STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI

TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan InformatikaTEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika

Sepertiga dari populasi dunia, termasuk komunitas pesisir di Indonesia, mengalami kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Diperkirakan pada tahun 2050, sekitar 25% populasi dunia akan terpengaruh oleh krisis air bersih. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji peran aliran udara alami dalam sistem solar still dalam menentukan laju penguapan selama proses desalinasi air laut. Suhu air memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja solar still, di mana peningkatan suhu air dan kecepatan aliran udara dalam sistem akan meningkatkan laju penguapan. Penelitian ini berfokus pada pengukuran laju penguapan air laut dalam perangkat solar still yang bergantung pada aliran alami sebagai mekanisme kerjanya. Proses desalinasi dilengkapi dengan kondensor yang berfungsi untuk mengembalikan uap air menjadi cairan. Selain itu, terdapat sistem pengukuran yang mencakup parameter suhu dan kecepatan aliran udara untuk memastikan operasi yang efektif dan pemantauan data yang akurat. Data penguapan dikumpulkan secara berkala setiap 15 menit selama periode observasi dua hari, untuk melakukan analisis komprehensif terhadap kinerja sistem desalinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan energi surya dengan aliran alami dapat mempercepat laju penguapan secara efektif. Hasil eksperimen rata-rata adalah 231 gram dan hasil teoritis adalah 174 gram, dengan persentase 57%. Sistem ini memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi proses desalinasi, terutama jika dikembangkan sesuai dengan kondisi iklim lokal yang mempengaruhi kinerja keseluruhan perangkat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penguapan air laut dalam unit desalinasi solar still yang beroperasi berdasarkan prinsip aliran alami memainkan peran yang signifikan, dengan nilai 241 gram pada hari pertama yang kemudian menurun menjadi 220 gram pada hari kedua pada waktu yang sama.Penurunan laju penguapan ini terjadi meskipun suhu pada hari kedua lebih tinggi, yang menunjukkan pengaruh parameter lain seperti kelembapan udara atau intensitas radiasi matahari terhadap efisiensi penguapan.Temuan-temuan ini menjadi dasar pengembangan teknologi desalinasi yang mempertimbangkan berbagai faktor lingkungan dalam mengoptimalkan proses penyaringan air laut di daerah pesisir.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengkaji lebih lanjut pengaruh faktor-faktor lingkungan, seperti kelembapan udara dan intensitas radiasi matahari, terhadap efisiensi proses desalinasi. Selain itu, studi komparatif antara sistem desalinasi yang menggunakan aliran alami dan sistem yang menggunakan aliran paksa dapat dilakukan untuk membandingkan kinerja dan efisiensi keduanya. Terakhir, pengembangan model matematis yang lebih akurat untuk memprediksi laju penguapan dalam sistem desalinasi solar still dapat menjadi arah penelitian yang menarik.

  1. Vol 13 No 1 (2026): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika | TEKNOSAINS : Jurnal Sains,... doi.org/10.37373/tekno.v13i1Vol 13 No 1 2026 TEKNOSAINS Jurnal Sains Teknologi dan Informatika TEKNOSAINS Jurnal Sains doi 10 37373 tekno v13i1
  2. Laju Penguapan Pada Forced Flow Solar Still | Jurnal Mesin Nusantara. laju penguapan forced flow solar... doi.org/10.29407/jmn.v7i2.22887Laju Penguapan Pada Forced Flow Solar Still Jurnal Mesin Nusantara laju penguapan forced flow solar doi 10 29407 jmn v7i2 22887
  3. Efisiensi desalinasi air laut dengan menggunakan konsentrasi reflektor parabolik | Tae | Dinamika Teknik... doi.org/10.29303/dtm.v14i2.866Efisiensi desalinasi air laut dengan menggunakan konsentrasi reflektor parabolik Tae Dinamika Teknik doi 10 29303 dtm v14i2 866
Read online
File size269.62 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test