UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Bambu sebagai material konstruksi bangunan sudah lama diketahui, tetapi konstruksi bambu plester belum banyak dikenal. Keberadaannya menjadi langka karena masyarakat banyak yang belum mengetahui kelebihan konstruksi ini. Padahal menurut hasil penelitian, konstruksi bambu plester selain harganya lebih murah, juga bertahan lama dan tahan gempa. Sementara itu, Desa Rembitan memiliki potensi besar sebagai penghasil tanaman bambu, tetapi belum termanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membantu masyarakat di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, khususnya di Desa Rembitan agar dapat memanfaatkan bambu sebagai material konstruksi rumah layak huni yang murah, ramah lingkungan dan sekaligus lebih tahan gempa. Metode pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan mengenai karakteristik bambu, pengenalan bambu plester, dan proses perakitan rumah bambu plester. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di aula kantor Desa Rembitan dengan peserta yang hadir sebagian bermatapencaharian sebagai tukang bangunan. Pemaparan materi disertai contoh aplikasinya dalam bentuk gambar, foto dan peragaan langsung. Tahap pengkonstruksian rumah bambu plester disampaikan dengan berpedoman pada buku Modul Pelatihan Konstruksi Dinding Bambu Plester yang disusun oleh Dr. Ing Andry Widyowijatnoko, ST., MT. dan Mustakim, ST. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk memahami konstruksi dinding bambu plester, karena teknik pembuatannya agak berbeda dari yang biasa mereka ketahui dan lakukan. Hal yang menarik lainnya bagi peserta adalah tampilan akhir dari konstruksi bambu plester yang menyerupai bangunan berdinding bata, sehingga memunculkan keinginan masyarakat untuk mencoba mengaplikasikannya. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa, meskipun kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir, tapi kegiatan pengabdian ini telah berjalan dengan lancar sesuai dengan tujuan.

Membangun rumah dengan konstruksi dinding bambu plester menjadi satu pengetahuan yang penting dan sangat bermanfaat bagi masyarakat di Desa Rembitan.Selain karena potensi tanaman bambu yang melimpah di Desa Rembitan akan dapat termanfaatkan secara lebih optimal, juga adanya lapisan plesteran pada anyaman dinding bambu menjadikan tampilan rumah terkesan sebagai bangunan permanen berdinding bata.Sehingga dapat menghapus kesan rumah si miskin pada rumah berkonstruksi dinding bambu.Lebih daripada itu, karakteristik material bambu yang lentur membuat konstruksi bambu tahan terhadap getaran gempa dan juga dapat menjadi satu solusi permasalahan konstruksi bangunan di tanah lempung yang mudah bergerak seperti yang ada di Desa Rembitan.Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa, meskipun kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir, tapi pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini telah berjalan dengan lancar sesuai dengan tujuan yang direncanakan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan teknologi konstruksi bambu plester yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, seperti hujan deras atau panas ekstrem, untuk memastikan keawetannya di berbagai kondisi iklim. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang integrasi desain arsitektur lokal dengan konstruksi bambu plester agar hasilnya lebih sesuai dengan kebutuhan estetika dan budaya masyarakat setempat. Terakhir, penelitian dapat mengkaji biaya produksi dan distribusi bambu plester secara besar-besaran, termasuk upaya mengoptimalkan rantai pasok dari desa penghasil hingga ke pasar konstruksi, sehingga mempercepat adopsi teknologi ini secara luas.

Read online
File size731.63 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test