, analisis kebijakan, dan teknologi informasi, sehingga menghasilkan rekomendasi yang aplikatif bagi pembuat kebijakan, organisasi lingkungan, dan masyarakat umum. Dengan menguji ketiga arah penelitian ini, diharapkan terbentuk sinergi yang lebih kuat antara ilmu pengetahuan modern dan kebijaksanaan tradisional, memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim dan konservasi keanekaragaman hayati. Penelitian lanjutan tersebut akan memberikan dasar empiris bagi pengembangan kebijakan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menghormati nilai budaya dan spiritual komunitas pribumi.

  1. The significance of indigenous nature spirituality | 8 | Cultural and. significance indigenous nature... doi.org/10.4324/9781315108186-8The significance of indigenous nature spirituality 8 Cultural and significance indigenous nature doi 10 4324 9781315108186 8
  2. Faith-Based Climate Advocacy and Moral Responsibility: A Cross-Religious Analysis of Community Mobilization... doi.org/10.70062/greenphilosophy.v2i3.263Faith Based Climate Advocacy and Moral Responsibility A Cross Religious Analysis of Community Mobilization doi 10 70062 greenphilosophy v2i3 263
  3. eco.mont. eco mont axel borsdorf nter ck valerie braun brigitte scott eds journal protected mountain... doi.org/10.1553/eco.mont-8-1s29eco mont eco mont axel borsdorf nter ck valerie braun brigitte scott eds journal protected mountain doi 10 1553 eco mont 8 1s29
  4. The Covenant of Reciprocity - The Wiley Blackwell Companion to Religion and Ecology - Wiley Online Library.... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/9781118465523.ch26The Covenant of Reciprocity The Wiley Blackwell Companion to Religion and Ecology Wiley Online Library onlinelibrary wiley doi 10 1002 9781118465523 ch26
Read online
File size277.43 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test