UNIKSUNIKS

JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)

Luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia terus meningkat, sehingga meningkatkan pabrik minyak sawit. Setiap pabrik minyak sawit menghasilkan limbah cair (LWPOF) dalam jumlah besar yang dapat dimanfaatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari efek utama dari aplikasi LWPOF dan jumlah biopori serta interaksinya terhadap kandungan mikro nutrisi dan pertumbuhan kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di perkebunan kelapa sawit Fakultas Pertanian Universitas Riau dari Juni hingga Desember 2019 dalam bentuk percobaan yang diatur menurut rancangan acak lengkap. Faktor pertama adalah dosis LWPOF yang terdiri dari 3 tingkat (7,5 liter, 10 liter, dan 12,5 liter) dan faktor kedua adalah jumlah biopori yang terdiri dari 3 tingkat (2, 4, dan 6), diulang 3 kali dan ada 3 tanaman percobaan, sehingga diperoleh 81 unit tanaman percobaan. Parameter yang diamati terdiri dari kandungan mikro nutrisi daun, peningkatan tinggi tanaman, jumlah pelepah, lebar tulang daun, dan ketebalan pelepah kelapa sawit. Dari percobaan, diketahui bahwa tanaman 7,5 liter meningkatkan kandungan nutrisi tembaga, dan dosis LWPOF 12,5 liter meningkatkan tinggi, jumlah, lebar, dan ketebalan pelepah kelapa sawit, sedangkan jumlah biopori 2 dan 6 meningkatkan kandungan nutrisi mangan daun. Tanaman 7,5 liter diikuti dengan jumlah biopori 6 biopori meningkatkan kandungan nutrisi mangan dalam daun dan jumlah tulang daun tanaman kelapa sawit.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Efek utama dosis POME 7,5 liter per tanaman meningkatkan kandungan nutrisi tembaga dalam daun dibandingkan dengan dosis yang lebih tinggi (10 dan 12,5 liter per tanaman) dan dosis POME 12,5 liter per tanaman meningkatkan tinggi, jumlah pelepah, lebar tulang daun, dan ketebalan tulang daun tanaman kelapa sawit dibandingkan dengan dosis yang lebih rendah (7,5 dan 10 liter per tanaman).Efek utama jumlah biopori dengan jumlah 2 dan 6 lubang per tanaman meningkatkan kandungan nutrisi mangan dalam daun tanaman kelapa sawit, dan jumlah biopori tidak memiliki efek signifikan pada pertumbuhan vegetatif tanaman kelapa sawit.Interaksi aplikasi POME dengan dosis 12,5 liter per tanaman diikuti dengan jumlah biopori 6 lubang per tanaman meningkatkan kandungan nutrisi mangan dalam daun dan jumlah pelepah, dan POME dengan dosis 12,5 liter per tanaman diikuti dengan jumlah biopori 4 lubang per tanaman meningkatkan tinggi tanaman dibandingkan dengan interaksi lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut efek dosis POME yang berbeda terhadap kandungan mikro nutrisi dan pertumbuhan tanaman kelapa sawit, terutama pada dosis yang lebih rendah dan lebih tinggi. 2. Meneliti pengaruh jumlah biopori yang berbeda terhadap pertumbuhan vegetatif dan kandungan nutrisi tanaman kelapa sawit, serta mengidentifikasi jumlah optimal biopori untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan tanaman. 3. Menganalisis interaksi antara aplikasi POME dan jumlah biopori secara lebih mendalam, terutama untuk memahami bagaimana kombinasi dosis dan jumlah biopori dapat mempengaruhi pertumbuhan dan nutrisi tanaman kelapa sawit. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang penggunaan limbah cair pabrik kelapa sawit melalui metode biopori dan dampak positifnya terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman kelapa sawit.

Read online
File size341.86 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test