PUBLINEPUBLINE
Media of Health ResearchMedia of Health ResearchDiabetes Mellitus tipe 2 (T2DM) merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau resistensi insulin. Aktivitas fisik telah diakui secara luas sebagai strategi non‑farmakologis untuk mengendalikan kadar glukosa darah. Namun, bukti mengenai efektivitasnya pada populasi pedesaan Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh aktivitas fisik terhadap kadar glukosa darah pada pasien T2DM di Kabupaten Masbagek, Lombok Timur. Desain kuasi‑eksperimental dengan pre‑post test dilaksanakan pada Januari‑April 2024, melibatkan 80 peserta T2DM yang dipilih secara purposif. Kelompok intervensi (n=40) melakukan aktivitas fisik intensitas sedang berupa jalan cepat selama 30 menit, 5 hari/minggu, selama 12 minggu, sedangkan kelompok kontrol (n=40) menerima perawatan rutin. Kadar glukosa darah puasa diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji t berpasangan dan independen. Kelompok intervensi menunjukkan penurunan signifikan rata‑rata glukosa darah puasa dari 178,5 ± 22,4 mg/dL menjadi 142,3 ± 18,9 mg/dL (p < 0,001), sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan signifikan (176,8 ± 20,1 mg/dL menjadi 173,2 ± 21,4 mg/dL, p = 0,214). Aktivitas fisik intensitas sedang secara teratur secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah pada pasien T2DM di Kabupaten Masbagek. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi aktivitas fisik terstruktur ke dalam program manajemen diabetes berbasis komunitas di daerah pedesaan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik sedang yang terstruktur berupa jalan cepat secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa pada pasien T2DM di Kabupaten Masbagek, Lombok Timur dibandingkan perawatan rutin.Temuan tersebut menegaskan bahwa intervensi sederhana, murah, dan budaya‑ramah dapat meningkatkan kontrol glikemik di wilayah pedesaan, meskipun penelitian ini terbatas pada durasi 12 minggu dan pengukuran hanya glukosa puasa.Oleh karena itu, kegiatan fisik rutin harus dipertimbangkan sebagai komponen esensial dalam program diabetes berbasis komunitas, dan studi lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi kepatuhan jangka panjang serta menambahkan indikator metabolik lain seperti HbA1c.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efek jangka panjang program jalan cepat terstruktur selama 12 bulan terhadap kontrol glikemik dengan menambahkan pengukuran HbA1c, profil lipid, dan tekanan darah pada pasien T2DM di daerah pedesaan; selanjutnya, studi komparatif antara jenis aktivitas fisik intensitas sedang yang berbeda, seperti jalan cepat versus latihan beban, dapat dievaluasi untuk menentukan mana yang lebih efektif meningkatkan hasil metabolik serta kualitas hidup pada populasi serupa; terakhir, pendekatan campuran kualitatif‑kuantitatif dapat diterapkan untuk mengidentifikasi hambatan dan faktor pendukung keberlanjutan partisipasi dalam program aktivitas fisik, sehingga intervensi dapat disesuaikan secara budaya dan meningkatkan tingkat kepatuhan di komunitas pedesaan.
| File size | 699.18 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSUMS Hal ini menunjukkan bahwa aspek sikap membutuhkan pendekatan berkelanjutan melalui kegiatan pembiasaan dan dukungan lingkungan sekolah. Sebagai tindakHal ini menunjukkan bahwa aspek sikap membutuhkan pendekatan berkelanjutan melalui kegiatan pembiasaan dan dukungan lingkungan sekolah. Sebagai tindak
UNYUNY Sebanyak 40 siswa (20 laki‑laki dan 20 perempuan) secara acak ditempatkan pada kelompok eksperimen atau kontrol. Kedua kelompok mengikuti program intervensiSebanyak 40 siswa (20 laki‑laki dan 20 perempuan) secara acak ditempatkan pada kelompok eksperimen atau kontrol. Kedua kelompok mengikuti program intervensi
SARI MUTIARASARI MUTIARA Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin,Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin,
ITSCIENCEITSCIENCE 612 pada tahun 2022 menjadi 49.287 pada tahun 2024, termasuk 6. 157 kasus di Puskesmas Karang Raja. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan612 pada tahun 2022 menjadi 49.287 pada tahun 2024, termasuk 6. 157 kasus di Puskesmas Karang Raja. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan
WDHWDH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan dukungan sosial dengan kualitas hidup penderita hipertensi di wilayah KlinikPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan dukungan sosial dengan kualitas hidup penderita hipertensi di wilayah Klinik
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI 05. diperoleh juga nilai r 0. 837 maka hubungan antar aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah sangat kuat. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian05. diperoleh juga nilai r 0. 837 maka hubungan antar aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah sangat kuat. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian
UKMCUKMC Specifically, fostering a positive attitude towards health management can significantly improve adherence to treatment regimens, leading to better bloodSpecifically, fostering a positive attitude towards health management can significantly improve adherence to treatment regimens, leading to better blood
UAIUAI Pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran IMT dan tekanan darah dapat digunakan sebagai alat untuk deteksi faktor risiko hipertensi. Pendidikan tema kesehatanPemeriksaan kesehatan berupa pengukuran IMT dan tekanan darah dapat digunakan sebagai alat untuk deteksi faktor risiko hipertensi. Pendidikan tema kesehatan
Useful /
ITSCIENCEITSCIENCE Agonis reseptor GLP-1 dan dual agonis GLP-1/GIP menunjukkan efektivitas tertinggi, sementara agen konvensional tetap relevan. Penyesuaian terapi menjadiAgonis reseptor GLP-1 dan dual agonis GLP-1/GIP menunjukkan efektivitas tertinggi, sementara agen konvensional tetap relevan. Penyesuaian terapi menjadi
ITSCIENCEITSCIENCE The sample consisted of 61 consumer goods companies selected through purposive sampling. The results indicate that net profit margin has no significantThe sample consisted of 61 consumer goods companies selected through purposive sampling. The results indicate that net profit margin has no significant
ITSCIENCEITSCIENCE Hal ini menunjukkan bahwa dewan yang lebih besar, dengan keahlian yang lebih luas, dapat mendorong transparansi CSR yang lebih besar. Karakteristik dewanHal ini menunjukkan bahwa dewan yang lebih besar, dengan keahlian yang lebih luas, dapat mendorong transparansi CSR yang lebih besar. Karakteristik dewan
ITSCIENCEITSCIENCE Lingkungan belajar yang kondusif juga perlu dibangun untuk meningkatkan motivasi belajar, serta perlu dikembangkan layanan konseling teman sebaya dan jejaringLingkungan belajar yang kondusif juga perlu dibangun untuk meningkatkan motivasi belajar, serta perlu dikembangkan layanan konseling teman sebaya dan jejaring