IPBIPB

Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management)Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management)

Kontaminasi hidrokarbon memengaruhi sekitar 5,9 ha tanah di Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), sebuah hutan hujan tropis di Provinsi Riau, Indonesia. Penelitian ini bertujuan menentukan biaya yang diperlukan untuk merehabilitasi tanah yang tercemar minyak serta menilai signifikansi ekonomi pemulihan ekologi pada area seluas 5,9 ha tersebut. Kerangka ekonomi baru dikembangkan dengan mengintegrasikan Metode Biaya Penggantian (Replacement Cost Method) melalui perhitungan biaya pemulihan dan Analisis Kesetaraan Sumber Daya (Resource Equivalency Analysis) untuk menilai serta mengganti kerugian yang timbul akibat kerusakan lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa tiga teknologi remediasi utama yang dipilih—bioventing, bioaugmentasi & biostimulasi, serta ex‑situ landfarming—memiliki biaya yang berbeda, dengan ex‑situ landfarming memiliki biaya tertinggi. Analisis REA mengindikasikan bahwa area yang diperlukan untuk menggantikan lahan tercemar harus dua kali lipat dari area dasar, yaitu dari 5,9 ha menjadi 12,8 ha, dan kompensasi yang dihitung dengan REA melebihi penilaian awal sebesar 116,1 % dibandingkan dengan Metode Biaya Penggantian saja.

Penelitian menunjukkan bahwa hanya mengandalkan biaya remediasi tradisional secara signifikan meremehkan kerusakan lingkungan, dan kerangka RCM‑REA mengungkap bahwa beban ekologi dapat melebihi biaya teknik hingga 116,1 %.Ex‑situ landfarming terbukti paling mahal dan membutuhkan area kompensasi dua kali lipat, menjadikannya pilihan paling tidak efektif secara ekonomi dan ekologi.Diperlukan pergeseran kebijakan menuju penilaian berbasis layanan ekosistem, penggunaan metrik DSAY, serta penelitian lanjutan yang menggantikan elisitasi ahli dengan data empiris dan pemodelan probabilistik seperti simulasi Monte Carlo untuk meningkatkan keandalan estimasi biaya total.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti cara menggantikan elisitasi ahli dalam Analisis Kesetaraan Sumber Daya dengan data empiris lapangan yang terukur, misalnya melalui survei biologis dan pemantauan jangka panjang pada kawasan hutan yang terkontaminasi; selanjutnya, studi probabilistik yang menggunakan simulasi Monte Carlo untuk menguji sensitivitas parameter kritis seperti tingkat diskonto dan fluktuasi biaya unit dapat memberikan interval kepercayaan yang lebih kuat pada estimasi total biaya remediasi; terakhir, perlu dikembangkan kerangka penilaian yang memperluas REA untuk mencakup layanan ekosistem tambahan seperti penyerapan karbon, penyediaan air bersih, dan nilai budaya, sehingga menghasilkan kebijakan kompensasi yang lebih komprehensif dan berkeadilan.

  1. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1557/1/012018Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1755 1315 1557 1 012018
  2. Valuing Ecological Recovery: An Environmental Economic Assessment of Oil Contaminated Soil Remediation... journal.ipb.ac.id/jpsl/article/view/66972Valuing Ecological Recovery An Environmental Economic Assessment of Oil Contaminated Soil Remediation journal ipb ac jpsl article view 66972
Read online
File size785.63 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test