UNIMALUNIMAL
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM)Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran perempuan dalam mendukung kebutuhan ekonomi keluarga nelayan di Dewantara Aceh Utara, dengan fokus kepada dua pertanyaan. Pertama, apa alasan perempuan untuk bekerja dan mencari nafkah? Kedua, bagaimana perempuan mendukung ekonomi keluarga dan di sektor apa saja mereka bekerja? Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer meliputi survei sosial ekonomi, observasi partisipan, dan wawancara. Sedangkan data penelitian sekunder dilengkapi dengan studi pustaka yang komprehensif dengan mempelajari buku-buku dan artikel yang memiliki keterkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan perempuan bekerja dan mencari nafkah adalah untuk meningkatkan pendapatan keluarga, mengurangi beban keluarga, untuk berteman/bersosialisasi, serta bekerja sebagai tanggung jawab laki-laki dan perempuan, dan berperan aktif dalam pembangunan desa/daerah/nasional. Sebagian besar perempuan dari keluarga nelayan bekerja di sektor pembuatan batu bata, petani garam, pedagang grosir, pembuat kue, dan tukang cuci. Kontribusi yang diberikan perempuan kepada keluarganya adalah dengan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga membayar biaya sekolah anak-anak.
Kehidupan ekonomi keluarga nelayan di Aceh Utara masih memprihatinkan, mendorong perempuan untuk bekerja guna meringankan beban dan memenuhi kebutuhan keluarga.Motivasi perempuan bekerja meliputi peningkatan ekonomi, sosialisasi, kesetaraan gender, dan partisipasi pembangunan, dengan fokus pada pekerjaan di sektor informal seperti pembuatan batu bata, petani garam, dan pedagang.Peran perempuan nelayan sangat signifikan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan membiayai pendidikan anak, meskipun pendapatan mereka bervariasi dan seringkali masih terbatas.
Melihat peran krusial perempuan dalam menopang ekonomi keluarga nelayan yang rentan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik dan penting untuk digali lebih dalam. Pertama, penelitian ini berfokus pada motivasi dan jenis pekerjaan perempuan, namun belum mendalami secara holistik dampak jangka panjang dari peran ganda ini terhadap kesejahteraan seluruh anggota keluarga. Sebuah studi lanjutan bisa mengeksplorasi bagaimana tekanan ekonomi dan tanggung jawab ganda ini memengaruhi kesehatan fisik dan mental perempuan, dinamika hubungan dalam rumah tangga, serta pencapaian pendidikan anak-anak dalam jangka panjang. Apakah peran ekonomi yang berat ini menciptakan tingkat stres yang lebih tinggi atau, sebaliknya, meningkatkan rasa keberdayaan perempuan? Kedua, mengingat pendapatan dari pekerjaan yang ada masih tergolong rendah dan belum mencukupi kebutuhan, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan model pemberdayaan ekonomi yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Ini bisa meliputi studi kelayakan untuk program pelatihan keterampilan non-tradisional yang memiliki nilai jual lebih tinggi, pengembangan koperasi usaha mikro khusus perempuan nelayan, atau analisis dampak dari akses terhadap modal usaha yang lebih mudah dan bunga rendah. Pertanyaan penelitiannya bisa berupa: Bagaimana desain program intervensi ekonomi yang partisipatif dapat secara signifikan meningkatkan pendapatan perempuan nelayan dan mengurangi ketergantungan utang mereka? Terakhir, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi komparatif. Misalnya, membandingkan strategi adaptasi ekonomi keluarga nelayan di Desa Geulumpang Sulu Timur dengan desa nelayan lain yang mungkin memiliki karakteristik geografis atau sosial-ekonomi yang berbeda, atau bahkan membandingkan dengan keluarga non-nelayan di wilayah pesisir. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan atau kegagalan dalam menumbuhkan resiliensi ekonomi keluarga. Dengan demikian, kita bisa memahami praktik terbaik dan hambatan yang lebih luas dalam konteks keberagaman masyarakat pesisir.
