BIRCU JOURNALBIRCU JOURNAL

Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal)Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal)

Informasi yang salah merupakan masalah yang jauh lebih lazim di media sosial daripada media tradisional. Media sosial adalah ranah di mana individu adalah produsen dan konsumen informasi, sehingga banyak informasi yang disebarkan selama pandemi Covid-19 terkadang menyesatkan karena individu yang mengirim pesan-pesan ini memiliki sedikit atau tidak memperhatikan etika jurnalistik. Dampak pandemi Covid-19 tidak dapat diabaikan karena banjir informasi yang disebarkan di jaringan sosial yang bisa jadi salah atau benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah audiens menganggap informasi Covid-19 dari WhatsApp dan Facebook sebagai kredibel dan mengidentifikasi persepsi audiens tentang pesan yang diteruskan tentang Covid-19. Penelitian ini mengadopsi Kerangka Teoretis Kredibilitas Sumber. Metode penelitian survei diadopsi menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Ukuran sampel untuk penelitian ini adalah 400 responden yang dipilih dari jumlah total populasi di Ikorodu; Maya dan Ijede sebagai area penelitian dan hanya total 383 yang dikumpulkan dan dianalisis. Penelitian ini menggunakan teknik stratified sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas audiens banyak menggunakan media sosial dan selama pandemi Covid-19 mereka sebagian besar mendapatkan informasi dari jaringan sosial mereka, terutama WhatsApp, Twitter, dan Facebook, dan hasil mengungkapkan bahwa audiens menganggap semua pesan terkait Covid-19 di halaman Facebook dan WhatsApp mereka cukup kredibel dan kemungkinan akan meneruskannya tetapi dengan maksud untuk memberi tahu dan bukan menipu. Penelitian ini merekomendasikan agar pengguna media sosial memverifikasi informasi dengan benar sebelum meneruskannya karena hal ini akan memastikan bahwa masalah disinformasi dapat diatasi untuk menghindari individu membuat keputusan yang tergesa-gesa mengenai kesehatan mereka sehubungan dengan pandemi Covid-19 dan masalah lain yang timbul.

Penelitian ini menemukan bahwa mayoritas audiens menggunakan media sosial secara ekstensif, dan selama pandemi Covid-19, mereka sangat bergantung pada jaringan sosial mereka untuk informasi, terutama WhatsApp, Twitter, dan Facebook.Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa tingkat penyebaran pesan di jaringan sosial sangat cepat.Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas audiens menganggap semua pesan terkait Covid-19 di halaman Facebook dan WhatsApp mereka cukup kredibel dan kemungkinan akan meneruskannya, tetapi dengan maksud untuk memberi tahu dan bukan menipu.Penelitian ini menyimpulkan bahwa penting untuk mengatasi masalah disinformasi untuk menghindari individu membuat keputusan yang tergesa-gesa mengenai kesehatan mereka sehubungan dengan pandemi Covid-19 dan masalah lain yang timbul.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki faktor-faktor psikologis yang memengaruhi kecenderungan individu untuk mempercayai dan meneruskan informasi yang salah terkait Covid-19 di media sosial. Hal ini dapat melibatkan eksplorasi peran bias konfirmasi, heuristik ketersediaan, dan pengaruh sosial dalam membentuk persepsi dan perilaku informasi. Kedua, penelitian dapat berfokus pada pengembangan dan evaluasi intervensi literasi media yang ditargetkan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam mengevaluasi secara kritis kredibilitas informasi online dan mengidentifikasi disinformasi. Intervensi ini dapat menggabungkan elemen pendidikan, pelatihan keterampilan, dan umpan balik yang dipersonalisasi untuk memberdayakan individu agar menjadi konsumen informasi yang lebih cerdas dan bertanggung jawab. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki peran platform media sosial dalam memitigasi penyebaran disinformasi terkait Covid-19. Ini dapat melibatkan evaluasi efektivitas berbagai strategi moderasi konten, algoritma deteksi disinformasi, dan kemitraan dengan pemeriksa fakta untuk mengurangi visibilitas dan dampak informasi yang salah. Dengan mengatasi area penelitian ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika disinformasi terkait Covid-19 dan mengembangkan strategi yang efektif untuk melawan penyebarannya, yang pada akhirnya melindungi kesehatan masyarakat dan mempromosikan pengambilan keputusan yang tepat.

  1. Who falls for fake news? The roles of bullshit receptivity, overclaiming, familiarity, and analytic thinking... doi.org/10.1111/jopy.12476Who falls for fake news The roles of bullshit receptivity overclaiming familiarity and analytic thinking doi 10 1111 jopy 12476
  2. Digital Images on Social Media and Proliferation of Fake News on Covid-19 in Kano, Nigeria | Galactica... doi.org/10.46539/gmd.v3i1.111Digital Images on Social Media and Proliferation of Fake News on Covid 19 in Kano Nigeria Galactica doi 10 46539 gmd v3i1 111
  3. Reading and Sharing WhatsApp Forwarded Messages - EUDL. reading sharing whatsapp forwarded messages eudl... eudl.eu/doi/10.4108/eai.13-2-2019.2286093Reading and Sharing WhatsApp Forwarded Messages EUDL reading sharing whatsapp forwarded messages eudl eudl eu doi 10 4108 eai 13 2 2019 2286093
Read online
File size777.54 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test