UBTUBT

Jurnal Pengabdian Masyarakat BorneoJurnal Pengabdian Masyarakat Borneo

Aplikasi pemupukan harus dilakukan dengan tepat agar tidak terjadi degradasi lahan. Lahan marginal yang kesuburan fisik, kimia dan biologinya rendah, memerlukan teknologi pemupukan yang spesifik. Kabupaten Tana Tidung (KTT) memiliki lahan yang sebagian besar tergolong marginal. Teknologi pemupukan hara spesifik lokasi lahan marginal harus dipahami oleh penyuluh pertanian agar dapat didiseminasikan ke petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bekerja sama dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sesayap dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan penyuluh pertanian di Kabupaten Tana Tidung tentang pemupukan hara spesifik lokasi lahan marginal. Ada dua kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu 1) Penyuluhan pemupukan hara spesifik lokasi lahan marginal; 2) Melakukan demplot pemupukan spesifik lokasi dengan pemupukan terpadu untuk tanaman ubi jalar. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan penyuluh pertanian di Kabupaten Tana Tidung tentang pemupukan hara spesifik lokasi dan dapat mempraktekkannya melalui aplikasi pemupukan terpadu. Pemupukan terpadu organik-anorganik terbukti memberikan produksi ubi jalar lebih tinggi dari pada pupuk anorganik. Diseminasi pemupukan spesifik lokasi dengan aplikasi pemupukan terpadu kepada petani di wilayah kerja penyuluh pertanian dapat memperbaiki lahan-lahan marginal dan mendukung terwujudnya sistem pertanian berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan penyuluh pertanian di Kabupaten Tana Tidung mengenai pemupukan hara spesifik lokasi dan kemampuan mereka untuk mempraktikkannya melalui aplikasi pemupukan terpadu.Pemupukan terpadu organik-anorganik terbukti menghasilkan produksi ubi jalar yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan pupuk anorganik saja.Diseminasi pemupukan spesifik lokasi dengan aplikasi pemupukan terpadu kepada petani diharapkan dapat memperbaiki lahan-lahan marginal dan mendukung sistem pertanian berkelanjutan.

Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat ini, beberapa penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk memperluas manfaatnya bagi petani di Kabupaten Tana Tidung. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dosis dan kombinasi pupuk organik dan anorganik yang paling optimal untuk berbagai jenis tanaman di lahan marginal, dengan mempertimbangkan karakteristik tanah yang spesifik di wilayah tersebut. Kedua, studi tentang efektivitas penggunaan berbagai jenis bahan organik lokal, seperti limbah pertanian dan peternakan, sebagai pengganti atau pelengkap pupuk kimia perlu digali lebih dalam. Ketiga, penelitian mengenai dampak jangka panjang dari penerapan pemupukan spesifik lokasi dan terpadu terhadap kualitas tanah, produktivitas tanaman, dan keberlanjutan lingkungan perlu dilakukan untuk memastikan bahwa praktik ini benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan ekosistem.

Read online
File size284.16 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test