ISI DPSISI DPS

Segara Widya : Jurnal Penelitian SeniSegara Widya : Jurnal Penelitian Seni

Pemanasan global menyebabkan peningkatan suhu dan perubahan iklim ekstrem yang berdampak langsung pada lingkungan rumah tinggal, khususnya kenyamanan termal dan kualitas udara dalam ruang. Di tengah keterbatasan lahan urban, rumah tinggal tipe 100 m² menjadi bentuk hunian yang umum, namun menghadapi tantangan adaptasi ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alternatif desain pola ruang terbuka rumah tinggal tipe 100 berbasis konsep Bali Madya yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan sesuai dengan SDGs 11. Konsep lokal seperti Tri Hita Karana, Natah, dan Karang Tuang digunakan sebagai dasar perancangan, yang dipadukan dengan pendekatan Landscape Ecology melalui struktur patch-corridor-matrix dan Biophilic Design untuk menciptakan ruang yang sehat, adaptif, dan terhubung dengan alam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara terarah. Hasil penelitian berupa empat alternatif desain pola ruang terbuka yang mendukung fungsi ekologis dan spiritual rumah tinggal, meningkatkan kenyamanan termal, pencahayaan alami, serta memperkuat identitas lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa rumah tinggal dengan ruang terbuka yang dirancang secara ekologis dan berbasis budaya lokal dapat menjadi solusi adaptif terhadap pemanasan global, sekaligus mendukung terwujudnya kota dan permukiman berkelanjutan sesuai dengan SDGs 11.

Konsep pola ruang terbuka zaman Bali Madya dalam rumah tinggal tidak hanya berfungsi sebagai elemen spasial, tetapi juga sebagai sarana menjaga keseimbangan ekologis, sosial, dan spiritual.Desain yang dikembangkan menunjukkan bahwa integrasi antara nilai-nilai lokal (Tri Hita Karana, Natah, Karang Tuang, Tri Mandala) dengan teori ekologi lanskap dan pendekatan biophilic design dapat menciptakan pola ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mendukung keberlanjutan sebagaimana dimaksud dalam tujuan SDGs 11.Empat alternatif desain yang dihasilkan menggambarkan beragam pendekatan dalam mengoptimalkan ruang terbuka, dengan alternatif empat paling menonjol dalam menghidupkan elemen natah sebagai sumbu utama ruang terbuka seperti rumah tradisional Bali.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak desain biophilic pada kesejahteraan penghuni melalui penelitian kualitatif tentang pengalaman psikologis dan fisik. Selain itu, perlu dilakukan analisis mendalam tentang peran kearifan lokal dalam perencanaan kota berkelanjutan, khususnya dalam mengintegrasikan konsep Tri Hita Karana dengan kebijakan urbanisasi modern. Studi juga perlu mengeksplorasi efektivitas strategi ventilasi silang dalam berbagai kondisi iklim untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruang tinggal, terutama di area padat penduduk.

Read online
File size4.86 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test