| File size | 529.66 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Faktor-faktor yang signifikan memengaruhi efektivitas metode tersebut adalah karakteristik petani, penguasaan materi oleh penyuluh, dan biaya, sementaraFaktor-faktor yang signifikan memengaruhi efektivitas metode tersebut adalah karakteristik petani, penguasaan materi oleh penyuluh, dan biaya, sementara
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Penelitian ini mengidentifikasi 11 tantangan utama yang dihadapi Brigade Pangan (BP). Berdasarkan posisi dalam model Interpretive Structural Modeling (ISM),Penelitian ini mengidentifikasi 11 tantangan utama yang dihadapi Brigade Pangan (BP). Berdasarkan posisi dalam model Interpretive Structural Modeling (ISM),
PKN STANPKN STAN Pendampingan pemasaran digital diperlukan untuk meningkatkan pendapatan petani beras organik di Kelompok Tani Sejahtera Desa Kaibon, Kabupaten Madiun.Pendampingan pemasaran digital diperlukan untuk meningkatkan pendapatan petani beras organik di Kelompok Tani Sejahtera Desa Kaibon, Kabupaten Madiun.
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Optimalisasi peran petani maju sebagai penyuluhan swadaya dalam mendorong percepatan regenerasi petani menjadi salah satu solusi dalam menyusun road mapOptimalisasi peran petani maju sebagai penyuluhan swadaya dalam mendorong percepatan regenerasi petani menjadi salah satu solusi dalam menyusun road map
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Kendala utama berhubungan dengan persepsi petani bahwa sistem ini rumit dan kurang mempengaruhi produksi serta keterbatasan tenaga tanam. Faktor-faktorKendala utama berhubungan dengan persepsi petani bahwa sistem ini rumit dan kurang mempengaruhi produksi serta keterbatasan tenaga tanam. Faktor-faktor
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Keberadaan aktor lokal dapat mempengaruhi percepatan penyesuaian organisasi atau kelembagaan ekonomi petani secara modern berbasis korporasi petani. OlehKeberadaan aktor lokal dapat mempengaruhi percepatan penyesuaian organisasi atau kelembagaan ekonomi petani secara modern berbasis korporasi petani. Oleh
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Kabupaten Kuantan Singingi terdiri dari lima belas kecamatan dan lima diantaranya memiliki potensi tanaman pangan padi sawah yaitu: Kecamatan Kuantan Mudik,Kabupaten Kuantan Singingi terdiri dari lima belas kecamatan dan lima diantaranya memiliki potensi tanaman pangan padi sawah yaitu: Kecamatan Kuantan Mudik,
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Responden diambil sebanyak 97 orang yang ditentukan dengan sengaja (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat motivasi termasuk keResponden diambil sebanyak 97 orang yang ditentukan dengan sengaja (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat motivasi termasuk ke
Useful /
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Hasil empiris menunjukkan bahwa peran kelembagaan memiliki pengaruh langsung yang kuat dan dominan terhadap tingkat implementasi budidaya kopi bersertifikatHasil empiris menunjukkan bahwa peran kelembagaan memiliki pengaruh langsung yang kuat dan dominan terhadap tingkat implementasi budidaya kopi bersertifikat
UYPUYP Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan teori konformitasPengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman dengan teori konformitas
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Berdasarkan hasil tersebut dilakukan penyuluhan dari desain pemberdayaan untuk meningkatkan minat perhatian petani melalui peningkatan pengetahuan danBerdasarkan hasil tersebut dilakukan penyuluhan dari desain pemberdayaan untuk meningkatkan minat perhatian petani melalui peningkatan pengetahuan dan
UNIMALUNIMAL Kondisi ini mendorong BUMG Ulee Pulo melaksanakan program pemberdayaan kepada para pelaku industri kecil dan pekerja batu bata yang notabene didominasiKondisi ini mendorong BUMG Ulee Pulo melaksanakan program pemberdayaan kepada para pelaku industri kecil dan pekerja batu bata yang notabene didominasi