JOMPARNDJOMPARND

One moment, please...One moment, please...

Donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang memberikan dampak nyata terhadap kelangsungan hidup pasien yang memerlukan transfusi darah secara berkala. Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah menjadi tantangan utama bagi Unit Transfusi Darah (UTD) PMI dalam pemenuhan kebutuhan darah nasional. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika akan pentingnya donor darah dan membantu menambah persediaan darah di PMI Kota Batam. Metode yang digunakan adalah pelaksanaan aksi donor darah sebagai bentuk pengabdian masyarakat oleh Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Batam, yang dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2025 bertempat di PMI Kota Batam. Kegiatan ini melibatkan 66 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa dan dosen dalam mendukung program donor darah, yang terlihat dari jumlah pendonor. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya donor darah secara rutin, sehingga diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan di lingkungan Universitas Batam. Kesimpulan dari PKM ini adalah pentingnya peran aktif mahasiswa dan dosen dalam kegiatan donor darah, serta perlunya kolaborasi antara berbagai pihak untuk mencapai keberhasilan kegiatan untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Program ini diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin yang menginspirasi program studi lain di Universitas Batam.

Kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh Program Studi Farmasi Universitas Batam pada 10 Februari 2025 berhasil meningkatkan partisipasi dan kesadaran sivitas akademika serta menambah persediaan darah di PMI Kota Batam.Dengan melibatkan 66 pendonor dari beragam latar belakang, kegiatan ini memberikan dampak positif secara medis, edukatif, serta memperkuat nilai solidaritas, empati, dan kemampuan organisasi mahasiswa.Keberhasilan ini menunjukkan peran penting institusi pendidikan dalam membangun budaya donor darah berkelanjutan, dan disarankan untuk mengembangkan kegiatan serupa secara lebih luas dan rutin pada masa depan.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti sejauh mana motivasi pendonor mahasiswa tetap terjaga dalam jangka panjang setelah mengikuti program donor darah berbasis service‑learning, dengan melakukan survei longitudinal selama satu hingga dua tahun. Selain itu, diperlukan studi untuk menilai pengaruh integrasi materi edukasi donor darah ke dalam kurikulum program studi Farmasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku donor mahasiswa, menggunakan desain eksperimental dengan kelompok kontrol. Selanjutnya, dapat dilakukan perbandingan efektivitas berbagai model insentif—seperti pemberian sertifikat, kredit akademik, atau pengakuan komunitas—dalam meningkatkan jumlah pendonor baru dan tingkat donor berulang pada beberapa universitas di wilayah Indonesia. Dengan melibatkan analisis faktor demografis dan persepsi risiko, studi ini dapat mengidentifikasi segmen populasi mahasiswa yang paling responsif terhadap intervensi tertentu. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan strategi berkelanjutan yang lebih efektif dalam mempromosikan budaya donor darah di lingkungan akademik.

Read online
File size705.74 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test