TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA

Jurnal Cyber TechJurnal Cyber Tech

Kredit berasal dari kata cedere yang artinya adalah kepercayaan atau credo/creditum yang berarti saya percaya, maksudnya adalah apabila seseorang memperoleh kredit (debitur) maka berarti mereka memperoleh kepercayaan. Nasabah atau sebagai kreditur yang terlibat secara langsung serta ikut di dalam proses jasa kredit tersebut. Dalam kegiatan pengambilan keputusan dalam menentukan kreditur yang dilakukan dengan proses analisis secara manual (konvensional), hal ini menyebabkan kendala saat pembuat keputusan dalam mengambil kebijakan menentukan kelayakan kredit yang diajukan oleh calon nasabah kurang efisien dan tidak akurat. Dalam hal ini, maka diperlukan sebuah metode yang mampu dan teruji dalam menentukan kelayakan calon kreditur dengan menggunakan metode sistem pendukung keputusan yang dapat menyimpulkan hasil keputusan menggunakan konsep SPK (Sistem Pendukung Keputusan). Sistem pendukung keputusan merupakan bagian dari sistem informasi berbasis komputer yang mengatasi masalah ini. Sistem ini dapat mendukung pengambilan keputusan dalam menentukan kelayakan calon kreditur berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Diantara metode sistem pendukung keputusan yang dapat menentukan kelayakan calon kreditur yaitu, Fuzzy tsukamoto.

Berdasarkan hasil analisa dari permasalahan yang terjadi dengan kasus yang dibahas tentang menentukan kelayakan calon kreditur dengan menerapakan metode Fuzzy Tsukamoto terhadap sistem yang dirancang dan dibangun maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.Untuk menganalisa dalam menentukan Kelayakan calon kreditur dilakukan dengan riset dan wawancara oleh salah satu pegawai dalam menentukan kelayakan calon kreditur di PT.Internusa Tribuana Citra Multi Finance dalam membantu pengembangan sistem yang dibangun.Dalam menerapkan metode Fuzzy Tsukamoto dengan melakukan penilaian alternatif dan melakukan tahap proses perhitungan dari fuzzyfikasi, mesin inference rule dan terakhil mendapatkan hasil akhri dari dezuffikasi.Dapat merancang sistem pendukung keputusan dalam pembuatan aplikasi dibutuhkan perancangan Unified Modeling Language (UML) ataupun menggunakan flowchart dalam memasukkan proses metode kedalam sistem.Dan menggunakan pembangunan sistem dengan bahasa pemograman visual basic.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan pengembangan sistem pendukung keputusan dengan metode Fuzzy Tsukamoto yang lebih canggih dan akurat. Selain itu, studi kasus dapat diperluas ke berbagai institusi keuangan lainnya untuk menguji efektivitas metode ini dalam menentukan kelayakan calon kreditur. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengintegrasikan sistem pendukung keputusan dengan teknologi terbaru, seperti machine learning atau artificial intelligence, untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam pengambilan keputusan kredit.

Read online
File size798.5 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test