ITKAITKA

SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan KesehatanSAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan

Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah dokumen perencanaan biaya yang disusun berdasarkan desain dan spesifikasi pekerjaan konstruksi. Pada pembangunan camping ground di kawasan wisata Sembalun, RAB digunakan untuk memperkirakan kebutuhan biaya sebelum proyek dimulai. Sebagai kawasan wisata potensial, perencanaan biaya yang tepat diperlukan untuk mendukung pengembangan fasilitas, mendorong perkembangan ekonomi, social dan lingkungan. Penyusunan RAB mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Peraturan Mentri PUPR No.08/PRT/M/2023m tentang analisis harga satuan pekerjaan. Karena disusun sebelum pelaksanaan, RAB masih bersifat estimatif. Berdasarkan analisis metode SNI, total biaya pembangunan camping ground adalah Rp 1.125.400.000,- (satu miliar seratus dua puluh lima juta empat ratus ribu rupiah).

Pembangunan fasilitas camping ground di Sembalun meliputi bungalow, emergency klinik, toilet, musholla, dan pujasera dengan total anggaran keseluruhan sebesar Rp 1.Semua fasilitas tersebut direncanakan untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, sanitasi, ibadah, dan layanan kuliner bagi wisatawan sehingga mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan metode Building Information Modeling (BIM) dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi perhitungan RAB pada proyek camping ground di daerah montani, sehingga dapat dibandingkan dengan metode tradisional yang dipakai dalam studi ini. Penelitian dapat menilai dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari pembangunan fasilitas camping ground terhadap masyarakat lokal Sembalun, dengan menggunakan pendekatan survei longitudinal untuk mengukur perubahan pendapatan, tingkat kunjungan wisata, dan kualitas lingkungan selama lima tahun setelah operasional. Kajian dapat mengembangkan model optimasi biaya‑manfaat yang memasukkan faktor keberlanjutan, seperti penggunaan material ramah lingkungan dan energi terbarukan, untuk menentukan konfigurasi fasilitas yang meminimalkan biaya total sambil memaksimalkan nilai ekologis dan kepuasan pengunjung. Selanjutnya, studi komparatif antara berbagai skala camping ground (kecil, menengah, besar) dapat mengidentifikasi skala optimal yang memberikan keseimbangan antara investasi awal dan manfaat jangka panjang bagi daerah. Penelitian juga dapat menginvestigasi peran kebijakan lokal dan regulasi nasional dalam memfasilitasi atau menghambat implementasi standar SNI dalam proyek konstruksi pariwisata, guna memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif. Akhirnya, evaluasi penggunaan teknologi sensor IoT untuk pemantauan real‑time kondisi struktural dan konsumsi energi pada fasilitas camping ground dapat memberikan data empiris untuk perbaikan manajemen operasional dan pengurangan biaya pemeliharaan.

Read online
File size593.55 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test